<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Agama</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 23:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Perbaiki Tauhid</title>
		<link>http://abumushlih.com/perbaiki-tauhid.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/perbaiki-tauhid.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 09:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2474</guid>
		<description><![CDATA[Memperbaiki tauhid pada diri kita itu sangatlah penting. Syaikh Abdul Malik Ramadhani hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya memperbaiki tauhid bagi agama -seseorang- seperti kedudukan perbaikan jantung bagi badan.” (Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar, hal. 16) Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8230; <a href="http://abumushlih.com/perbaiki-tauhid.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fperbaiki-tauhid.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fperbaiki-tauhid.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Memperbaiki tauhid pada diri kita itu sangatlah penting. Syaikh Abdul Malik Ramadhani <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Sesungguhnya memperbaiki tauhid bagi agama -seseorang- seperti kedudukan perbaikan jantung bagi badan.”</em> (<em>Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar</em>, hal. 16)</p>
<p><span id="more-2474"></span></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak/sakit maka sakitlah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah jantung.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong> dari an-Nu&#8217;man bin Basyir <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>)</p>
<p>Oleh sebab itu mendakwahkan tauhid merupakan program yang sangat mulia. Syaikh Abdul Malik Ramadhani <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Oleh sebab itu para da&#8217;i yang menyerukan tauhid adalah da&#8217;i-da&#8217;i yang paling utama dan paling mulia. Sebab dakwah kepada tauhid merupakan dakwah kepada derajat keimanan yang tertinggi.”</em> (<em>Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar</em>, hal. 16)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Iman terdiri dari tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah laa ilaaha illallaah, sedangkan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang keimanan.”</em> (<strong>HR. Muslim </strong>dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>)</p>
<p>Jati diri seorang muslim sangat ditentukan oleh sejauh mana kualitas tauhidnya. Karena tauhid dalam jiwanya laksana pondasi bagi sebuah bangunan. Syaikh Abdul Malik Ramadhani <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Tauhid ini memiliki kedudukan penting laksana pondasi bagi suatu bangunan.” </em>(<em>Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar, </em>hal. 13)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Manakah yang lebih baik; orang yang menegakkan bangunannya di atas pondasi ketakwaan kepada Allah dan keridhaan-Nya, ataukah orang yang menegakkan bangunannya di atas tepi jurang yang akan runtuh dan ia pun akan runtuh bersamanya ke dalam neraka Jahannam.”</em> (<strong>QS. at-Taubah: 109</strong>)</p>
<p>Syaikh Abdul Malik Ramadhani <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Hal itu dikarenakan ayat ini turun berkenaan dengan kaum munafikin yang membangun masjid untuk sholat padanya. Akan tetapi tatkala mereka tidak membarengi amalan yang agung dan utama ini -yaitu membangun masjid- dengan keikhlasan yang tertanam di dalam hatinya, maka amalan itu sama sekali tidak memberikan manfaat bagi mereka. Bahkan, justru amalan itu yang akan menjerumuskan mereka jatuh ke dalam Jahannam, sebagaimana ditegaskan di dalam ayat tersebut.”</em> (<em>Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar, </em>hal. 13)</p>
<p>Tauhid ibarat sebatang pohon. Cabang-cabangnya adalah amalan. Adapun buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan kenikmatan tiada tara di akhirat. Demikian pula syirik, dusta dan riya&#8217; seperti sebatang pohon, yang buah-buahnya di dunia adalah cekaman rasa takut, kekhawatiran, sempit dada, dan gelapnya hati. Dan di akhirat nanti pohon yang jelek itu akan membuahkan siksaan dan penyesalan (lihat <em>Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar, </em>hal. 14)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah memberikan perumpamaan suatu kalimat yang baik seperti pohon yang indah, pokoknya tertanam kuat -di dalam tanah- sedangkan cabangnya menjulang ke langit.”</em> (<strong>QS. Ibrahim: 24</strong>). Yang dimaksud &#8216;kalimat yang baik&#8217; di dalam ayat ini adalah syahadat <em>laa ilaaha illallaah</em> (lihat <em>Taisir al-Karim ar-Rahman</em>, hal. 425)</p>
<p>Saudara-saudaraku, sangat banyak ayat maupun hadits yang menerangkan tentang keutamaan memperbaiki dan mendakwahkan tauhid ini. Tidak sanggup rasanya lisan dan tangan ini untuk menggambarkan betapa agungnya dakwah tauhid ini. Bagaimana tidak? Sementara inilah hak Allah Rabb penguasa alam semesta dan intisari dakwah para Rasul<em> &#8216;alaihimush sholatu was salam</em>!</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya. Ketahuilah, agama yang murni adalah milik Allah.”</em> (<strong>QS. az-Zumar: 2-3</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Katakanlah; Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidup dan matiku, semuanya untuk Allah Rabb seru sekalian alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dengan itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama-tama pasrah.” </em>(<strong>QS. al-An&#8217;aam: 162-163</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang rasul pun kecuali Kami wahyukan kepadanya; Tidak ada sesembahan yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku saja.” </em>(<strong>QS. al-Anbiyaa&#8217;: 25</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman.” </em>(<strong>QS. al-Ma&#8217;idah: 23</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Allah pun membuat mereka lupa akan diri mereka sendiri.” </em>(<strong>QS. al-Hasyr: 19</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Orang-orang yang beriman dan hati mereka merasa tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tentram.” </em>(<strong>QS. ar-Ra&#8217;d: 28</strong>)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Orang yang paling berbahagia dengan syafa&#8217;atku adalah orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah dengan ikhlas dari dalam hatinya.”</em> (<strong>HR. Bukhari </strong>dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah laa ilaha illallaah niscaya dia akan masuk surga.” </em>(<strong>HR. Abu Dawud </strong>dari Mu&#8217;adz bin Jabal <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>)</p>
<p>Syaikh Abdul Malik Ramadhani <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya seluruh seruan yang ditegakkan dengan klaim ishlah/perbaikan sedangkan ia tidak memiliki pusat perhatian dalam masalah tauhid, tidak pula berangkat dari sana, niscaya dakwah semacam itu akan tertimpa penyimpangan sebanding dengan jauhnya mereka dari pokok yang agung ini. Seperti halnya orang-orang yang menghabiskan umur mereka dalam upaya memperbaiki hubungan antara sesama makhluk semata, akan tetapi hubungan mereka terhadap al-Khaliq -yaitu aqidah mereka- sangat menyelisihi petunjuk salafus shalih.”</em> (<em>Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar</em>, hal. 17)</p>
<p>Maka tidaklah berlebihan jika kita katakan, <em>“Di mana pun bumi dipijak, maka di situlah dakwah tauhid harus ditegakkan!”</em>. Kebahagiaan seperti apakah yang anda idamkan, kejayaan macam apakah yang anda impikan, apabila semangat dakwah tauhid sama sekali tidak bergejolak di dalam hati anda?!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/perbaiki-tauhid.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pokok Kebahagiaan</title>
		<link>http://abumushlih.com/pokok-kebahagiaan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/pokok-kebahagiaan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 23:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaidah Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Fitrah]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ittiba']]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2468</guid>
		<description><![CDATA[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah [al-Fatawa Juz 14/295-296] menjelaskan : Allah Yang Maha Suci telah memberikan karunia dua perkara agung kepada keturunan Adam. Kedua hal itu merupakan pokok kebahagiaan. Pertama; Setiap bayi yang terlahir berada di atas fitrah (tauhid). Setiap &#8230; <a href="http://abumushlih.com/pokok-kebahagiaan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fpokok-kebahagiaan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fpokok-kebahagiaan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah </em>[<em>al-Fatawa</em> Juz 14/295-296] menjelaskan :</p>
<p><span id="more-2468"></span></p>
<p>Allah Yang Maha Suci telah memberikan karunia dua perkara agung kepada keturunan Adam. Kedua hal itu merupakan pokok kebahagiaan.</p>
<p><strong>Pertama</strong>; Setiap bayi yang terlahir berada di atas fitrah (tauhid). Setiap jiwa apabila dibiarkan begitu saja niscaya ia akan mengakui bahwasanya Allah adalah <em>ilah</em>/sesembahan baginya. Ia akan mencintai-Nya dan akan menyembah-Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Akan tetapi karena adanya bisikan setan dari kalangan jin dan manusia satu sama lain itulah yang menyebabkan kebatilan di mata mereka seolah menjadi sesuatu yang tampak indah dan menawan.</p>
<p><strong>Kedua</strong>; Allah <em>ta&#8217;ala</em> telah memberikan petunjuk kepada umat manusia dengan bimbingan yang bersifat umum. Sehingga di dalam diri mereka secara fitrah telah terpatri pengenalan -kepada kebenaran- dan sebab-sebab guna meraih ilmu. Setelah itu, Allah pun menurunkan kitab-kitab suci dan mengutus para rasul sebagai pembimbing bagi mereka.</p>
<p>(<em>Mawa&#8217;izh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah</em> karya Syaikh Shalih Ahmad asy-Syami, hal. 35)</p>
<p>Dari keterangan Syaikhul Islam di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya sumber kebahagiaan umat manusia adalah<strong> ikhlas</strong> -yaitu beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya- dan <strong><em>ittiba&#8217;</em></strong> -yaitu konsisten dengan ajaran dan petunjuk Rasulullah-, inilah rahasia kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Kedua hal ini pula lah yang terkandung dalam dua kalimat syahadat yang senantiasa kita ucapkan. Dua kalimat yang juga selalu diserukan oleh para mu&#8217;adzin kaum muslimin di berbagai belahan bumi.</p>
<p>Dasar kaidah yang agung ini adalah firman Allah <em>ta&#8217;ala</em> (yang artinya), <em>“Maka barangsiapa yang berharap untuk berjumpa dengan Rabb-nya, hendaklah dia melakukan amal salih, dan janganlah dia mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabb-nya dengan sesuatu apapun.”</em> (<strong>QS. al-Kahfi: 110</strong>). Amal yang salih adalah amalan yang sesuai dengan Sunnah/tuntunan Nabi. Adapun amalan yang ikhlas adalah yang semata-mata dipersembahkan untuk Allah. Sebagaimana diterangkan oleh Fudhail bin &#8216;Iyadh <em>rahimahullah</em>.</p>
<p>Dari sinilah kita mengetahui mengapa perhatian para ulama salaf terhadap tauhid dan sunnah sangatlah besar; karena memang kedua hal itulah asas Islam. Dengan memahami tauhid dengan benar maka seorang hamba akan mengerti jalan untuk menggapai ikhlas. Dan dengan memahami sunnah dengan baik maka seorang hamba akan mengerti cara untuk <em>ittiba&#8217;</em> kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Apabila tauhid dan sunnah itu merupakan perkara yang paling mendasar, maka memahami lawan-lawannya pun menjadi perkara yang sangat penting. Karena tidak mungkin seorang mengenal tauhid dengan baik tanpa mengenal lawannya, yaitu syirik. Demikian pula, tidak mungkin seorang mengenal sunnah dengan baik tanpa mengenal lawannya, yaitu bid&#8217;ah.</p>
<p>Maka sungguh sangat aneh jika ada orang yang mengaku muslim akan tetapi sangat alergi membahas tentang syirik dan bid&#8217;ah?! Bahkan, yang lebih aneh lagi adalah sikap sebagian orang yang mencemooh dakwah tauhid dan menjauhkan umat Islam darinya. Dengan bangganya dia menikmati amalan-amalan bid&#8217;ah dan melecehkan dakwah tauhid dengan bahasa-bahasa yang merendahkan para ulama. <em>Subhanallah</em>, tidakkah kita takut akan hukuman-Nya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/pokok-kebahagiaan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial E-Book &#8216;Kenali Islam&#8217; Bagian 1</title>
		<link>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 19:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[e-book]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2386</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, kaum muslimin yang dirahmati Allah&#8230; Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita&#8230; E-book ini berjudul &#8216;Aku dan Kamu [Sangat] Membutuhkan-Nya&#8217; &#8230; <a href="http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah</em>, kaum muslimin yang dirahmati Allah&#8230;</p>
<p>Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita&#8230; E-book ini berjudul <strong>&#8216;Aku dan Kamu [Sangat] Membutuhkan-Nya&#8217;</strong></p>
<p><span id="more-2386"></span></p>
<p>Silahkan men-download-nya di link/tautan berikut:</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/document/p7XiToJF/Aku_dan_Kamu.html">http://www.4shared.com/document/p7XiToJF/Aku_dan_Kamu.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Bahasa Arab Dasar Kembali Dibuka!</title>
		<link>http://abumushlih.com/program-bahasa-arab-dasar-kembali-dibuka.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/program-bahasa-arab-dasar-kembali-dibuka.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 01:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BADAR]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstra Kurikuler]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Gundul]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'had Umar bin Khattab]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nahwu]]></category>
		<category><![CDATA[Shorof]]></category>
		<category><![CDATA[YPIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2379</guid>
		<description><![CDATA[Dibuka kembali, Bahasa Arab Dasar Reguler Semester Ganjil 2011, terbuka untuk putra dan putri Pilihan Kelas : Kelas pemula (Panduan : Kitab Muyassar), Kelas menengah (Panduan  :Kitab Mukhtarot), Kelas Lanjutan (Panduan :Kitab Mulakhos) Pendaftaran Pendaftaran : 15-29 September 2011 Placement &#8230; <a href="http://abumushlih.com/program-bahasa-arab-dasar-kembali-dibuka.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fprogram-bahasa-arab-dasar-kembali-dibuka.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fprogram-bahasa-arab-dasar-kembali-dibuka.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dibuka kembali, Bahasa Arab Dasar Reguler Semester Ganjil 2011, terbuka untuk putra dan putri</p>
<p><span id="more-2379"></span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Pilihan Kelas :</span></p>
<ol>
<li>Kelas pemula (Panduan : Kitab Muyassar),</li>
<li>Kelas menengah (Panduan  :Kitab Mukhtarot),</li>
<li>Kelas Lanjutan (Panduan :Kitab Mulakhos)</li>
</ol>
<p><strong><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Pendaftaran</span><br />
</strong></p>
<p>Pendaftaran : 15-29 September 2011</p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Placement test (bagi pendaftar kelas menengah dan lanjutan) :</span><br />
Hari : Jum’at, 30 September 2011<br />
Pukul : 16.00-17.00 WIB<br />
Tempat : Masjid Pogung Raya</p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;"><strong>Briefing dan daftar ulang</strong> (wajib bagi seluruh peserta)</span><br />
Hari : Ahad, 2 Oktober<br />
Pukul : 08.00-selesai<br />
Tempat : Masjid Pogung Raya</p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;"><strong>Mulai kegiatan belajar mengajar</strong> : 3 Oktober 2011</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Suplemen Kajian Aqidah : 4 Kaidah Dasar Memahani Tauhid</span><br />
<span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Frekuensi belajar : 4 kali sepekan selama 13 pekan (3 kali materi bahasa arab dan 1 kali materi akidah)</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;"><strong>Tempat Pendaftaran  langsung:</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Putra : Wisma Misfallah Tholabul ‘ilmi/MTI(Pogung Kidul 8c, mlati, sleman) dan Toko Ihya’ (Utara Fakultas Kehutanan UGM)</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Putri : Wisma Hilyah(Pogung rejo, SIA XVI Rt 13 rw 51 no.391, Sinduadi, Mlati, Sleman(, Wisma Raudhatul ‘Ilmi (Pogung Dalangan, SIA XVI, No. 40, Rt 10 Rw 50, Sleman), Toko Qonita (Jln. Pandega Marta – Jalan Pintas Jalan Monjali ke perempatan kentungan jalan kaliurang, Ringroad utara)</span></p>
<p>Pendaftaran Via SMS : silahkan SMS contact person di bawah dengan format ;                       <strong>Nama Le</strong><strong>ng</strong><strong>kap_Pilihan Kelas _ Pekerjaan</strong><strong>_Jurusan/Universitas</strong></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Tempat Belajar :Masjid-masjid dan wisma-wisma sekitar UGM<br />
</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Biaya Pendaftaran : Rp. 130.000,00 (tidak termasuk kitab, kitab bisa dipesan di panitia)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Pengajar : Staf Pengajar Ma’had ‘Umar bin Khattab<br />
</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">CP (Informasi &amp; pemesanan kitab) : 0857.1564.6011 (putra) &amp;0857.4355.8784(putri)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family: Georgia, 'Bitstream Charter', serif; line-height: 24px;">Penyelenggara : Ma’had ‘Umar bin Khattab dan Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari. Sekretariat : Wisma Darut Tauhid, Pogung Kidul 9c, SIA XVI, Mlati, Sleman. Telp :0274-6644862 Website : Muslim.or.id Muslimah.or.id Ypia.or.id</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/program-bahasa-arab-dasar-kembali-dibuka.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Dzatu Anwath</title>
		<link>http://abumushlih.com/kisah-dzatu-anwath.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kisah-dzatu-anwath.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 17:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kekafiran]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tabarruk]]></category>
		<category><![CDATA[Tasyabbuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2308</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Waqid al-Laitsi radhiyallahu&#8217;anhu, dia menceritakan: Dahulu kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menuju Hunain. Sedangkan pada saat itu kami masih baru saja keluar dari kekafiran (baru masuk Islam, pent). Ketika itu orang-orang musyrik memiliki sebuah pohon &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kisah-dzatu-anwath.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkisah-dzatu-anwath.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkisah-dzatu-anwath.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dari Abu Waqid al-Laitsi <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, dia menceritakan: Dahulu kami berangkat bersama Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menuju Hunain. Sedangkan pada saat itu kami masih baru saja keluar dari kekafiran (baru masuk Islam, pent). Ketika itu orang-orang musyrik memiliki sebuah pohon yang mereka beri&#8217;tikaf di sisinya dan mereka jadikan sebagai tempat untuk menggantungkan senjata-senjata mereka. Pohon itu disebut dengan Dzatu Anwath. Tatkala kami melewati pohon itu kami berkata, <em>“Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath (tempat menggantungkan senjata) sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath.”</em> Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjawab, <em>“Allahu akbar! Inilah kebiasaan itu! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian telag mengatakan sesuatu sebagaimana yang dikatakan oleh Bani Isra&#8217;il kepada Musa: Jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan. Musa berkata: Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bertindak bodoh.” (<strong>QS. al-A&#8217;raaf: 138</strong>). Kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian.”</em> (<strong>HR. Tirmidzi</strong> dan beliau mensahihkannya, disahihkan juga oleh Syaikh al-Albani dalam takhrij <em>as-Sunnah</em> karya Ibnu Abi &#8216;Ashim, lihat <em>al-Qaul al-Mufid</em> [1/126])</p>
<p><span id="more-2308"></span> Hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang musyrik di kala itu memiliki keyakinan yang keliru terhadap Dzatu Anwath, yang hal itu mencakup tiga perkara: [1] Mereka mengagung-agungkan pohon tersebut, [2] Mereka melakukan i&#8217;tikaf (berdiam dalam rangka ibadah) di sisinya, [3] Mereka menggantungkan senjata-senjata mereka dalam rangka mengharapkan keberkahan pohon tersebut mengalir kepada senjata-senjata mereka sehingga diharapkan senjata itu menjadi lebih tajam dan mendatangkan kebaikan yang lebih bagi orang yang membawa senjata tersebut (lihat <em>at-Tam-hid</em>, hal. 132).</p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwa mencari berkah kepada pohon adalah terlarang -bahkan termasuk syirik-, dan hal itu merupakan salah satu kebiasaan buruk umat-umat terdahulu yang sesat (lihat <em>al-Qaul al-Mufid</em> [1/126 dan 128]). Larangan ini berlaku juga untuk hal yang lain seperti mencari berkah kepada batu, kubur, atau yang lainnya. Termasuk yang terlarang adalah mencari berkah dengan keringat orang soleh, bersentuhan dengan tubuh mereka, atau menyentuh pakaian mereka dan yang semacamnya (lihat <em>al-Jadid</em>, hal. 103). Dari sini kita mengetahui bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang di sisi kubur para wali atau orang soleh berupa mencari berkah dengan menyentuhkan pakaian atau bagian tubuh padanya merupakan perbuatan syirik kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>.</p>
<p>Hadits ini juga menunjukkan bahwa jahiliyah itu tidak khusus berlaku bagi orang-orang yang hidup di masa sebelum Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Akan tetapi siapa pun yang tidak mengetahui kebenaran dan melakukan perbuatan-perbuatan orang jahil maka dia tergolong <em>ahlul jahiliyah</em> (lihat <em>al-Qaul al-Mufid</em> [1/130]). Hadits ini juga menunjukkan terlarangnya meniru-niru kebiasaan jahiliyah (lihat <em>al-Jadid</em>, hal. 102). Hadits ini juga menunjukkan bahwa orang yang berpindah dari suatu kebatilan yang sudah terbiasa melekat dalam hatinya maka terkadang masih ada saja sisa-sisa kebatilan itu pada dirinya. Terkadang butuh waktu yang tidak sebentar untuk menghilangkan sisa keburukan itu (lihat <em>al-Qaul al-Mufid</em> [1/132])</p>
<p>Hadits ini juga menunjukkan disunnahkannya mengucapkan takbir [<em>Allahu akbar</em>] ketika mengingkari atau heran terhadap sesuatu, demikian juga halnya ucapan tasbih [<em>Subhanallah</em>]. Hadits ini juga menunjukkan bahwa yang menjadi pegangan -dalam menyikapi- adalah hakikat sesuatu bukan nama atau istilahnya. Kalau itu kebatilan maka tetap batil meskipun nama dan istilahnya berganti (lihat <em>Syarh Kitab Tauhid</em> Syaikh Bin Baz, hal. 66-67)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kisah-dzatu-anwath.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Tengah Era Fitnah dan Kelalaian</title>
		<link>http://abumushlih.com/di-tengah-era-fitnah-dan-kelalaian.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/di-tengah-era-fitnah-dan-kelalaian.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 03:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2286</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai bentuk ujian bagi segenap insan. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada rasul pembawa rahmat bagi seru sekalian alam. Amma ba&#8217;du. Masa-masa yang penuh dengan kekacauan (baca: fitnah) dan kelalaian adalah &#8230; <a href="http://abumushlih.com/di-tengah-era-fitnah-dan-kelalaian.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdi-tengah-era-fitnah-dan-kelalaian.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdi-tengah-era-fitnah-dan-kelalaian.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Segala puji bagi Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai bentuk ujian bagi segenap insan. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada rasul pembawa rahmat bagi seru sekalian alam. <em>Amma ba&#8217;du</em>.</p>
<p><span id="more-2286"></span> Masa-masa yang penuh dengan kekacauan (baca: fitnah) dan kelalaian adalah masa-masa yang membutuhkan kesiap-siagaan pada diri setiap insan. Tidakkah kita ingat bersama, <em>wahai saudaraku semoga Allah menjagaku dan menjagamu</em>&#8230; bahwa menjadi orang yang istiqomah di atas ketaatan di kala-kala fitnah merajalela adalah sebuah keutamaan yang sangat besar&#8230;</p>
<p>Dari Ma&#8217;qil bin Yasar <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Beribadah di kala fitnah berkecamuk laksana berhijrah kepadaku.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>Menjadi orang yang teguh di atas kebenaran di saat manusia tenggelam dalam kesesatan jelas merupakan sebuah keutamaan. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Islam datang dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang yang asing itu? Dari Sahl bin Sa&#8217;ad <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjelaskan bahwa mereka itu adalah, <em>“Orang-orang yang berbuat baik tatkala orang-orang lain berbuat kerusakan.”</em> (<strong>HR. Thabrani</strong>, disahihkan sanadnya oleh Syaikh al-Albani)</p>
<p>Ingatkah engkau <em>wahai saudaraku</em>&#8230; bahwa kebaikan paling utama yang saat ini banyak dilalaikan oleh manusia adalah tauhid, iman dan keikhlasan?</p>
<p>Tentang keutamaan tauhid, maka kita semua ingat bahwa tauhid inilah yang menjadi tujuan diciptakannya seluruh jin dan manusia. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”</em> (<strong>QS. adz-Dzariyat: 56</strong>). Para ulama salaf menafsirkan bahwa makna ibadah di sini adalah tauhid&#8230;</p>
<p>Lihatlah umat manusia yang ada&#8230; betapa banyak di antara mereka yang melalaikan tauhid! Sehingga mereka terjerumus dalam berbagai perbuatan syirik&#8230; Entah itu syirik besar maupun kecil, entah itu yang tampak maupun yang tersembunyi&#8230; Padahal, kita semua tahu betapa besar bahaya dosa yang satu ini, sampai-sampai Allah mengatakan (yang artinya), <em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan syirik, yaitu bagi orang-orang yang Allah kehendaki.”</em> (<strong>QS. an-Nisaa&#8217;: 48</strong>)</p>
<p>Tentang pentingnya keimanan, maka terlalu banyak dalil yang menunjukkan betapa besar peranan iman bagi kehidupan setiap insan. Di antaranya Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan, dan mereka itulah orang-orang yang diberikan hidayah.”</em> (<strong>QS. al-An&#8217;aam: 82</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Demi masa, sesungguhnya semua manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.”</em> (<strong>QS. al-&#8217;Ashr: 1-3</strong>)</p>
<p>Lihatlah umat manusia yang ada di sekitar kita&#8230; betapa banyak orang yang rela menjual keimanannya demi mendapatkan kesenangan dunia yang hanya sementara! Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Bersegeralah dalam melakukan amalan-amalan sebelum datangnya fitnah-fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seorang masih beriman namun di sore harinya dia menjadi kafir, atau pada sore hari dia beriman namun di pagi harinya dia menjadi kafir. Dia menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>Adapun, tentang keagungan ikhlas&#8230; maka banyak sekali dalil yang menunjukkan hal itu kepada kita. Di antaranya, Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya&#8230;”</em> (<strong>QS. al-Bayyinah: 5</strong>). Dari Umar bin Khattab <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya setiap amal itu diukur dengan niatnya. Dan setiap orang akan diberi balasan seperti apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, niscaya hijrahnya akan sampai kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena motivasi dunia atau karena keinginan menikahi seorang wanita, maka hijrahnya hanya akan mendapatkan balasan seperti apa yang dia niatkan.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p>Lihatlah, berbagai fenomena yang ada di tengah umat manusia&#8230; Betapa banyak indikasi yang mencerminkan rusaknya nilai-nilai keikhlasan ini di dalam aktifitas hidup mereka. Penyakit riya&#8217; dan ujub seolah telah menjadi wabah yang merambah kemana-mana&#8230; Orang yang sholat, orang yang bersedekah, orang yang berdakwah, orang yang mengajarkan kebaikan&#8230; tidaklah ada satu celah kebaikan kecuali setan berusaha untuk membidikkan anak panah ujub dan riya&#8217; ini kepadanya&#8230;</p>
<p>Oleh sebab itu, Allah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa membaca <em>Iyyaka na&#8217;budu wa iyyaka nasta&#8217;in</em> di dalam sholat kita&#8230; Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> menjelaskan -menukil keterangan gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah- bahwa <em>iyyaka na&#8217;budu</em> merupakan senjata untuk melawan penyakit riya&#8217;, sedangkan <em>iyyaka nasta&#8217;in</em> merupakan senjata untuk melumpuhkan penyakit ujub&#8230;</p>
<p><em>Saudaraku</em>.., semoga Allah meneguhkan kita di atas kebenaran.. Tauhid, iman dan keikhlasan inilah yang menjadi perisai hidup seorang muslim. Tidak ada nilainya harta dan keturunan apabila tidak diiringi dengan tauhid, iman dan keikhlasan. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Pada hari -kiamat- tidaklah berguna harta dan keturunan kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.”</em> (<strong>QS. asy-Syu&#8217;ara&#8217;: 88-89</strong>)</p>
<p>Tidaklah seorang hamba mendapatkan kemuliaan derajat di sisi Allah kecuali karena tauhid, iman dan keikhlasan yang mewarnai tindak-tanduk dan perilakunya. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ada tujuh golongan yang diberi naungan oleh Allah pada hari tiada lagi naungan kecuali naungan dari-Nya: [1] Seorang pemimpin yang adil, [2]  pemuda yang tumbuh dalam ketekunan beribadah kepada Allah, [3] lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka bertemu dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak berbuat keji oleh seorang wanita berkedudukan dan cantik namun ia mengatakan, &#8216;Aku takut kepada Allah&#8217;, [6] orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sepi lalu berlinanglah air matanya.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p>Maka di masa-masa yang penuh dengan fitnah dan kelalaian semacam ini setiap muslim harus berjuang mempertahankan tauhid, keimanan dan keikhlasan yang ada di dalam dirinya. Semoga Allah <em>ta&#8217;ala</em> menunjuki kita kepada kebenaran dan meneguhkan kita di atasnya, dan semoga Allah menunjuki kita kebatilan dan menjauhkan kita darinya. <em>Wallahul musta&#8217;an</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/di-tengah-era-fitnah-dan-kelalaian.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Utama Perpecahan</title>
		<link>http://abumushlih.com/sebab-utama-perpecahan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/sebab-utama-perpecahan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 16:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaidah Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Firqah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ishlah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2284</guid>
		<description><![CDATA[Ahlus Sunnah meyakini, bahwa persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (QS. Ali Imran: 103) Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiyallahu&#8217;anhu menafsirkan, bahwa yang dimaksud dengan &#8216;tali &#8230; <a href="http://abumushlih.com/sebab-utama-perpecahan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsebab-utama-perpecahan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsebab-utama-perpecahan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ahlus Sunnah meyakini, bahwa persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” </em>(<strong>QS. Ali Imran: 103</strong>) <span id="more-2284"></span></p>
<p>Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> menafsirkan, bahwa yang dimaksud dengan &#8216;tali Allah&#8217; di sini adalah <em>al-Jama&#8217;ah</em>/persatuan, atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud, tatkala menceritakan golongan yang selamat Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Yaitu al-Jama&#8217;ah.”</em> (dinukil dari <em>al-Ishbah fi Bayani Manhaj as-Salaf fi at-Tarbiyah wa al-Ishlah</em> karya Syaikh Abdullah bin Shalih al-Ubailan, hal. 79)</p>
<p>Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Apabila umat manusia kembali kepada al-Kitab dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wa sallam niscaya persatuan itu akan terwujud. Sebagaimana hal itu telah terjadi pada generasi awal umat ini, padahal mereka dahulu -sebelumnya- berpecah-belah&#8230;”</em> (<em>al-Ishbah</em>, hal. 82). Beliau menekankan, <em>“Tidak akan bisa menyatukan hati dan mempersatukan umat manusia kecuali dengan al-Kitab dan as-Sunnah. Kalau tanpa itu maka tidak mungkin mereka bisa bersatu&#8230;”</em> (<em>al-Ishbah</em>, hal. 82).</p>
<p>Syaikh Abdullah al-Ubailan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Dengan tiga perkara berikut ini, maka persatuan itu akan terlaksana; [1] aqidah yang sahihah, [2] kembali kepada al-Kitab dan as-Sunnah ketika berselisih, [3] taat kepada ulil amri (umara/ulama) serta selalu menginginkan kebaikan bagi mereka dan menasehati dengan cara yang bijak&#8230;” </em>(<em>al-Ishbah</em>, hal. 84).</p>
<p><strong>Apa Sebab Perpecahan?</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Syaikh Abdullah al-Ubailan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Mereka -Ahlus Sunnah- meyakini bahwa sebab utama perpecahan adalah sikap sektarian dan suka bergolong-golongan pada diri sebagian kaum muslimin terhadap suatu kelompok tertentu, jama&#8217;ah tertentu, atau sosok tertentu selain Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia.”</em> (<em>al-Ishbah</em>, hal. 85)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan. Maka engkau -wahai Muhammad- tidak ikut bertanggung jawab atas mereka sedikitpun.”</em> (<strong>QS. al-An&#8217;am: 159</strong>).</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa&#8217;di <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan untuk bersatu dan bersepakat, dan agama ini melarang tindak perpecah-belahan dan persengketaan bagi segenap pemeluk agama (Islam), dalam seluruh persoalan agama; yang pokok maupun yang cabang&#8230;”</em> (<em>Taisir al-Karim ar-Rahman</em>, hal. 285)</p>
<p>Suatu ketika, Ibnu Abbas <em>radhiyallahu&#8217;anhuma</em> ditanya, <em>“Kamu berada di atas millah Ali atau millah Utsman?”</em>. Maka beliau menjawab, <em>“Bahkan, saya berada di atas millah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.”</em> (dinukil dari <em>al-Ishbah</em>, hal. 86)</p>
<p>Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Para sahabat dahulu biasa meninggalkan pendapat pribadi mereka, meskipun pendapat itu dibangun di atas al-Kitab dan as-Sunnah. Mereka meninggalkannya apabila hal itu menyebabkan tercerai-berainya persatuan. Lihatlah, bagaimana sikap Abdullah bin Mas&#8217;ud seorang sahabat yang mulia -semoga Allah meridhainya- tatkala Amirul Mukminin Utsman radhiyallahu&#8217;anhu menyempurnakan sholat (tidak mengqashar) di Mina. Padahal, Ibnu Mas&#8217;ud radhiyallahu&#8217;anhu berpendapat qashar di Mina. Meskipun demikian, apabila beliau sholat di belakang Utsman radhiyallahu&#8217;anhu maka beliau menyempurnakan (tidak qashar). Ketika ditanyakan kepadanya tentang hal itu, beliau menjawab, <strong>&#8216;Wahai putraku, perselisihan itu buruk.&#8217;</strong> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>).”</em> (dinukil dari <em>al-Ishbah</em>, hal. 97). Lihatlah, bagaimana Ibnu Mas&#8217;ud mengalah dan mengikuti pendapat Amirul Mukminin demi mempertahankan kesatuan umat&#8230;</p>
<p>Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Memang terkadang sesuatu yang lebih utama ditinggalkan kepada sesuatu yang kurang utama, hal itu apabila dengan sesuatu yang kurang utama itu akan membuahkan persatuan. Di saat semacam itu, wajib baginya untuk mengalah dari menginginkan sesuatu yang lebih utama menuju sesuatu yang kurang utama. Hal itu perlu dilakukan demi utuhnya kesatuan dan persatuan kaum muslimin&#8230;” </em>(<em>al-Ishbah</em>, hal. 98).</p>
<p>Beliau menambahkan, <em>“Hal itu -dianjurkan untuk mengalah- berlaku dengan catatan selama tidak merusak agama. Adapun apabila menimbulkan kerusakan agama, maka tidak boleh. Oleh karenanya wajib bagi seorang muslim mengalah dari memaksakan pendapat dan ijtihadnya, meskipun menurutnya apa yang dia yakini itulah yang lebih utama. Lantas, bagaimana lagi apabila ternyata apa yang dianut oleh jama&#8217;ah (mayoritas umat/ulama) adalah sesuatu yang lebih utama, sedangkan apa yang diyakini oleh orang yang menyelisihi ini adalah sesuatu yang kurang utama, atau bahkan sesuatu yang tidak benar?!.”</em> (<em>al-Ishbah</em>, hal. 98).</p>
<p>Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Oleh sebab itu seharusnya para penuntut ilmu dan orang-orang yang menyandarkan diri kepada ilmu mencamkan baik-baik kaidah ini; yaitu <strong>apabila seseorang muslim memiliki pendapat dan ijtihad yang seandainya ditampakkan kepada orang banyak menimbulkan kekacauan dan persengketaan, maka semestinya dia tidak perlu menampakkannya</strong>. Cukuplah dia mengikuti apa yang dianut oleh mayoritas umat Islam. Sebab hal itu lebih menjamin -kebaikan- baginya dan lebih mendekati kebenaran.” </em>(<em>al-Ishbah</em>, hal. 98).</p>
<p>Syaikh Abdullah al-Ubailan mengomentari ucapan terakhir Syaikh Fauzan di atas, <em>“Benar, hal ini tidak ragu lagi sangat diperlukan. Apalagi dalam kondisi berkecamuknya fitnah.”</em> (<em>al-Ishbah</em>, hal. 98).</p>
<p><strong>Kesimpulan dan Pelajaran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dari paparan ringkas di atas, dapat kita petik kesimpulan dan faedah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Berpegang      teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah dengan benar -sebagaimana dipahami      Nabi dan para sahabat- membuahkan persatuan yang sejati, bukan justru      mengobarkan perpecahan di tengah-tengah umat, terlebih lagi di kalangan para      da&#8217;i&#8230;!</li>
<li>Apabila      perpecahan itu telah terjadi, maka sebabnya adalah tidak mewujudkan salah      satu di antara ketiga hal di atas. Bisa jadi karena perbedaan aqidah, atau      tidak mau merujuk kepada al-Kitab dan as-Sunnah, atau karena tidak merujuk      kepada ulil amri (ulama dan umara) dan menasehati mereka dengan cara yang      bijak.</li>
<li>Seorang      muslim hendaknya tidak segan untuk mengalah, menjaga persatuan, dan lebih      mengutamakan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi dan golongan.</li>
<li>Seorang      muslim -apalagi penuntut ilmu dan da&#8217;i- semestinya memperhitungkan dampak      dari pendapat atau ucapan yang dilontarkannya di hadapan manusia, apakah      hal itu menimbulkan kekacauan di tengah-tengah mereka ataukah tidak.</li>
<li>Sebuah      pelajaran berharga, bahwa perpecahan tidak akan teratasi dengan perpecahan      pula. Perpecahan hanya bisa diatasi dengan persatuan yang sejati.      Barangsiapa mengira bahwa perpecahan bisa diatasi dengan sikap <em>ta&#8217;ashub</em> kepada sosok tertentu selain Rasul <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,      maka sungguh dia telah keliru!</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/sebab-utama-perpecahan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Perkenalan&#8230;</title>
