HADITS POPULER BAGIAN 1

Pembaca yang budiman, semoga Allah menambahkan hidayah-Nya kepada kita. Berikut ini kami akan membawakan sebagian dari hadits-hadits pilihan yang sudah selayaknya menjadi rambu-rambu perjalanan hidup kita di alam dunia yang fana ini. Dengan harapan Allah berkenan membukakan hati kita untuk menerima kebenaran dan mengamalkannya. Hadits-hadits ini kami cuplik dari sebuah buku yang berjudul 100 Hadis Populer untuk Hafalan yang diterbitkan oleh Pustaka elBA, dengan sedikit penambahan dan perubahan. Semoga bermanfaat.

Ringan tapi besar pahalanya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lidah namun berat dalam timbangan (amal) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu : subhanallahi wa bih hamdihi subhanallahil ‘azhim.” (Muttafaq ‘alaih).

Berbakti kepada orang tua
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ada seorang lelaki yang dating menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?”. Maka beliau menjawab,”Ibumu.” Lalu lelaki itu berkata, “Lantas siapa?”. Beliau menjawab, “Ibumu”. Lalu dia berkata, “Lantas siapa?”. Beliau menjawab, “Ibumu”. Lalu dia bertanya lagi, “Lantas siapa?”. Beliau baru mengatakan, “Ayahmu.” (Muttafaq ‘alaih).

Jauhilah prasangka!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah prasangka. Karena sesungguhnya prasangka (buruk) itu adalah ucapan yang paling dusta.” (Muttafaq ‘alaih).

Sepele tapi membinasakan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang (bisa saja) mengucapkan suatu kalimat yang karenanya dia harus terjerumus di dalam neraka dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.” (Muttafaq ‘alaih).

Allah pun cemburu
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah bisa cemburu. Dan kecemburuan Allah itu terjadi ketika ada seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan.” (Muttafaq ‘alaih).

Bersambung insya Allah…

This entry was posted in Jalan Lurus, Kaidah Penting, Keutamaan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *