Orang Yang Berbahagia

Imam Ibnu Hajar rahimahullah berkata, ”Orang yang berbahagia adalah orang yang berpegang teguh dengan apa yang dipegang teguh oleh kaum salaf (pendahulu yang salih, pent) serta menjauhi apa-apa yang diada-adakan oleh kaum khalaf (orang belakangan, pent).” [1]

Imam al-Auza’i rahimahullah berpesan, “Wajib atasmu untuk mengikuti jejak kaum salaf meskipun orang-orang menolakmu. Dan waspadalah kamu dari pendapat-pendapat yang ditinggalkan orang walaupun mereka berusaha menghias-hiasinya sehingga tampak menarik.” [2]

Imam Malik rahimahullah berkata, “as-Sunnah adalah bahtera Nuh. Barangsiapa yang menaikinya niscaya dia akan selamat. Dan barangsiapa yang tertinggal darinya (tidak menaikinya, pent) maka dia akan tenggelam.” [3]

Catatan Kaki:

[1] Fath al-Bari, Kitab al-I’tisham bil Kitab was Sunnah, Bab al-Iqtida’ bi Sunani Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Link: http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=52&ID=13315

[2] Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi karya Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah (hadits no. 1277). Link: http://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=696&pid=151274&hid=1277

[3] Tarikh Dimasyq karya Imam Ibnu ‘Asakir rahimahullah. Dikutip dari Forum Ahlul Hadits. Link: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=263822

This entry was posted in Jalan Lurus, Keutamaan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *