<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Doa dan Dzikir</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/category/doa-dan-dzikir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 06:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mohonlah Kepada-Nya&#8230;</title>
		<link>http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 03:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Taubat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2310</guid>
		<description><![CDATA[Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada siapa pun di samping doamu kepada Allah.” (QS. al-Jin: 18) Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain &#8230; <a href="http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmohonlah-kepada-nya.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmohonlah-kepada-nya.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada siapa pun di samping doamu kepada Allah.”</em> (<strong>QS. al-Jin: 18</strong>)</p>
<p><span id="more-2310"></span></p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping doanya kepada Allah, yang jelas tidak ada bukti yang melandasinya, maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.”</em> (<strong>QS. al-Mukminun: 117</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Rabb kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka itu pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina.”</em> (<strong>QS. Ghafir: 60</strong>)</p>
<p>Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Allah berfirman; &#8216;Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.&#8217;.”</em> (<strong>HR. Bukhari [7405] dan Muslim [2675]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Rabb kita -tabaraka wa ta&#8217;ala- pada setiap malam turun ke langit terendah yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Allah mengatakan: Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan siapakah yang mau memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya.”</em> (<strong>HR. Muslim [758]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Allah -&#8217;azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah bentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya.”</em> (<strong>HR. Muslim [2759]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya pada setiap malam ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim menepati waktu itu dalam keadaan memohon kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kecuali Allah pasti akan memberikan apa yang dia minta kepadanya, dan hal itu terjadi setiap malam.”</em> (<strong>HR. Muslim [757]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjenguk salah seorang di antara kaum muslimin yang menderita sakit hingga badannya menjadi sangat lemah. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berkata, <em>“Apakah kamu pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah sebelum ini?”</em>. Dia menjawab, <em>“Iya. Dahulu aku pernah berdoa; Ya Allah, hukuman apa yang Kau tetapkan untukku di akhirat mohon Kau segerakan saja untukku di dunia ini [daripada nanti di akhirat, pent].&#8217;.”</em> Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Subhanallah! Kamu tidak akan sanggup menanggungnya -atau kamu tidak akan mampu menerimanya-, mengapa kamu tidak berdoa; &#8216;Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah aku dari siksa neraka.&#8217;?.”</em> Anas berkata: Lalu Nabi  mendoakan orang itu kemudian dia pun sembuh (<strong>HR. Muslim [2688]</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nata&#8217;ij al-Afkar fi Takhrij Ahadits al-Adzkar (download)</title>
		<link>http://abumushlih.com/nataij-al-afkar-fi-takhrij-ahadits-al-adzkar-download.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/nataij-al-afkar-fi-takhrij-ahadits-al-adzkar-download.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 02:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[al-Adzkar]]></category>
		<category><![CDATA[An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Download Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Takhrij]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1416</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, berikut ini adalah link ke halaman download sebuah kitab karya al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahullah- yang berjudul Nata&#8217;ij al-Afkar fi takhrij Ahadits al-Adzkar yang merupakan takhrij atas kitab al-Adzkar karya an-Nawawi -rahimahullah-. Bagi yang ingin menelaah kitab tersebut silahkan mendownloadnya. &#8230; <a href="http://abumushlih.com/nataij-al-afkar-fi-takhrij-ahadits-al-adzkar-download.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fnataij-al-afkar-fi-takhrij-ahadits-al-adzkar-download.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fnataij-al-afkar-fi-takhrij-ahadits-al-adzkar-download.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bismillah, berikut ini adalah link ke halaman download sebuah kitab karya al-Hafizh Ibnu Hajar -<em>rahimahullah</em>- yang berjudul <em>Nata&#8217;ij al-Afkar fi takhrij Ahadits al-Adzkar</em> yang merupakan takhrij atas kitab <em>al-Adzkar</em> karya an-Nawawi -<em>rahimahullah</em>-. Bagi yang ingin menelaah kitab tersebut silahkan mendownloadnya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><span id="more-1416"></span><a href="http://www.alsalafway.com/cms/books.php?action=books&amp;id=766" target="_blank">http://www.alsalafway.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/nataij-al-afkar-fi-takhrij-ahadits-al-adzkar-download.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istighfar Nabi dalam Sehari Semalam</title>
		<link>http://abumushlih.com/istighfar-nabi-dalam-sehari-semalam.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/istighfar-nabi-dalam-sehari-semalam.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 06:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Taubat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatu Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1319</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bukhari rahimahullah berkata di dalam Shahihnya, di kitab ad-Da&#8217;awaat: Bab. Istighfar Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam sehari semalam. Abul Yaman menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu&#8217;aib mengabarkan kepada kami dari az-Zuhr&#8217;i. Dia berkata: Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan &#8230; <a href="http://abumushlih.com/istighfar-nabi-dalam-sehari-semalam.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fistighfar-nabi-dalam-sehari-semalam.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fistighfar-nabi-dalam-sehari-semalam.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Imam Bukhari </span><em><span style="font-weight: normal;">rahimahullah</span></em><span style="font-weight: normal;"> berkata di dalam Shahihnya, di kitab </span><em><span style="font-weight: normal;">ad-Da&#8217;awaat</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">:</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Bab. Istighfar Nabi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> dalam sehari semalam. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Abul</span></span><em><span style="font-weight: normal;"> </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Yaman menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu&#8217;aib mengabarkan kepada kami dari az-Zuhr&#8217;i. Dia berkata: Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku. Dia berkata: Abu Hurairah -</span></span><em><span style="font-weight: normal;">radhiyallahu&#8217;anhu</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">- berkata: Aku mendengar Rasulullah </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> bersabda, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">“Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> (</span></span><em><span style="font-weight: normal;">Shahih Bukhari</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> cet. Maktabah al-Iman, hal. 1288. Hadits no 6307)</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><span id="more-1319"></span>Imam Muslim </span></span><em><span style="font-weight: normal;">rahimahullah</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> berkata di dalam Shahihnya, di kitab </span></span><em><span style="font-weight: normal;">adz-Dzikr wa ad-Du&#8217;aa&#8217; wa at-Taubah wa al-Istighfar</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">:</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata: Ghundar menuturkan kepada kami dari Syu&#8217;bah dari Amr bin Murrah dari Abu Burdah, dia berkata: Aku mendengar al-Agharr dan dia adalah termasuk sahabat Nabi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> ketika dia menyampaikan hadits kepada Ibnu Umar. Ketika itu dia berkata: Rasulullah </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> bersabda, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">“Wahai umat manusia, bertaubatlah kepada Allah. Karena sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari kepada-Nya seratus kali.”</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> (</span></span><em><span style="font-weight: normal;">Shahih Muslim</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> yang dicetak bersama syarahnya jilid 8, hal. 293. Hadits no 2702)</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">an-Nawawi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">rahimahullah</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> berkata setelah menjelaskan kandungan hadits ini, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">“Adapun kita -apabila dibandingkan dengan Nabi- maka sesungguhnya kita ini jauh lebih membutuhkan istighfar dan taubat  -daripada beliau-&#8230;”</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> (</span></span><em><span style="font-weight: normal;">Syarh Muslim</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> [8/293]). Benarlah apa yang dikatakan oleh an-Nawawi, semoga Allah merahmati dan mengampuni kita dan beliau&#8230;</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Imam Bukhari </span></span><em><span style="font-weight: normal;">rahimahullah</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> meriwayatkan dengan sanadnya dari Ahmad bin Yunus dari Abu Syihab dari al-A&#8217;masy dari &#8216;Umarah bin &#8216;Umair dari al-Harits bin Suwaid dari Abdullah bin Mas&#8217;ud </span></span><em><span style="font-weight: normal;">radhiyallahu&#8217;anhu</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">, beliau berkata, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti orang yang sedang duduk di bawah kaki bukit dan khawatir kalau-kalau bukit itu akan runtuh menimpanya. Adapun orang yang fajir/pendosa maka dia melihat dosa-dosanya seolah-olah seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya lalu dia usir dengan cara begini.”</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> Abu Syihab berkata, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">“Maksudnya adalah dengan sekedar menggerakkan tangan di atas hidungnya.”</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> … (lihat </span></span><em><span style="font-weight: normal;">Shahih Bukhari</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">, hal. 1288)</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Marilah kita hidupkan Sunnah/ajaran yang telah banyak ditinggalkan manusia ini, </span></span><em><span style="font-weight: normal;">ayyuhal ikhwah</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> -wahai saudaraku- semoga Allah menggolongkan kita di antara hamba-hamba-Nya yang beruntung. </span></span><em><span style="font-weight: normal;">Wa tuubuu ilallaahi jamii&#8217;an ayyuhal mu&#8217;minuuna la&#8217;allakum tuflihuun&#8230;</span></em></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></em></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; font-weight: normal;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/istighfar-nabi-dalam-sehari-semalam.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seribu kebaikan dalam sehari</title>
		<link>http://abumushlih.com/seribu-kebaikan-dalam-sehari.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/seribu-kebaikan-dalam-sehari.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 22:33:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>
		<category><![CDATA[Tasbih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan : حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ وَعَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ مُوسَى الْجُهَنِيِّ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا مُوسَى الْجُهَنِيُّ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي &#8230; <a href="http://abumushlih.com/seribu-kebaikan-dalam-sehari.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fseribu-kebaikan-dalam-sehari.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fseribu-kebaikan-dalam-sehari.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan :</p>
<p style="text-align:right;">حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ وَعَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ مُوسَى الْجُهَنِيِّ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا مُوسَى الْجُهَنِيُّ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ قَالَ يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ</p>
<p><span id="more-820"></span>Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata: Marwan dan Ali bin Mus-hir menuturkan kepada kami dari Musa al-Juhani. Sedangkan dari jalan yang lain Imam Muslim mengatakan: Muhammad bin Abdullah bin Numair menuturkan kepada kami dengan lafaz darinya, dia berkata: Musa al-Juhani menuturkan kepada kami dari Mush&#8217;ab bin Sa&#8217;d. Dia mengatakan: Ayahku menuturkan kepadaku, dia berkata: Dahulu kami berada di sisi Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, kemudian beliau mengatakan, &#8220;Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan?&#8221;. Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, &#8220;Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?&#8221;. Beliau menjawab, &#8220;Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.&#8221; (HR. Muslim dalam Kitab adz-Dzikr wa ad-Du&#8217;a wa at-Taubah wa al-Istighfar)</p>
<p>Hadits yang agung ini mengandung pelajaran:</p>
<ol>
<li> Betapa luasnya rahmat Allah ta&#8217;ala sehingga dengan amal yang sedikit seorang bisa mendapatkan balasan yang begitu banyak</li>
<li> Manusia bisa melakukan seribu kebaikan setiap hari, bahkan lebih dari itu pun mampu, dengan izin dari Allah tentunya</li>
<li> Salah satu cara mengajar yang diajarkan oleh Nabi adalah dengan metode tanya-jawab</li>
<li> Keutamaan membaca tasbih</li>
<li> Amal salih merupakan sebab bertambahnya keimanan</li>
<li> Amal salih merupakan sebab terhapusnya dosa</li>
<li> Iman tentang adanya pencatatan amal</li>
<li> Keutamaan berkumpul dengan orang-orang salih</li>
<li> Pentingnya dzikir kepada Allah dan besarnya keutamaannya</li>
<li> Dan faidah lainnya yang belum saya ketahui, wallahu a&#8217;lam. Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/seribu-kebaikan-dalam-sehari.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Riwayat Doa Masuk Rumah</title>
		<link>http://abumushlih.com/kelemahan-riwayat-doa-masuk-rumah.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kelemahan-riwayat-doa-masuk-rumah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 01:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Syaitan]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan di dalam Sunannya : حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْفٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ ابْنُ عَوْفٍ وَرَأَيْتُ فِي أَصْلِ إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي ضَمْضَمٌ عَنْ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kelemahan-riwayat-doa-masuk-rumah.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkelemahan-riwayat-doa-masuk-rumah.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkelemahan-riwayat-doa-masuk-rumah.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan di dalam Sunannya :</p>
<p style="text-align:right;">حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْفٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ ابْنُ عَوْفٍ وَرَأَيْتُ فِي أَصْلِ إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي ضَمْضَمٌ عَنْ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَلَجَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ</p>
<p><span id="more-785"></span>Ibnu Auf menuturkan kepada kami. Dia berkata; Muhammad bin Isma&#8217;il menuturkan kepada kami. Dia berkata; Ayahku menuturkan kepadaku. Ibnu Auf mengatakan; Aku melihat pada sumber -kitab-nya adalah -dari riwayat- Isma&#8217;il, dia berkata; Dhamdham menuturkan kepadaku dari Syuraih dari Abu Malik al-Asy&#8217;ari -radhiyallahu&#8217;anhu- dia berkata; Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Apabila salah seorang masuk ke rumahnya hendaknya dia membaca &#8216;Allahumma inni as&#8217;aluka khairal maulaj wa khairal makhraj Bismillahi walajnaa wabismillahi kharajnaa wa &#8216;alallahi Rabbinaa tawakkalnaa&#8217; kemudian hendaknya dia mengucapkan salam kepada penghuninya.&#8221; (HR. Abu Dawud [4432], at-Thabrani dalam al-Mu&#8217;jam al-Kabir [3378]. al-Albani mensahihkan sanadnya dalam as-Shahihah [225] dan dinilainya sahih dalam Sahih al-Jami&#8217; [839], namun dilemahkan olehnya dalam Dha&#8217;if Sunan Abi Dawud [1086], sedangkan Abdul Qadir al-Arna&#8217;uth menghasankannya, sebagaimana dalam Raudhat al-Muhadditsin [4579] as-Syamilah)</p>
<p>Periwayat hadits :</p>
<ol>
<li> Abu Malik al-Asy&#8217;ari. Sahabat, wafat tahun 18 H. Rawi Abu Dawud, Nasa&#8217;i, Ibnu Majah, dan Bukhari secara mu&#8217;allaq.</li>
<li> Syuraih bin Ubaid al-Himshi, tabi&#8217;in menengah. Wafat setelah tahun 100 H. Rawi Abu Dawud, Nasa&#8217;i dan Ibnu Majah. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Beliau ini tsiqah namun hadisnya banyak yang mursal.&#8221; (Taqrib [1/416]). Ahmad bin Hanbal mengatakan, &#8220;Tabi&#8217;in dari Syam, tsiqoh.&#8221; an-Nasa&#8217;i mengatakan, &#8220;Tsiqoh.&#8221; Ibnu Abi Hatim di dalam al-Marasil mengatakan dari Bapaknya, &#8220;Riwayatnya dari Abu Malik al-Asy&#8217;ari adalah mursal.&#8221; adz-Dzahabi mengatakan, &#8220;Yahya bin Ma&#8217;in mentsiqohkannya, sedangkan Abu Hatim melemahkannya.&#8221; (Mizan al-I&#8217;tidal [2/231])</li>
<li> Dhamdham bin Zur&#8217;ah al-Himshi, semasa dengan tabi&#8217;in kecil. Rawi Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Tafsirnya. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Shaduq namun sering keliru.&#8221;</li>
<li> Isma&#8217;il bin Iyasy, Abu Utbah al-Himshi. Tabi&#8217;it tabi&#8217;in menengah, wafat tahun 181 atau 182 H. Rawi Abu Dawud, an-Nasa&#8217;i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Bukhari dalam Juz Raf&#8217;ul yadain. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Beliau shaduq dalam meriwayatkan dari penduduk negerinya, namun mukhtalith untuk selain mereka.&#8221;</li>
<li> Muhammad bin Isma&#8217;il bin Iyasy al-Himshi. Periwayat senior yang mengambil hadits dari tabi&#8217;it tabi&#8217;in. Rawi Abu Dawud. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Mereka mencelanya karena meriwayatkan hadits dari bapaknya padahal tidak mendengarnya secara langsung.&#8221;</li>
<li> Muhammad bin Auf bin Sufyan at-Tha&#8217;i al-Himshi. Periwayat menengah yang mengambil hadits dari tabi&#8217;it tabi&#8217;in, wafat tahun 272 atau 273 di Himsh. Rawi Abu Dawud dan an-Nasa&#8217;i dalam Musnad Ali. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Tsiqoh, hafiz.&#8221; (Biografi perawi ini dinukil dari aplikasi Ruwat at-Tahdzibain Maktabah as-Syamilah)</li>
</ol>
<p>Derajat hadits :<br />
Pada awalnya Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini dalam takhrij al-Kalim at-Thayyib [61] kemudian beliau ruju&#8217; dan mendha&#8217;ifkannya, dan membuangnya dari Sahih al-Kalim at-Thayyib cetakan ke delapan (lihat Koreksi Ulang Syaikh Albani, hal. 120). Hal itu beliau lakukan dimungkinkan karena keberadaan Syuraih bin Ubaid al-Himshi yang dilemahkan oleh Abu Hatim dan beliau dengan tegas mengatakan bahwa haditsnya dari Abu Malik al-Asy&#8217;ari adalah mursal sebagaimana dinukil oleh Abdurrahman bin Abi Hatim -anaknya- di dalam Marasil-nya. Di tempat yang lain, Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, &#8220;Syuraih bin Ubaid tidak mendengar hadits dari Abu Malik al-Asy&#8217;ari, sebagaimana sudah berlalu keterangannya berulang kali&#8230;&#8221; (ad-Dha&#8217;ifah [3031]). Walaupun dalam hal ini, Yahya bin Ma&#8217;in mentsiqohkannya. Dari sini kita mengetahui bahwa para ulama jarh wa ta&#8217;dil berselisih mengenai status Syuraih bin Ubaid ini. Kaidah umum yang berlaku dalam hal ini adalah, &#8216;Jarh yang diperinci itu didahulukan daripada ta&#8217;dil yang bersifat umum. Demikian pula ta&#8217;dil lebih didahulukan daripada jarh yang mubham/tidak dijelaskan sebabnya&#8217; (lihat Dhawabith al-Jarh wa at-Ta&#8217;dil, hal. 47). Sehingga karena adanya kelemahan inilah maka pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah hadits ini dha&#8217;if/lemah, maka tepatlah apabila Syaikh al-Albani rahimahullah menempatkannya di dalam Dha&#8217;if Sunan Abu Dawud.</p>
<p><strong>Riwayat yang sahih</strong><br />
Terdapat riwayat yang sahih mengenai dzikir ketika masuk rumah, sebagaimana yang dikeluarkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam Sahihnya :</p>
<p style="text-align:right;">و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ يَعْنِي أَبَا عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ</p>
<p>Muhammad bin al-Mutsanna al-Anazi menuturkan kepada kami, dia berkata; ad-Dhahhak yaitu Abu Ashim menuturkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dia berkata; Abu Zubair mengabarkan kepadaku dari Jabir bin Abdullah bahwa dia mendengar Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Apabila seseorang hendak masuk rumahnya kemudian dia berzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika akan menyantap makanan maka syaitan akan mengatakan -kepada pengikutnya-, &#8216;Kalian tidak bisa tidur di sini dan tidak pula mendapatkan bagian makanan&#8217;. Kemudian apabila dia memasuki rumahnya namun tidak berzikir kepada Allah ketika masuknya maka syaitan akan berkata, &#8216;Kalian bisa menginap malam ini&#8217;. Dan apabila dia tidak berzikir kepada Allah ketika menyantap makanan maka syaitan akan mengatakan, &#8216;Kalian bisa menginap dan makan di sini.&#8217;.&#8221; (HR. Muslim dalam Kitab al-Asyribah, diriwayatkan pula oleh Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, lihat Syarh Sahih al-Adab al-Mufrad [3/219])</p>
<p>Yang dimaksud dengan berzikir kepada Allah ketika masuk rumah, yang tampak bagi saya adalah -wallahu a&#8217;lam- yaitu dengan mengucapkan salam berdasarkan hadits-hadits lainnya, oleh sebab itu al-Bukhari rahimahullah mencantumkan hadits ini di dalam al-Adab al-Mufrad setelah membawakan hadits-hadits tentang salam ketika masuk rumah. Atau dengan membaca bismillah, sebagaimana yang dinyatakan oleh an-Nawawi rahimahullah (lihat Shahih al-Adzkar, hal. 32). Atau makna yang lebih luas lagi; asalkan mengingat Allah ketika memasukinya -berdasarkan keumuman makna ungkapannya- . Namun makna yang terakhir ini tidak tepat sebab hal itu akan menyebabkan setiap orang akan membaca apa saja semaunya. Wallahu waliyyut taufiq.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kelemahan-riwayat-doa-masuk-rumah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meminta kebaikan dunia dan akhirat</title>
		<link>http://abumushlih.com/meminta-kebaikan-dunia-dan-akhirat.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/meminta-kebaikan-dunia-dan-akhirat.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 23:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya : Zuhair bin Harb menuturkan kepadaku. Dia berkata; Isma&#8217;il -yaitu Ibnu &#8216;Ulayyah- menuturkan kepada kami dari Abdul Aziz -yaitu Ibnu Shuhaib-, dia berkata; Qatadah bertanya kepada Anas, &#8220;Doa apakah yang paling banyak dipanjatkan &#8230; <a href="http://abumushlih.com/meminta-kebaikan-dunia-dan-akhirat.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmeminta-kebaikan-dunia-dan-akhirat.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmeminta-kebaikan-dunia-dan-akhirat.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :</p>
<p>Zuhair bin Harb menuturkan kepadaku. Dia berkata; Isma&#8217;il -yaitu Ibnu &#8216;Ulayyah- menuturkan kepada kami dari Abdul Aziz -yaitu Ibnu Shuhaib-, dia berkata; Qatadah bertanya kepada Anas, &#8220;Doa apakah yang paling banyak dipanjatkan oleh Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam?&#8221;. Maka Anas menjawab, &#8220;Doa yang paling sering beliau panjatkan adalah &#8216;Allahumma aatinaa fid dun-ya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa &#8216;adzaban naar&#8217; (Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka).&#8221; Qatadah mengatakan, &#8220;Merupakan kebiasaan Anas apabila ingin memanjatkan doa maka beliau berdoa dengan doa itu. Kemudian apabila dia ingin meminta sesuatu maka beliau menyertainya dengan doa ini&#8221; (HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du&#8217;a wa at-Taubah wa al-Istighfar, lihat Shahih Muslim cet. Dar al-Kutub al-Ilmiyah, hal. 1037)</p>
<p><span id="more-756"></span>Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran kepada kita :</p>
<ol>
<li>Besarnya semangat para ulama salaf dalam meneladani Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</li>
<li>Doa merupakan ibadah</li>
<li>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah sosok yang sangat bergantung dan berharap kepada Rabbnya oleh sebab itu beliau banyak berdoa kepada-Nya</li>
<li>Doa harus ditujukan kepada Allah, tidak boleh ditujukan kepada selain-Nya</li>
<li>Diperintahkan untuk meminta kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat</li>
<li>Diperintahkan untuk berdoa berlindung dari siksa neraka</li>
<li>Iman kepada perkara gaib</li>
<li>Dan faidah lain yang belum saya ketahui, wallahu a&#8217;lam. Wa shallallahu &#8216;ala nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/meminta-kebaikan-dunia-dan-akhirat.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Majelis Dzikir</title>
		<link>http://abumushlih.com/keutamaan-majelis-dzikir.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/keutamaan-majelis-dzikir.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 01:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[Tahlil]]></category>
		<category><![CDATA[Tahmid]]></category>
		<category><![CDATA[Tasbih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ &#8230; <a href="http://abumushlih.com/keutamaan-majelis-dzikir.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkeutamaan-majelis-dzikir.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkeutamaan-majelis-dzikir.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :</p>
<p style="text-align:right;">حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ<br />
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ فَيَقُولُونَ جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الْأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ قَالَ وَمَاذَا يَسْأَلُونِي قَالُوا يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ قَالَ وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي قَالُوا لَا أَيْ رَبِّ قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي قَالُوا وَيَسْتَجِيرُونَكَ قَالَ وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي قَالُوا مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ قَالَ وَهَلْ رَأَوْا نَارِي قَالُوا لَا قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي قَالُوا وَيَسْتَغْفِرُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا قَالَ فَيَقُولُونَ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ قَالَ فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هُمْ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ</p>
<p><span id="more-667"></span></p>
<p>Muhammad bin Hatim bin Maimun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Bahz menuturkan kepada kami. Dia berkata; Wuhaib menuturkan kepada kami. Dia berkata; Suhail menuturkan kepada kami dari ayahnya dari Abu Hurairah radhiyallahu&#8217;anhu dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, beliau bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta&#8217;ala memiliki para malaikat khusus yang senantiasa berkeliling mencari di mana adanya majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemukan sebuah majelis yang padanya terdapat dzikir maka mereka pun duduk bersama orang-orang itu dan meliputi mereka satu sama lain dengan sayap-sayapnya sampai-sampai mereka memenuhi jarak antara orang-orang itu dengan langit terendah, kemudian apabila orang-orang itu telah bubar maka mereka pun naik menuju ke atas langit.&#8221; Nabi berkata, &#8220;Maka Allah &#8216;azza wa jalla pun bertanya kepada mereka sedangkan Dia adalah yang paling mengetahui keadaan mereka, &#8216;Dari mana kalian datang?&#8217;. Para malaikat itu menjawab, &#8216;Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu yang ada di bumi. Mereka mensucikan-Mu (bertasbih), mengagungkan-Mu (bertakbir), mengucapkan tahlil, dan memuji-Mu (bertahmid), serta meminta (berdo&#8217;a) kepada-Mu.&#8217; Lalu Allah bertanya, &#8216;Apa yang mereka minta kepada-Ku?&#8217;. Para malaikat itu menjawab, &#8216;Mereka meminta kepada-Mu surga-Mu.&#8217; Allah bertanya, &#8216;Apakah mereka telah melihat surga-Ku?&#8217;. Mereka menjawab, &#8216;Belum wahai Rabbku.&#8217; Allah mengatakan, &#8216;Lalu bagaimana lagi jika mereka benar-benar telah melihat surga-Ku?&#8217;. Para malaikat itu berkata, &#8216;Mereka juga meminta perlindungan kepada-Mu.&#8217; Allah bertanya, &#8216;Dari apakah mereka meminta perlindungan-Ku?&#8217;. Mereka menjawab, &#8216;Mereka berlindung dari neraka-Mu, wahai Rabbku&#8217;. Maka Allah bertanya, &#8216;Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?&#8217;. Mereka menjawab, &#8216;Belum, wahai Rabbku.&#8217; Lalu Allah mengatakan, &#8216;Lalu bagaimanakah lagi jika mereka telah melihat neraka-Ku.&#8217; Mereka mengatakan, &#8216;Mereka meminta ampunan kepada-Mu.&#8217; Maka Allah mengatakan, &#8216;Sungguh Aku telah mengampuni mereka. Dan Aku telah berikan apa yang mereka minta dan Aku lindungi mereka dari apa yang mereka minta untuk berlindung darinya.&#8217;.&#8221; Nabi bersabda, &#8220;Para malaikat itu berkata, &#8216;Wahai Rabbku, di antara mereka ada si fulan, seorang hamba yang telah banyak melakukan dosa, sesungguhnya dia hanya lewat kemudian duduk bersama mereka.&#8217;.&#8221; Nabi mengatakan, &#8220;Maka Allah berfirman, &#8216;Dan kepadanya juga Aku akan ampuni. Orang-orang itu adalah sebuah kaum yang teman duduk mereka tidak akan binasa.&#8217;.&#8221; (HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du&#8217;a wa at-Taubah wa al-Istighfar, hadits no. 2689, lihat Syarh Muslim [8/284-285] cetakan Dar Ibn al-Haitsam)</p>
<p>Hadits yang mulia ini memberikan banyak pelajaran penting bagi kita, di antaranya adalah :</p>
<ol>
<li> Hadits ini menunjukkan tentang keutamaan dzikir dan majelis dzikir serta duduk bersama orang-orang yang berdzikir (Syarh Nawawi [8/285])</li>
<li>Hadits ini juga menunjukkan keutamaan duduk bersama orang-orang soleh (Syarh Nawawi [8/285])</li>
<li>Di dalamnya juga terkandung iman kepada para malaikat dan bahwasanya mereka itu adalah makhluk nyata bukan khayalan, dan malaikat tersebut memiliki sayap. Dan Allah tidak membutuhkan malaikat</li>
<li>Hadits ini juga menunjukkan disyari&#8217;atkannya membuat majelis dzikir yang di dalamnya mereka mengingat Allah, memuji, dan mengagungkan-Nya, mensucikan dan memohon ampunan-Nya. Namun ini bukan berarti berdzikir secara berjama&#8217;ah yang banyak dikenal oleh orang pada jaman sekarang. Yang dimaksud adalah memperbanyak dzikir tersebut secara sendiri-sendiri di dalam majelis tersebut tanpa perlu dikomando. Hal ini berdasarkan atsar Ibnu Mas&#8217;ud radhiyallahu&#8217;anhu yang mengingkari perbuatan orang-orang yang melakukan hal semacam itu. Dan hendaknya dzikir itu dengan suara yang pelan, tidak perlu dikeras-keraskan.</li>
<li>Hadits ini juga menunjukkan keutamaan bacaan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir dibandingkan bacaan dzikir yang lain.</li>
<li>Penetapan sifat Allah al-Kalam/berbicara demikian juga al-&#8217;Ilmu/mengetahui</li>
<li>Disyari&#8217;atkannya berdoa kepada Allah agar masuk surga dan selamat dari neraka</li>
<li>Di dalamnya juga terkandung dorongan untuk beramal saleh supaya masuk ke dalam surga</li>
<li>Di dalamnya juga terkandung peringatan dan ancaman agar menjauhi amal-amal buruk aagar tidak terjerumus ke neraka</li>
<li>Surga dipenuhi dengan kenikmatan sedangkan neraka dipenuhi dengan kesengsaraan</li>
<li>Iman kepada surga dan neraka</li>
<li>Hadits ini menunjukkan keutamaan beriman kepada perkara gaib</li>
<li>Penetapan salah satu nama Allah yaitu Rabb</li>
<li>Bolehnya menyeru Allah dengan lafazh Ya Rabbi (wahai Rabbku)</li>
<li>Disyari&#8217;atkannya untuk meminta ampunan kepada Allah</li>
<li>Hadits ini juga menunjukkan kemurahan Allah ta&#8217;ala</li>
<li>Hadits ini menunjukkan bahwa Allah itu tinggi berada di atas langit</li>
<li>Duduk di majelis ilmu merupakan sebab terampuninya dosa dan terkabulnya doa</li>
<li>Dan faidah lainnya yang belum saya ketahui, wallahu a&#8217;lam. Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/keutamaan-majelis-dzikir.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat Istikhoroh</title>
		<link>http://abumushlih.com/sholat-istikhoroh.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/sholat-istikhoroh.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 01:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Istikhoroh]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Taqdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Jabir bin Abdullah radhiyallahu&#8217;anhuma mengatakan, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ &#8230; <a href="http://abumushlih.com/sholat-istikhoroh.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsholat-istikhoroh.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsholat-istikhoroh.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Jabir bin Abdullah radhiyallahu&#8217;anhuma mengatakan,</p>
<p><span id="more-630"></span></p>
<p style="text-align:right;">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ (رواه البخاري)</p>
<p>Rasulullah shollallahu &#8216;alaihi wa sallam mengajarkan kami istikhoroh dalam segala macam urusan sebagaimana beliau shollallahu &#8216;alaihi wa sallam mengajarkan surat dari Al Quran. Beliau berkata: “Jika salah satu dari kalian menghendaki suatu urusan, maka hendaknya dia ruku&#8217; dua kali (mendirikan sholat 2 raka&#8217;at) selain yang diwajibkan (maksudnya sholat sunnah) kemudian katakan:</p>
<p style="text-align:right;">اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي</p>
<p>&#8220;Ya Allah sesungguhnya aku beristikhoroh (meminta pilihan) kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karuniamu yang agung, maka sesungguhnya Engkau berkuasa sementara aku tidak memiliki kekuasaan, dan Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau mengetahui yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwasanya perkara ini adalah kebaikan untukku dalam urusan agamaku dan kehidupanku dan akibat dari urusanku ini &#8216; -atau beliau berkata : &#8216;urusanku dalam waktu yang dekat atau yang lama&#8217;- maka berikanlah aku kekuatan untuk melakukannya, dan mudahkan aku dalam mengerjakannya, dan berkahilah aku dengannya. Dan apabila Engkau mengetahui bahwasanya perkara ini adalah keburukan bagiku dalam urusan agamaku dan kehidupanku dan akibat dari urusanku ini&#8217;-atau beliau berkata &#8216;urusanku yang dalam waktu dekat atau yang lama– maka palingkanlah dia (urusan itu) dariku dan palingkan aku darinya, dan tadirkanlah untukku kebaikan di mana pun dia berada, kemudian jadikanlah aku ridho dengannya&#8217;.</p>
<p>Kemudian baru dia menyebutkan keperluannya (diriwayatkan Bukhori di dalam kitab shohihnya)</p>
<p>Faidah dari hadits ini:</p>
<ol>
<li>Rasulullah shollallahu &#8216;alaihi wa sallam mengajarkan istikhoroh. Istikhoroh di sini berkaitan dengan perkara dunia yang dihukumi mubah, dan bukan untuk perkara yang hukumnya wajib atau mustahab. Karena jika suatu ibadah yang disyari&#8217;atkan, maka tidak memerlukan istikhoroh, karena ibadah yang disyariatkan sudah jelas maslahatnya bila dijalankan sesuai aturan syari&#8217;at yang ada. Sedangkan untuk perkara dunia yang dihukumi mubah, maka kita tidak mengetahui secara pasti maslahatnya, bisa jadi dia membawa kita kepada suatu maslahat atau malah mendatangkan mudhorot bagi diri kita. Karena itu kita diajarkan untuk istikhoroh kepada Allah karena Allah &#8216;azza wa jalla adalah Al &#8216;Aliim dan &#8216;allaamul ghuyub. Dan Dia Maha mengetahui apa yang baik bagi hamba-Nya.</li>
<li>Rasulullah shollallahu &#8216;alaihi wa sallam mengajarkan istikhoroh sebagaimana beliau mengajarkan ayat Al Quran. Ini menunjukkan pentingnya istikhoroh. Seolah-olah kedudukannya seperti ayat Al Quran, sehingga kita bisa memahami betapa pentingnya beristikhoroh.</li>
<li>Disyariatkannya sholat untuk istikhoroh. Dan sholat ini bisa berupa sholat tambahan (rowatib), atau sholat tahiyatul masjid, dan sholat sunnah lainnya.</li>
<li>Bahwa ilmu dan qudroh hanyalah milik Allah &#8216;azza wa jalla semata. Maka kita meminta-Nya untuk memilihkan untuk kita apa yang baik bagi kita dengan ilmu dan qudroh-Nya.</li>
<li>Bahwa baiknya suatu urusan itu kembali pada tiga hal, yaitu baik bagi urusan agamanya, kehidupan dunianya, dan akibat dari urusan yang dia minta dipilihkan. Maka suatu urusan harus memiliki maslahat dalam urusan agama, karena itu penyebutannya didahulukan dalam doa ini. Kemudian baik bagi kehidupan maksudnya kehidupan dunianya. Dan kemudian baik bagi akibat dari urusan ini. Karena terkadang seseorang menghendaki urusannya ini memiliki akibat yang baik, namun akibatnya di masa datang justru tidak baik.</li>
<li>Dijelaskannya adab berdo&#8217;a dalam hadits ini. Yaitu dengan melakukan tasmiyah terlebih dahulu. Yaitu menyebut nama Allah atau  menyebut salah satu nama Allah yang husna.</li>
<li>Kita diperintahkan untuk memohon kekuatan kepada Allah dalam menjalani kebaikan dan meminta dipalingkan dari perkara yang tidak baik.</li>
</ol>
<p>(Dikutip dari Fathul Baari karya Ibnu Hajar Al Asqolani dan Syarh Hishnul Muslim)</p>
<p>Penulis : Taufan Ali N. (Santri Ma&#8217;had al-&#8217;Ilmi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/sholat-istikhoroh.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Meminta Kebaikan</title>
		<link>http://abumushlih.com/doa-meminta-kebaikan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/doa-meminta-kebaikan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 04:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=618</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya : حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ الْقُطَعِيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونِ عَنْ قُدَامَةَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ &#8230; <a href="http://abumushlih.com/doa-meminta-kebaikan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdoa-meminta-kebaikan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdoa-meminta-kebaikan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :</p>
<p><span id="more-618"></span></p>
<p style="text-align:right;">حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ الْقُطَعِيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونِ عَنْ قُدَامَةَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ<br />
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ</p>
<p style="text-align:left;">Ibrahim bin Dinar menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abu Qathan Amr bin al-Haitsam al-Qutha&#8217;i menuturkan kepada kami dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah al-Majisyun dari Quadamah bin Musa dari Abu Shalih as-Samman dari Abu Hurairah -radhiyallahu-anhu- dia berkata; Dahulu Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam biasa membaca doa, &#8216;Allahumma ash-lih lii diinii alladzi huwa &#8216;ishmatu amri, wa ash-lih lii dun-yaaya alladzi fiihaa ma&#8217;aasyii, wa ash-lih lii aakhiratii allatii fiihaa ma&#8217;aadii, waj&#8217;alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khairin, waj&#8217;alil mauta raahatan lii min kulli syarrin&#8217; (Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku karena ia adalah pokok penjaga urusanku, dan perbaikilah perkara duniaku karena ia adalah tempat penghidupanku, dan perbaikilah akhiratku karena ia aalah tempat kembaliku. Dan jadikanlah kehidupan yang masih tersisa ini sebagai tambahan kebaikan bagiku dalam segala bentuk kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai titik peristirahatanku dari segala keburukan) (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Periwayat hadits :</strong></p>
<ol>
<li> Ibrahim bin Dinar; Abu Ishaq at-Tamar, al-Baghdadi. Wafat tahun 232 H. Rawi Muslim. Ibnu Hajar berkomentar tentangnya, &#8220;Tsiqah.&#8221; adz-Dzahabi mengatakan, &#8220;Tsiqah, tsabt.&#8221;</li>
<li>Abu Qathan Amr bin al-Haitsam al-Qutha&#8217;i, al-Bashri. Shighar atba&#8217;it tabi&#8217;in, wafat sekitar tahun 200 H di Bashrah. Rawi kutubus sittah selain Bukhari, Bukhari meriwayatkan darinya di dalam al-Adab al-Mufrad. Ibnu Hajar berkata, &#8220;Shaduq.&#8221; adz-Dzahabi berkata, &#8220;Shaduq tapi terpengaruh paham Qadariyah.&#8221;</li>
<li>Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah, Abu Abdillah al-Faqih. Termasuk kibar atba&#8217;it tabi&#8217;in, wafat tahun 164 H di Baghdad. Rawi kutubus sittah. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Tsiqah.&#8221; adz-Dzahabi mengatakan, &#8220;Dia adalah seorang imam yang diagungkan.&#8221;</li>
<li>Qudamah bin Musa, al-Makki lalu al-Madani, imam masjid Nabawi. Termasuk shighar tabi&#8217;in, wafat tahun 153 H. Rawi Bukhari secara mu&#8217;allaq, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Ibnu Hajar berkata, &#8220;Tsiqah.&#8221;</li>
<li>Abu Shalih as-Samman, namanya Dzakwan, bapak dari Suhail bin Abu Shalih. Tabi&#8217;in menengah, wafat tahun 101 H. Rawi kutubus sittah. Ibnu Hajar mengatakan, &#8220;Tsiqah, tsabt.&#8221; adz-Dzahabi mengatakan, &#8220;Tergolong imam yang terpercaya.&#8221;</li>
<li>Abu Hurairah ad-Dausi al-Yamani, penghafal hadits di kalangan para shahabat. Wafat tahun 57 H. Rawi kutubus sittah. Semua biografi ini diambil dari Ruwat Tahdzibain Maktabah Syamilah</li>
</ol>
<p><strong>Derajat hadits :</strong><br />
Hadits ini adalah hadits yang shahih dan termasuk menduduki martabat shahih yang tertinggi setelah hadits-hadits yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim dan setelah hadits yang disebutkan oleh Bukhari saja di dalam Shahihnya. Dishahihkan oleh Imam Muslim, kemudian juga diikuti oleh Syaikh al-Albani dalam Takhrij al-Misykat 2483 dan Shahih al-Jami&#8217; 1263, as-Syamilah.</p>
<p><strong>Faedah hadits :</strong><br />
Dianjurkan untuk sering-sering membaca doa tersebut karena di dalamnya telah tercakup kebaikan yang sangat banyak, meliputi kebaikan dalam hal agama, dunia, dan juga kebaikan di akhirat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/doa-meminta-kebaikan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERBANYAK DOA KETIKA SUJUD</title>
		<link>http://abumushlih.com/perbanyak-doa-ketika-sujud.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/perbanyak-doa-ketika-sujud.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 23:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Sujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam Shahihnya; Harun bin Ma&#8217;ruf dan Amr bin Sawad menuturkan kepada kami. Mereka berdua berkata; Abdullah bin Wahb menuturkan kepada kami dari Amr bin al-Harits dari &#8216;Umarah bin Ghaziyah dari Sumayy bekas budak Abu Bakr, bahwa &#8230; <a href="http://abumushlih.com/perbanyak-doa-ketika-sujud.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fperbanyak-doa-ketika-sujud.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fperbanyak-doa-ketika-sujud.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam Shahihnya; Harun bin Ma&#8217;ruf dan Amr bin Sawad menuturkan kepada kami. Mereka berdua berkata; Abdullah bin Wahb menuturkan kepada kami dari Amr bin al-Harits dari &#8216;Umarah bin Ghaziyah dari Sumayy bekas budak Abu Bakr, bahwa dia mengatakan pernah mendengar Abu Shalih Dzakwan menuturkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu&#8217;anhu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Keadaan hamba yang terdekat dengan Rabbnya adalah ketika sedang bersujud, maka perbanyaklah doa -di dalamnya-.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/perbanyak-doa-ketika-sujud.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

