Berhati-Hati Dalam Menukil Berita

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila dia senantiasa menceritakan semua yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Abu Utsman an-Nahdi, Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu berkata, “Cukuplah dianggap pendusta apabila orang selalu menceritakan apa saja yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Abul Ahwash, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Cukuplah menjadi keudstaan pada diri seseorang yang senantiasa menceritakan semua berita yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Muhammad bin al-Mutsanna, Abdurrahman bin Mahdi berkata, “Seorang lelaki tidak akan menjadi pemimpin/imam yang diteladani sampai dia bisa menahan diri dari menceritakan sebagian berita yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Ubaidulllah bin Abdullah bin Utbah, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Tidaklah engkau menyampaikan kepada suatu kaum dengan sebuah hadits/pembicaraan yang tidak bisa dicapai oleh akal mereka melainkan pasti akan menimbulkan fitnah/kesalahpahaman pada sebagian mereka.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan muncul kelak di akhir umatku orang-orang yang menuturkan hadits kepada kalian yang tidak pernah didengar oleh kalian dan bapak-bapak kalian, maka berhati-hatilah kalian dari bahaya mereka itu.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Larangan berdusta atas nama Nabi

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian berdusta atas namaku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku, niscaua dia akan masuk neraka.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Dari al-Mughirah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak seperti berdusta atas nama siapapun. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya  ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa  kalian mengambil agama kalian.” (HR. Muslim dalam mukadimah shahihnya)

This entry was posted in Pemurnian Ajaran and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Berhati-Hati Dalam Menukil Berita

  1. Saya says:

    Jazaakalloohu khoyron atas remindernya. Sangat bermanfaat.

    ‘Afwan, nanya Ustadz…
    Beberapa teman saya bilang bahwa orang-orang sholih zaman Rosululloh Shollallohu ‘alayhi wa sallam dan para sahabat dulu mengamalkan pertanyaan ‘Kaifa imanuka?’
    Apakah hal itu ada haditsnya? Bila memang ada, bunyi haditsnya bagaimana, Ustadz? Dan jawaban apa yang sebaiknya disampaikan untuk pertanyaan ‘Kaifa imanuka’ tersebut? Jazaakallohu khoyron.

    Catatan: Saya tidak berani bertanya tentang haditsnya kpd mereka karena takut ada kesalahpahaman.

  2. Pingback: Berhati-Hati Dalam Menukil Berita « Manhaj Salaf Hanya Satu..!

  3. Abu Mushlih says:

    Memang para ulama salaf sangat perhatian terhadap iman mereka. Adapun pertanyaan tersebut apakah ada riwayat atau anjurannya, ana tidak tahu. Di antara ucapan mereka yang ana ingat -cuma lupa baca di kitab apa- adalah: Salah satu bukti kefakihan seorang hamba adalah dia mengetahui apakah imannya sedang naik atau sedang turun. Wallahu a’lam.

  4. seno prabowo says:

    tolong tuliskan dakwah2 terhadap keluarga dong akhy, karena ana sedang berusaha utk semampu ana/sesuai dengan kemampuan ana, untuk mendakwahkan keluarga ana. jadi ana bisa (izin) copas utk di sebarkan melalui facebook atau di print utk dakwah terhdap keluarga, biar bisa saya baca dan mereka juga dapat membacanya, semoga ana diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala agar dapat kembali lagi ke situs ini utk menunggu kabar dari antum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *