<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Abrahamic Religion</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/abrahamic-religion/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 07:31:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Dua Ayat Tentang Tauhid</title>
		<link>http://abumushlih.com/dua-ayat-tentang-tauhid.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/dua-ayat-tentang-tauhid.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:57:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaidah Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Abrahamic Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1178</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Yang Merajai pada hari pembalasan, Yang membalas kebaikan dengan keutamaan, dan membalas keburukan dengan penuh keadilan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi panutan dan teladan bagi seluruh manusia Muhammad bin Abdullah, dan juga kepada para &#8230; <a href="http://abumushlih.com/dua-ayat-tentang-tauhid.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdua-ayat-tentang-tauhid.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdua-ayat-tentang-tauhid.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah, Yang Merajai pada hari pembalasan, Yang membalas kebaikan dengan keutamaan, dan membalas keburukan dengan penuh keadilan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi panutan dan teladan bagi seluruh manusia Muhammad bin Abdullah, dan juga kepada para sahabatnya beserta pengikut mereka yang membela agama yang hanif ini dengan jiwa dan harta mereka. <em>Amma ba&#8217;du</em>.</p>
<p><span id="more-1178"></span></p>
<p>Pada kesempatan yang berharga ini kita kembali akan membuka sebagian pelajaran penting dan hikmah berharga dari dua buah ayat suci al-Qur&#8217;an yang disebutkan oleh Syaikh al-Imam al-Mujaddid al-Mushlih Muhammad bin Abdul Wahhab -<em>rahimahullah</em>- dalam kitabnya <em>Kitab at-Tauhid alladzi huwa haqqullahi &#8216;alal &#8216;abiid</em>. Kita memohon kepada Allah untuk mengaruniakan kepada kita ilmu yang membuahkan rasa takut kepada-Nya, amin.</p>
<p><strong>Ayat Pertama</strong>:</p>
<p>Firman Allah <em>ta&#8217;ala</em> (yang artinya), <em>“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang pemimpin panutan, seorang yang selalu patuh kepada Allah, hanif/bertauhid, dan sama sekali dia tidak tergolong bersama kelompok orang-orang musyrik.”</em> (QS. an-Nahl: 12)</p>
<p>Dari ayat yang mulia ini kita bisa memetik pelajaran, antara lain:</p>
<ol>
<li>Tauhid merupakan pokok seluruh ajaran agama yang      dibawa oleh para nabi dan rasul</li>
<li>Kewajiban untuk meneladani keikhlasan nabi Ibrahim      <em>&#8216;alaihis salam</em> dalam beribadah kepada Allah</li>
<li>Semestinya seorang da&#8217;i menjadikan dirinya sosok      yang patut untuk dicontoh oleh selainnya</li>
<li>Ketekunan beribadah merupakan salah satu ciri khas      para Nabi</li>
<li>Tauhid tidak sah kecuali apabila diiringi dengan      pengingkaran kepada syirik</li>
<li>Ayat ini mengandung bantahan bagi orang-orang      musyrik Quraisy jahiliyah yang mengaku bahwasanya apa yang mereka perbuat      (berupa kesyirikan, dsb) adalah ajaran Nabi Ibrahim (enam faedah ini      diambil dari kitab <em>al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid</em>, hal. 36)</li>
<li>Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim <em>&#8216;alaihis      salam</em> adalah seorang yang berhasil merealiasikan tauhid dalam dirinya      (lihat<em> at-Tam-hid Syarh Kitab at-Tauhid</em>, hal. 34). Syaikh      Abdurrahman bin Hasan <em>rahimahullah</em> menjelaskan, <em>“Yang dimaksud      merealisasikan tauhid adalah dengan membersihkan dan memurnikannya dari      kotoran-kotoran syirik, bid&#8217;ah, dan terus menerus dalam perbuatan dosa.      Barangsiapa yang melakukannya maka berarti dia telah merealisasikan      tauhidnya&#8230;”</em> (<em>Qurratul &#8216;Uyun al-Muwahhidin</em>, hal. 23). Syaikh      Muhammad bin Shalih a-Utsaimin <em>rahimahullah</em> menjelaskan bahwa      merealisasikan tauhid tidak akan mungkin bisa dilakukan kecuali apabia      pada diri seseorang terkumpul tiga hal: [1] Ilmu, karena tidak mungkin      seseorang mewujudkan sesuatu yang tidak diketahuinya. [2] Keyakinan. [3]      Ketundukan/<em>inqiyad</em>, sebab keyakinan yang tidak diiringi ketundukan      tidaklah bermanfaat sebagaimana yang ada pada diri Fir&#8217;aun dan bala      tentaranya yang menentang dakwah Nabi Musa <em>&#8216;alaihis salam</em> dalam      keadaan mereka meyakini kebenarannya (lihat <em>al-Qaul al-Mufid &#8216;ala Kitab      at-Tauhid</em>)</li>
<li>Nabi Ibrahim <em>&#8216;alaihis salam</em> tidak      mengajarkan agama Yahudi maupun Nasrani, namun yang beliau ajarkan adalah      ajaran Islam/tauhid. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Ibrahim      itu bukanlah seorang Yahudi, bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia      adalah seorang yang hanif/bertauhid dan muslim/berserah diri. Dia juga      bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.”</em> (QS. Ali Imran: 67)      (lihat <em>Thariq al-Wushul ila Idhah ats-Tsalatsah al-Ushul</em>, hal.      75-76 oleh Syaikh Zaid bin Hadi al-Madkhali <em>hafizhahullah</em>). Maka      ayat ini merupakan &#8216;petir yang menyambar dan menghanguskan&#8217; propaganda      kaum Liberal dan Pluralis yang mengatakan bahwa ketiga agama ini -Islam,      Yahudi, dan Kristen- memiliki inti ajaran yang sama dan masih bisa      digolongkan dalam cakupan <em>Abrahamic Religion</em> (Agama warisan Nabi      Ibrahim). Aduhai, tidakkah ayat ini menyadarkan kalian?</li>
</ol>
<p><strong>Ayat Kedua</strong>:</p>
<p>Firman Allah <em>ta&#8217;ala</em> (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang yang karena rasa takut mereka kepada Rabbnya maka mereka pun dirundung oleh rasa cemas. Orang-orang yang mengimani ayat-ayat Rabb mereka. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Rabb mereka. Begitu pula orang-orang yang memberikan apa yang mampu mereka sumbangkan sementara hati mereka diwarnai dengan rasa takut, bagaimana keadaan mereka kelak ketika dikembalikan kepada Rabb mereka. Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam melakukan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang terdahulu melakukannya.” </em>(QS. al-Mu&#8217;minun: 57-61)</p>
<p>Dari ayat yang mulia ini kita bisa memetik pelajaran, antara lain:</p>
<ol>
<li>Kewajiban untuk merasa takut terhadap siksaan      Allah</li>
<li>Kewajiban mengimani ayat-ayat Allah dan penunjukan      hukum yang terkandung di dalamnya atas suatu perkara/permasalahan</li>
<li>Diharamkannya syirik dengan segala macam jenis dan      bentuknya</li>
<li>Memberikan perhatian besar terhadap diterima atau      tidaknya amalan merupakan salah satu karakter/ciri orang-orang soleh</li>
<li>Dianjurkannya berlomba-lomba dalam amal-amal      kebaikan (lima faedah ini diambil dari kitab <em>al-Jadid fi Syarh Kitab      at-Tauhid</em>, hal. 38)</li>
<li>Orang beriman adalah yang memadukan antara      keimanan dan rasa khawatir/takut kepada Allah. Adapun orang munafik adalah      yang memadukan antara kejelekan dengan perasaan aman dari hukuman Allah.      Hasan al-Bashri <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Seorang mukmin memadukan      antara perbuatan baik/ihsan dengan rasa kekhawatiran. Adapun orang munafik      memadukan antara perbuatan jelek/isa&#8217;ah dengan perasaan aman.”</em> (dinukil dari <em>Qurratul &#8216;Uyun al-Muwahhidin</em>, hal. 25). Ibnu Katsir <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Mereka beserta kebaikan, keimanan, dan amal soleh yang ada      pada diri mereka ternyata mereka juga senantiasa merasa takut dan khawatir      akan hukuman Allah serta makar-Nya kepada mereka.”</em> (<em>Tafsir      al-Qur&#8217;an al-&#8217;Azhim</em> [3/261]). Dengan demikian merasa aman dari makar      Allah adalah pintu kehancuran. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang      artinya), <em>“Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah selain      orang-orang yang merugi.”</em> (QS. al-A&#8217;raaf: 99).</li>
<li>Setiap orang yang berjuang keras untuk      merealisasikan tauhid dalam dirinya pasti merasa khawatir kalau-kalau      amalannya tidak diterima karena syirik atau yang lainnya.</li>
</ol>
<p>Demikianlah sekelumit pelajaran yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini. Semoga Allah <em>ta&#8217;ala</em> memberikan kepada kita tambahan ilmu dan ketakwaan sehingga akan menjaga kita dari terjerumus dalam perkara-perkara yang mendatangkan murka-Nya. <em>Wa shallallahu &#8216;ala nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa sallam. Walhamdu lillahi Rabbil &#8216;alamin</em>.</p>
<p>Yogyakarta, 3 Dzulqo&#8217;dah 1430 H</p>
<p>Yang sangat membutuhkan bimbingan Rabbnya</p>
<p>Abu Mushlih Ari Wahyudi<br />
<em>-semoga Allah memperbaiki dirinya- </em><br />
<a href="../">http://abumushlih.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/dua-ayat-tentang-tauhid.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

