<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perbaikilah Hatimu, Wahai Saudaraku!</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/perbaikilah-hatimu-wahai-saudaraku.html/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com/perbaikilah-hatimu-wahai-saudaraku.html/</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 12:11:47 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Abu Mushlih</title>
		<link>http://abumushlih.com/perbaikilah-hatimu-wahai-saudaraku.html/comment-page-1/#comment-1377</link>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 20:36:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1402#comment-1377</guid>
		<description>Temui aja langsung, asal seperlunya dan tidak khalwat, wallahu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Temui aja langsung, asal seperlunya dan tidak khalwat, wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Akhowat</title>
		<link>http://abumushlih.com/perbaikilah-hatimu-wahai-saudaraku.html/comment-page-1/#comment-1372</link>
		<dc:creator>Akhowat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 16:07:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1402#comment-1372</guid>
		<description>&lt;b&gt;Kalau qalbu ini tidak dipenuhi dengan kebaikan, dengan takut kepada Allah, dengan ikhlas kepada Allah dan bersungguh-sungguh bersama Allah, ia akan dipenuhi dengan fitnah dan penyakit.&lt;/b&gt;
&lt;blockquote&gt;Yup... virusnya sangat dahsyat, sangat mudah menyerang.&lt;/blockquote&gt;

&lt;b&gt;Berkata Syaikh kita Al Waadi’iy: “Ahlus Sunnah itu banyak, namun mereka berpencar. Mereka tidak saling mencari dan tidak saling berkenalan!”
Ini adalah salah satu dari sejumlah kesalahan dan kelalaian yang ada pada kita.&lt;/b&gt;
&lt;blockquote&gt;Nah, lho...&lt;/blockquote&gt;

Ustadz, sebenarnya... sebaiknya bagaimana cara akhowat bertanya / berdiskusi dengan asatidz (ikhwan) tentang suatu ilmu yang belum ia pahami? Jika bertanya di majelis ta&#039;lim (yang dihadiri banyak orang), seringkali jawabannya singkat. Juga terkadang ada orang yang beranggapan &quot;sok keminter&quot; karena ada yang bertanya melulu. Kalau nanya via istri beliau, kadang jawabannya lamaaa. Selain itu, jika dengan dua cara tersebut, nggak bisa beberapa kali bertanya (maksudnya, kalau kurang paham, nanya lagi... terus menjelaskan suatu perkara.. lalu nanya lagi.. dst). DISKUSI, maksud ana gitu, deh... 
Jazaakallohu khoyron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>Kalau qalbu ini tidak dipenuhi dengan kebaikan, dengan takut kepada Allah, dengan ikhlas kepada Allah dan bersungguh-sungguh bersama Allah, ia akan dipenuhi dengan fitnah dan penyakit.</b></p>
<blockquote><p>Yup&#8230; virusnya sangat dahsyat, sangat mudah menyerang.</p></blockquote>
<p><b>Berkata Syaikh kita Al Waadi’iy: “Ahlus Sunnah itu banyak, namun mereka berpencar. Mereka tidak saling mencari dan tidak saling berkenalan!”<br />
Ini adalah salah satu dari sejumlah kesalahan dan kelalaian yang ada pada kita.</b></p>
<blockquote><p>Nah, lho&#8230;</p></blockquote>
<p>Ustadz, sebenarnya&#8230; sebaiknya bagaimana cara akhowat bertanya / berdiskusi dengan asatidz (ikhwan) tentang suatu ilmu yang belum ia pahami? Jika bertanya di majelis ta&#8217;lim (yang dihadiri banyak orang), seringkali jawabannya singkat. Juga terkadang ada orang yang beranggapan &#8220;sok keminter&#8221; karena ada yang bertanya melulu. Kalau nanya via istri beliau, kadang jawabannya lamaaa. Selain itu, jika dengan dua cara tersebut, nggak bisa beberapa kali bertanya (maksudnya, kalau kurang paham, nanya lagi&#8230; terus menjelaskan suatu perkara.. lalu nanya lagi.. dst). DISKUSI, maksud ana gitu, deh&#8230;<br />
Jazaakallohu khoyron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

