Risalah Islam Untuk Semua

Ini adalah nikmat terbesar dari Allah ta’ala untuk umat ini. Dimana Allah ta’ala telah menyempurnakan untuk mereka agama mereka sehingga mereka tidak membutuhkan lagi agama selainnya, dan juga tidak butuh nabi selain nabi mereka…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah ridha Islam sebagai agama bagi kalian.” (QS. al-Ma’idah: 3).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini adalah nikmat terbesar dari Allah ta’ala untuk umat ini. Dimana Allah ta’ala telah menyempurnakan untuk mereka agama mereka sehingga mereka tidak membutuhkan lagi agama selainnya, dan juga tidak butuh nabi selain nabi mereka -semoga salawat dan keselamatan terus terlimpah kepada beliau-. Oleh sebab itulah Allah ta’ala menjadikan beliau sebagai penutup nabi-nabi dan diutus kepada segenap jin dan manusia…” (lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [3/20])

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepada kalian semua.” (QS. al-A’raaf: 158).

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Maha berkah Allah yang telah menurunkan al-Furqan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya [Muhammad] agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam.” (QS. al-Furqan: 1).

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Tidaklah Kami mengutus engkau melainkan untuk segenap manusia, sebagai pembawa kabar gembira sekaligus pemberi peringatan.” (QS. Saba’: 28).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Muhammad itu adalah bapak dari salah seorang lelaki di antara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi.” (QS. al-Ahzab: 40).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Karena beliau adalah penutup nabi-nabi maka syari’atnya cocok untuk setiap masa dan tempat…” (lihat Syarh ‘Aqidatu Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 259).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah seorang pun yang mendengar kenabianku dari kalangan umat ini, entah dia Yahudi atau Nasrani, lalu dia tidak mau beriman terhadap ajaran yang aku bawa melainkan kelak dia pasti termasuk penduduk neraka.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Iman [153])

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya, dan kelak di akherat dia akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Artinya, siapa pun yang beragama kepada Allah dengan selain agama Islam padahal Islam itu jelas-jelas telah diridhai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya, maka amalannya pasti tertolak dan tidak akan diterima. Agama Islam itulah ajaran yang mengandung sikap kepasrahan/istislam kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan ketundukan kepada rasul-rasul-Nya. Oleh sebab itu, selama seorang hamba tidak memeluk agama ini maka dia belum memiliki sebab keselamatan dari azab Allah dan tidak memiliki sebab untuk meraih kejayaan berupa limpahan pahala dari-Nya. Dan semua agama selainnya adalah batil.” (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 137)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Ini adalah berita dari Allah ta’ala bahwa tidak ada agama yang diterima di sisi-Nya dari siapa pun selain agama Islam. Hakikat  Islam adalah mengikuti para rasul dengan menjalankan ajaran yang diturunkan Allah kepada mereka di setiap masa sampai akhirnya mereka -para rasul- ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menutup semua jalan menuju-Nya kecuali jalan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barangsiapa yang bertemu dengan Allah setelah diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan memeluk agama selain yang disyari’atkan oleh beliau maka tidak diterima…” (lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [2/19] cet. Maktabah at-Taufiqiyah)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberikan al-Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan kaum yang ummi/buta huruf (yaitu orang-orang musyrik); ”Maukah kalian masuk Islam?”. Apabila mereka masuk Islam, sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk. Namun apabila mereka justru berpaling, maka sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Allah Maha melihat semua hamba.” (QS. Ali Imran: 20).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat ini dan juga ayat-ayat lain yang serupa merupakan penunjukan yang sangat tegas mengenai keumuman pengutusan beliau -semoga salawat dan keselamatan tercurah kepadanya- kepada semua manusia sebagaimana hal itu telah diketahui sebagai bagian dari agama secara pasti, sebagaimana yang ditunjukkan oleh dalil al-Kitab maupun as-Sunnah dalam banyak ayat dan hadits.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [2/20])

Allahu a’lam.

This entry was posted in Jalan Lurus and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *