Orang Terbaik Sesudah Nabi

Imam Bukhari menuturkan:
Muhammad bin Katsir menuturkan kepada kami. Dia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Jami’ bin Abi Rasyid menuturkan kepada kami. Dia berkata:
Abu Ya’la menuturkan kepada kami dari Muhammad bin al-Hanafiyah, dia berkata: Aku bertanya kepada bapakku -Ali bin Abi Thalib-, “Siapakah orang yang terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Beliau menjawab, “Abu Bakar.” Lalu aku katakan, “Kemudian siapa?”. Beliau menjawab, “Kemudian Umar.” Aku khawatir kalau-kalau beliau akan menyebutkan Utsman -setelah itu-, maka aku katakan, “Kemudian anda?”. Beliau menjawab, “Aku hanyalah salah seorang lelaki di antara kaum muslimin.” (Hadits ini diriwayatkan Bukhari [3671] dalam Kitab Fadha’il ash-Shahabah, lihat Fath al-Bari [7/37])
Imam Bukhari menuturkan:
Adam bin Abi Iyas menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu’bah menuturkan kepada kami dari al-A’masy. Dia berkata: Aku mendengar Dzakwan menuturkan dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencela para sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud maka hal itu tidak akan bisa menandingi infak mereka yang hanya satu mud/genggaman dua telapak tangan, tidak pula setengahnya.” Riwayat ini diperkuat oleh riwayat Jarir, Abdullah bin Dawud, dan Muhadhir dari al-A’masy (Hadits ini diriwayatkan Bukhari [3673] dalam Kitab Fadha’il ash-Shahabah, lihat Fath al-Bari [7/38])
Imam Bukhari menuturkan:
Muhammad bin Basyar menuturkan kepadaku. Dia berkata: Yahya menuturkan kepada kami dari Sa’id dari Qotadah, bahwa Anas bin Malik radhiyallahu’anhu pernah menuturkan kepada mereka: Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman naik di atas gunung Uhud, tiba-tiba gunung itu bergetar (terjadi gempa). Beliau pun bersabda, “Tenanglah wahai Uhud. Sesungguhnya yang di atasmu ini adalah seorang Nabi, seorang yang Shiddiq/jujur, dan dua orang yang akan mati Syahid.” (Hadits ini diriwayatkan Bukhari [3675] dalam Kitab Fadha’il ash-Shahabah, lihat Fath al-Bari [7/44])
Imam Bukhari menuturkan:
al-Humaidi dan Muhammad bin Abdullah menuturkan kepada kami. Mereka berdua berkata: Ibrahim bin Sa’ad menuturkan kepada kami dari bapaknya, dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari bapaknya, dia berkata: Suatu saat datang seorang perempuan menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memerintahkannya untuk kembali lagi menemuinya. Perempuan itu berkata, “Bagaimana jika nanti saya datang dan tidak bertemu dengan anda -seolah-olah perempuan itu bermaksud kematiannya-?”. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kamu tidak berhasil menemuiku, maka temuilah Abu Bakar.” (Hadits ini diriwayatkan Bukhari [3659] dalam Kitab Fadha’il ash-Shahabah, lihat Fath al-Bari [7/22])

This entry was posted in Keutamaan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *