Catatan Penunjang Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula (2)

BAGIAN 2. PENJABARAN I’RAB

Review Pelajaran Terakhir:

Dalam bahasa arab, akhir kata itu bisa berubah, dan ada juga yang tetap. Peristiwa perubahan akhir kata ini disebut i’rab. Kata yang bisa berubah akhirannya disebut dengan kata yang mu’rab. Adapun peristiwa tetapnya akhir kata disebut dengan istilah bina’.  Kata yang senantiasa tetap keadaan akhirnya disebut dengan kata yang mabni.

Tahap Pertama:

Mengenal Macam-Macam I’rab

Sebagaimana sudah diterangkan di depan, bahwa dalam bahasa arab kata itu terbagi menjadi isim, fi’il dan harf. Apabila ditinjau dari keadaan akhir katanya masing-masing kata tersebut dapat dirinci sebagai berikut: [1] Isim, ada yang mu’rab –akhirannya bisa berubah- dan ada yang mabni -akhirannya selalu tetap-, [2] Fi’il, ada yang mu’rab dan ada yang mabni, [3] Harf, semuanya mabni.

Macam I’rab: I’rab ada 4 macam: rofa’, nashab, jer/khafdh, dan jazm. I’rab yang ada pada isim adalah rofa’, nashab, dan jer. Adapun i’rab yang ada pada fi’il adalah rofa’, nashab dan jazm. Kata yang i’rabnya rofa’ disebut marfu’. Kata yang i’rabnya nashab disebut manshub. Kata yang i’rabnya jer disebut majrur. Dan kata yang i’rabnya jazm disebut majzum. Maka isim itu ada yang marfu’, ada yang manshub, dan ada yang majrur (tidak ada isim majzum). Sedangkan fi’il, ada yang marfu’, ada yang manshub, dan ada yang majzum (tidak ada fi’il majrur).

Tahap Kedua:

Pengenalan Isim Mu’rab dan Isim Mabni

Isim Mu’rab: adalah isim yang akhir katanya bisa berubah karena perubahan kedudukan/jabatan kata (misal sebagai pelaku) atau karena adanya kata lain yang mendahuluinya (misal harf jer). Isim mu’rab ada 9, yaitu: isim mufrad, mutsanna, jamak mudzakar salim, jamak mu’annats salim, jamak taksir, maqshur, manqush, asma’ul khamsah, dan isim laa yansharif .

Isim Mabni: adalah isim yang akhir katanya senantiasa tetap meskipun kedudukan/jabatan katanya berubah atau didahului oleh kata-kata yang menyebabkan perubahan pada isim mu’rab. Isim mabni ada 5, yaitu: isim dhamir (kata ganti), isim maushul (kata sambung), isim isyarah (kata penunjuk), isim istifham (kata tanya), dan isim syarat (jika atau barangsiapa).

Tahap Ketiga:

Penjelasan Tanda-Tanda I’rab Pada Isim

Tanda i’rab pada isim terdiri dari tanda asal/pokok dan tanda cabang.

Tanda pokok i’rab pada isim adalah:

  1. Marfu’ dengan tanda dhommah; pada isim mufrad, jamak taksir, jamak mu’annats salim, dan isim laa yansharif
  2. Manshub dengan tanda fathah; pada isim mufrad, jamak taksir, dan isim laa yansharif
  3. Majrur dengan tanda kasrah; pada isim mufrad, jamak taksir, dan jamak mu’annats salim

Tanda cabang i’rab pada isim adalah sbb:

Tanda rofa’

  1. Marfu’ dengan tanda Alif; pada isim mutsanna
  2. Marfu’ dengan tanda Wawu; pada isim asma’ul khomsah dan jamak mudzakar salim
  3. Marfu’ dengan tanda Dhommah muqaddarah/dhommah yang tidak ditulis; pada isim maqshur dan manqush

Tanda nashab

  1. Manshub dengan tanda Ya’; pada isim mutsanna dan jamak mudzakar salim
  2. Manshub dengan tanda Alif; pada isim asma’ul khomsah
  3. Manshub dengan tanda Kasrah; pada isim jamak mu’annats salim
  4. Manshub dengan tanda Fathah muqaddarah; pada isim maqshur

Tanda jer

  1. Majrur dengan tanda Ya’; pada isim mutsanna dan jamak mudzakkar salim
  2. Majrur dengan tanda Fathah; pada isim laa yansharif
  3. Majrur dengan tanda Kasrah muqaddarah; pada isim maqshur dan manqush

Tahap Keempat:

Pengenalan Fi’il Mu’rab dan Fi’il Mabni

Fi’il Mu’rab: adalah fi’il yang akhir katanya bisa berubah karena disebabkan masuknya alat-alat penashob atau penjazem. Fi’il yang mu’rab mencakup; semua fi’il mudhari’ yang tidak bersambung dengan nun inats atau nun taukid.

Fi’il mudhari’ yang mu’rab ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Fi’il shohih akhir; yaitu yang akhirannya adalah huruf shohih (selain alif, wawu dan ta’)
  2. Fi’il mu’tal akhir; yaitu yang akhirannya adalah huruf ‘illat (alif, wawu atau ta’)
  3. Fi’il af’alul khomsah; yaitu yang akhirannya adalah huruf ‘illat dan nun

Fi’il Mabni: adalah fi’il yang akhir katanya senantiasa tetap meskipun dimasuki oleh alat penashob atau penjazem. Fi’il yang mabni mencakup; semua fi’il madhi, semua fi’il amr, dan fi’il mudhari’ yang bersambung dengan nun inats atau nun taukid.

Tahap Kelima:

Penjelasan Tanda-Tanda I’rab Pada Fi’il

Tanda i’rab pada fi’il adalah sebagai berikut:

Mudhari’ Shohih Akhir

  1. Marfu’ dengan tanda dhommah
  2. Manshub dengan tanda fathah
  3. Majzum dengan tanda sukun

Mudhari’ Mu’tal Akhir

  1. Marfu’ dengan tanda dhommah muqoddarah
  2. Manshub dengan tanda fathah pada mu’tal ya’ dan wawu sedangkan untuk mu’tal alif manshub dengan tanda fathah muqoddarah
  3. Majzum dengan tanda dihapus huruf terakhirnya/hadzful akhir

Mudhari’ Af’alul Khomsah

  1. Marfu’ dengan tetapnya huruf nun di akhir/tsubutun nun
  2. Manshub dengan dihapusnya huruf nun di akhir/hadzfun nun
  3. Majzum dengan dihapusnya huruf nun di akhir/hadzfun nun

This entry was posted in Penjabaran and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Catatan Penunjang Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula (2)

  1. Pingback: Tweets that mention Ustadz Ari Wahyudi: Catatan Penunjang Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula (2) -- Topsy.com

  2. jamil says:

    apa yang dimaksud dengan bina’fii’il mudhori’

  3. Abu Mushlih says:

    @ jamil; maksudnya keadaan akhir kata yang tetap pada fi’il mudhori

  4. Rina says:

    Assalamuaaiaikum WBT
    Selepas dari bahagian 1 dan bahagian 2 Untuk Pemula Bahasa Arab ini….apakah kesinambungan nya…terima kasih

  5. Abu Mushlih says:

    wa’alaikumussalam, afwan kami belum melanjutkannya lagi, semoga ke depan dimudahkan Allah, terima kasih atas masukannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *