KATEGORI

Archive for the ‘Penjabaran’ Category

PostHeaderIcon ‘Kesebelasan’ Yang Merugi

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Berikut ini, sebelas karakter yang menjerumuskan manusia ke dalam kerugian. Semoga Allah menyelamatkan kita darinya.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Catatan Penunjang Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula (2)

BAGIAN 2. PENJABARAN I’RAB

Review Pelajaran Terakhir:

Dalam bahasa arab, akhir kata itu bisa berubah, dan ada juga yang tetap. Peristiwa perubahan akhir kata ini disebut i’rab. Kata yang bisa berubah akhirannya disebut dengan kata yang mu’rab. Adapun peristiwa tetapnya akhir kata disebut dengan istilah bina’.  Kata yang senantiasa tetap keadaan akhirnya disebut dengan kata yang mabni.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Catatan Penunjang Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula

BAGIAN 1. PENDAHULUAN

Tahap Pertama
Mengenali istilah-istilah dasar dalam bahasa arab

Dalam bahasa arab kata disebut dengan al-Kalimah. al-Kalimah dibagi menjadi 3; isim (kata benda), fi’il (kata kerja) dan harf (kata depan).  Suatu susunan kalimat sempurna dalam bahasa arab disebut dengan al-Jumlah al-Mufidah/al-Kalam.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Menjadikan Sunnah Sebagai Pijakan

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Di Depan Gerbang Kematian

Kematian, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang zalim dan jahil.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Kau Kira Hidup Ini Sia-Sia?

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah kalian mengira bahwasanya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha tinggi Allah Raja Yang Maha benar. Tiada sesembahan -yang benar- kecuali Dia, Rabb Yang memiliki Arsy yang mulia.” (QS. al-Mu’minun: 115-116)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Studi Tentang Bid’ah dan Mubtadi’ (Kajian)

Bismillah, berikut ini link halaman web Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan -hafizhahullah- yang menyajikan rangkaian kajian dengan pembahasan jarh wa ta’dil dengan materi ‘Telaah mengenai bid’ah dan mubtadi”.Bagi yang berminat bisa mendownload kajian-kajian beliau seputar materi ini.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Sunnah dan Bid’ah

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata:

“Ikutilah -Sunnah- dan janganlah kalian menciptakan bid’ah, karena sesungguhnya kalian telah dicukupkan.” (HR. Abu Khaitsamah dalam Kitab al-’Ilm, disahihkan sanadnya oleh Syaikh al-Albani. Lihat tahqiq Syarh Lum’ah hal. 41)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Download ‘Kajian Kitab Tauhid’ Syaikh Ibnu Baz

Bismillah, berikut ini link download kajian Kitab Tauhid (berbahasa Arab) yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz rahimahullah, mantan mufti agung Kerajaan Saudi Arabia. Sumber: alathar.net.

Semoga bermanfaat.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Kitabul Ilmi dalam Shahih Bukhari [bagian 2]

Dilengkapi penjelasan al-Hafizh Ibnu Hajar al-’Asqolani

بسم الله الرحمن الرحيم

Bab 3. Orang yang mengangkat suaranya untuk menyampaikan ilmu

حدثنا أبو النعمان عارم بن الفضل قال حدثنا أبو عوانة عن أبي بشر عن يوسف بن ماهك عن عبد الله بن عمرو قال : تخلف عنا النبي صلى الله عليه و سلم في سفرة سفرناها فأدركنا – وقد أرهقتنا الصلاة – ونحن نتوضأ فجعلنا نمسح على أرجلنا فنادى بأعلى صوته ( ويل للأعقاب من النار ) . مرتين أو ثلاثا

Abu an-Nu’man ‘Arim bin al-Fadhl menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Awanah menuturkan kepada kami dari Abu Bisyr dari Yusuf bin Mahak dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu. Dia berkata: Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertinggal dari rombongan dalam sebuah perjalanan yang kami lakukan. Lalu beliaupun berhasil menyusul kami namun waktu sholat sudah demikian sempit. Kami pun segera berwudhu seolah-olah hanya dengan mengusap kaki kami. Maka beliau pun berseru dengan suara keras, “Celakalah tumit-tumit -yang tidak terbasuh air- oleh jilatan api neraka.” Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali (Hadits no. 60, disebutkan secara berulang pada hadits no. 96 dan 163)

Read the rest of this entry »