KATEGORI

Archive for the ‘Tafsir’ Category

PostHeaderIcon Khusyu’ Di Dalam Ibadah

Oleh: al-Akh Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi -hafizhahullah-

Allah ta’ala berfirman, menceritakan tentang keadaan orang-orang yang beriman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2

Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu, orang-orang yang khusyu’ dalam sholat mereka” (Al Mu’minun : 1-2)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Kembalilah, Wahai Saudaraku!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai umat manusia, apakah gerangan yang membuat kalian terperdaya oleh Rabbmu Yang Maha Pemurah?” (QS. al-Infithar: 6)

Sebagian ulama berkata bahwa di dalam firman Allah “Apa yang membuat kalian terperdaya oleh Rabbmu Yang Maha Pemurah” terdapat isyarat mengenai jawaban atas pertanyaan ini. Yaitu bahwasanya yang menyebabkan manusia terperdaya dan terlena adalah kemurahan Allah ‘azza wa jalla serta penundaan hukuman dan kelembutan sikap-Nya. Padahal sesungguhnya tidak boleh orang terperdaya dan terlena disebabkan hal itu. Karena Allah membiarkan orang zalim bebas berkeliaran sampai tiba waktunya Allah menghukumnya dan pada saat itulah dia tidak mampu lagi untuk mengelak darinya. Lalu, apakah gerangan yang membuatmu terperdaya oleh karunia Rabbmu Yang Maha Pemurah? Jawabnya: kemurahan dan kelembutan Allah. Inilah sebab yang memperdaya manusia sehingga membuat dirinya terus menerus bergelimang dalam maksiat, mendustakan kebenaran dan bersikeras mempertahankan penyimpangan (lihat Tafsir Juz ‘Amma Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, hal. 65)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon ar-Rahman ar-Rahim

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Fatihah: 2)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Segala Puji Hanya Untuk-Mu

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Segala puji untuk Allah Rabb seru sekalian alam.” (QS. al-Fatihah: 1)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Semuanya Merugi, Kecuali…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi waktu. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Kunci Keamanan dan Hidayah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Tatkala turun ayat (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang akan mendapatkan rasa aman, dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. al-An’am: 82). Hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka pun berkata, “Siapakah di antara kami ini yang tidak menzalimi dirinya sendiri?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal itu bukan seperti yang kalian kira. Namun yang dimaksud adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Luqman kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar.’ (QS. Luqman: 13).” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [2/206])

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Buah Kejujuran

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, beliau mengisahkan bahwa suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memboncengkan Mu’adz di atas seekor binatang tunggangan (keledai bernama ‘Ufair). Nabi berkata, “Hai Mu’adz.” Mu’adz menjawab, “Kupenuhi panggilanmu dengan senang hati, wahai Rasulullah.” Lalu Nabi berkata, “Hai Mu’adz.” Mu’adz menjawab, “Kupenuhi panggilanmu dengan senang hati, wahai Rasulullah.” Sampai tiga kali. Nabi pun bersabda, “Tidak ada seorang pun yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah secara jujur dari dalam hatinya kecuali Allah pasti akan mengharamkan dia dari tersentuh api neraka.” Mu’adz berkata, “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya saya menyampaikan kabar ini kepada orang-orang agar mereka bergembira?”. Beliau menjawab, “Kalau hal itu disampaikan, nantinya mereka justru bersandar kepadanya (malas beramal)?”. Menjelang kematiannya, Mu’adz pun menyampaikan hadits ini karena khawatir terjerumus dalam dosa (menyembunyikan ilmu) (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Fath al-Bari [1/273] dan Syarh Muslim [2/73-76], ini adalah lafaz Bukhari)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Allah ta’ala berfirman,

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Allah adalah wali/penolong bagi orang-orang yang beriman, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir maka penolong-penolong mereka adalah thaghut, yang mereka itu mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan-kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Mutiara Tafsir Surat al-Fatihah [bagian 1]

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. as-Sholatu was salamu ‘ala Khatamin Nabiyyin Muhammadin wa ‘ala alihi wa ash-habihit thahirin wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumid din. Amma ba’d.

Sesungguhnya al-Qur’an mengandung pelajaran dan bimbingan bagi umat manusia. al-Qur’an memberikan tuntunan bagi mereka agar bisa membedakan antara kebenaran dengan kebatilan, antara iman dengan kekafiran, antara tauhid dengan kesyirikan, antara taat dan kemaksiatan, antara jalan menuju surga dengan jalan menuju neraka, antara sosok manusia teladan yang pandai bersyukur kepada Rabbul ‘alamin dan sosok manusia yang tidak pandai bersyukur kepada ar-Rahman.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon TAFSIR SURAT AL-FATIHAH

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Surat Al Fatihah merupakan sebuah surat paling agung di dalam Al Qur’an. Hal itu berdasarkan hadits Abu Sa’id bin Al Mu’alla yang dikeluarkan oleh Al Bukhari (hadits nomor 4474). Surat ini telah mencakup ketiga macam tauhid : tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah ta’ala dalam perbuatan-perbuatan-Nya, seperti: menciptakan, memberikan rezeki, menghidupkan, mematikan, dan perbuatan-perbuatan Allah ta’ala yang lainnya. Maknanya Allah itu esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal mencipta, menghidupkan dan mematikan makhluk.

Read the rest of this entry »