Archive for December, 2008

REALITA KESYIRIKAN DI SEKITAR KITA

Posted in Pelajaran Berharga, Pemurnian Ajaran on December 28th, 2008 by Abu Mushlih – 5 Comments

Berikut ini akan kami bawakan beberapa cerita yang menggambarkan bahwa kesyirikan adalah realita memilukan yang seharusnya menjadi keprihatinan kita bersama. Dan perhatian kepadanya haruslah lebih besar daripada perhatian kita untuk mengobati ‘penyakit masyarakat’ yang lainnya.

read more »

DEFINISI IMAN

Posted in Kaidah Penting, Pemurnian Ajaran on December 28th, 2008 by Abu Mushlih – 3 Comments

Pengertian iman secara bahasa menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin adalah pengakuan yang melahirkan sikap menerima dan tunduk. Kata beliau makna ini cocok dengan makna iman dalam istilah syari’at. Dan beliau mengkritik orang yang memaknai iman secara bahasa hanya sekedar pembenaran hati (tashdiq) saja tanpa ada unsur menerima dan tunduk. Kata ’iman’ adalah fi’il lazim (kata kerja yang tidak butuh objek), sedangkan tashdiq adalah fi’il muta’addi (butuh objek) (Lihat Syarh Arba’in, hal. 34)

read more »

ENSIKLOPEDI KARYA SYAIKH AL-ALBANI

Posted in Pelajaran Berharga, Ulama on December 26th, 2008 by Abu Mushlih – 3 Comments

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dilahirkan pada tahun 1333 H bertepatan dengan 1914 M di Schoder, Albania. Beliau wafat pada hari Sabtu, 22 Jumadal Alkhirah 1420 H bertepatan dengan 2 Oktober 1999 M. Berikut ini sebagian pujian para ulama kepada beliau :

read more »

KHULAFA'UR RASYIDIN

Posted in Pelajaran Berharga, Pemurnian Ajaran on December 26th, 2008 by Abu Mushlih – 6 Comments

Imam Nawawi menerangkan bahwa yang dimaksud Khulafa’ur Rasyidin adalah para khalifah yang empat yaitu; Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu’anhum (Ad Durrah As Salafiyah, hal. 201) Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied juga menjelaskan bahwa mereka adalah keempat khalifah tersebut berdasarkan ijma’ (Ad Durrah As Salafiyah, hal. 202) Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “…Dan termasuk di dalamnya (Khulafa’ur Rasyidin) adalah para khalifah/pengganti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ilmu, ibadah dan dakwah pada umatnya, dan sebagai pemuka mereka ialah Empat orang Khalifah yaitu Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu’anhum.” (Ad Durrah As Salafiyah, hal. 203)

read more »

AGAR KAMU LEBIH DICINTAI ALLAH

Posted in Keutamaan, Pelajaran Berharga on December 25th, 2008 by Abu Mushlih – Be the first to comment

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260).

read more »

SEBELAS KARAKTER IBADUR-RAHMAN

Posted in Bersih Jiwa, Keutamaan on December 25th, 2008 by Abu Mushlih – Be the first to comment

“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.”

read more »

ILMU MENUMBUHKAN SIFAT TAWADHU'

Posted in Keutamaan, Pelajaran Berharga on December 25th, 2008 by Abu Mushlih – 1 Comment

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Salah satu tanda kebahagiaan dan kesuksesan adalah tatkala seorang hamba semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.”

read more »

MURTAD

Posted in Hukum, Penjabaran on December 25th, 2008 by Abu Mushlih – Be the first to comment

Murtad berasal dari kata irtadda yang artinya raja’a (kembali), sehingga apabila dikatakan irtadda ‘an diinihi maka artinya orang itu telah kafir setelah memeluk Islam (lihat Mu’jamul Wasith, 1/338)

read more »

SYARAT-SYARAT LAA ILAAHA ILLALLAAH

Posted in Pemurnian Ajaran, Penjabaran on December 25th, 2008 by Abu Mushlih – 4 Comments

Pertama : Mengetahui maknanya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang hak selain Allah” (QS. Muhammad : 19)

read more »

APA YANG MENGHALANGIMU SHALAT BERJAMA'AH?

Posted in Hukum, Keutamaan on December 25th, 2008 by Abu Mushlih – 4 Comments

“Kalau kalian meninggalkan ajaran Nabi kalian, kalian pasti akan sesat.”

Ketahuilah saudaraku -semoga Allah menambahkan iman kepada aku dan kamu- tidaklah ada lelaki muslim yang bersengaja meninggalkan shalat jama’ah kecuali orang-orang yang lemah iman atau munafik. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu menceritakan, “Barangsiapa yang senang untuk berjumpa dengan Allah di hari esok [hari akhirat] sebagai seorang muslim maka jagalah shalat lima waktu dengan berjama’ah yang mana diserukan panggilan adzan untuknya. Karena Allah telah mensyariatkan jalan-jalan petunjuk untuk Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sesungguhnya shalat berjama’ah itu termasuk jalan petunjuk. Kalau lah kalian sengaja mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana halnya perbuatan orang yang sengaja meninggalkan shalat jama’ah ini [dan mengerjakan shalat] di rumah niscaya kalian telah meninggalkan ajaran Nabi kalian. Dan kalau kalian sudah berani meninggalkan ajaran Nabi kalian, maka kalian pasti akan sesat. Sungguh aku teringat, bahwa dahulu tidak ada yang meninggalkan shalat berjama’ah itu melainkan orang munafiq yang tampak sekali kemunafikannya. Sampai-sampai dahulu ada [di antara para sahabat itu] yang memaksakan diri untuk datang [shalat berjama'ah] dengan dipapah di antara dua orang lelaki untuk diberdirikan di dalam barisan/shaf.” (HR. Muslim [654]).

read more »