		<link>http://abumushlih.com/sebuah-perkenalan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/sebuah-perkenalan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 03:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Audio]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Daurah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2277</guid>
		<description><![CDATA[:: Ma&#8217;had al-&#8217;Ilmi Menuntut ilmu adalah amal yang membutuhkan kesungguhan dan kesabaran. Tanpa keduanya, tidaklah mungkin seseorang akan mendapatkan apa yang ia inginkan dari berbagai kebaikan yang begitu banyak. Pentingnya kesabaran dan kesungguhan banyak disinggung baik di dalam Al Qur’an &#8230; <a href="http://abumushlih.com/sebuah-perkenalan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsebuah-perkenalan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsebuah-perkenalan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div>
<div>
<p><strong>:: Ma&#8217;had al-&#8217;Ilmi</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Menuntut  ilmu adalah amal yang membutuhkan kesungguhan dan kesabaran.  Tanpa  keduanya, tidaklah mungkin seseorang akan mendapatkan apa yang ia   inginkan dari berbagai kebaikan yang begitu banyak. Pentingnya   kesabaran dan kesungguhan banyak disinggung baik di dalam Al Qur’an   maupun As Sunnah. Dalam sebuah sya’ir Imam Syafi’i mengatakan :</p>
<p><span id="more-2277"></span></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Wahai Saudaraku …</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>engkau takkan mendapatkan ilmu</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>kecuali dengan enam perkara</em></p>
<p><em>‘kan ku sebutkan perincian beserta penjelasannya</em></p>
<p><em>Semangat, Sungguh-sungguh dan kecerdasannya</em></p>
<p><em>Modal, bersama pengajar dan panjang waktunya</em></p>
<p>Sumber:</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://mahadilmi.wordpress.com/tentang-kami/pengantar/" target="_blank">http://mahadilmi.wordpress.com/tentang-kami/pengantar/</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Jadwal Kajian Rutin: <a rel="nofollow" href="http://mahadilmi.wordpress.com/kegiatan-rutin/" target="_blank">http://mahadilmi.wordpress.com/kegiatan-rutin/</a></p>
<p>Download Rekaman Kajian: <a rel="nofollow" href="http://mahadilmi.wordpress.com/download/download-kajian/" target="_blank">http://mahadilmi.wordpress.com/download/download-kajian/</a></p>
<p><strong>:: Buletin Dakwah</strong></p>
<p><strong> Buletin At-Tauhid</strong> merupakan buletin dakwah yang disebarkan secara rutin setiap pekan.   Materi yang disampaikan difokuskan pada pembenahan aqidah kaum muslimin   dan penanaman Sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebagaimana  motonya <strong>‘Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah’</strong>.  Buletin  ini disebarkan ke berbagai masjid yang ada di Yogyakarta  (sekitar 70  masjid) setiap hari Jum’at sebanyak 11000 eksemplar. Jumlah  ini masih  terhitung kecil dibandingkan dengan 5000 masjid yang ada di  Yogyakarta.  Alhamdulillah, sekarang ini buletin sudah memasuki tahun  kelima.  Meskipun demikian, masalah klasik masih saja dihadapi yaitu  kendala  pendanaan yang sangat terbatas dikarenakan tidak adanya donatur  tetap  untuk kegiatan ini dan pemasukan infak yang kecil dan tidak  menentu.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://buletin.muslim.or.id/about" target="_blank">http://buletin.muslim.or.id/about</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Arsip Artikel: <a rel="nofollow" href="http://buletin.muslim.or.id/arsip" target="_blank">http://buletin.muslim.or.id/arsip</a></p>
<p>Donasi: <a rel="nofollow" href="http://buletin.muslim.or.id/about/donasi-buletin-at-tauhid" target="_blank">http://buletin.muslim.or.id/about/donasi-buletin-at-tauhid</a></p>
<p><strong>Buletin Muslimah</strong></p>
<p>Bermula  dari buletin muslimah Zuhairoh yang disebarkan di kampus UGM,  UNY, dan  sekitarnya, kami memandang perlu menyebarkan  artikel-artikel  Zuhairoh  ke area yang lebih luas lagi, sehingga muslimah yang tidak  mendapat  versi cetak buletin ini dapat ikut mengambil faidah ilmu syar’i  yang  kami tuangkan ke dalam artikel-artikel Zuhairoh yang telah terbit   melalui blog yang sederhana ini.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://buletinzuhairoh.wordpress.com/about/" target="_blank">http://buletinzuhairoh.wordpress.com/about/</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Bahasan Utama: <a rel="nofollow" href="http://buletinzuhairoh.wordpress.com/category/bahasan-utama/" target="_blank">http://buletinzuhairoh.wordpress.com/category/bahasan-utama/</a></p>
<p>Ziyadah: <a rel="nofollow" href="http://buletinzuhairoh.wordpress.com/category/azziyadah/" target="_blank">http://buletinzuhairoh.wordpress.com/category/azziyadah/</a></p>
<p><strong>:: Website Dakwah</strong></p>
<p><strong>Muslim.or.id</strong> adalah situs yang dikelola oleh mahasiswa dan alumni di  Yogyakarta   dan sekitarnya. Muslim.or.id berusaha menyebarkan dakwah  Islamiyyah  Ahlu Sunah  wal Jama’ah di jagad maya. Moto Muslim.or.id  adalah <strong>“Memurnikan Aqidah,  Menebarkan Sunah”</strong>.</p>
<p>Kami mengambil moto <strong>“Memurnikan Aqidah”</strong> karena  banyaknya  kerancuan-kerancuan yang tersebar di kalangan  masyarakat,  khususnya di negeri  kita tercinta ini, tentang Aqidah  Islamiyyah.  Ibadah yang seharusnya  dipersembahkan hanya kepada Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> telah dipalingkan pada  selain Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em>.   Kesyirikan tersebar merajalela, sampai-sampai  orang-orang yang telah   dijuluki dengan sederetan titel dunia pun tidak luput  dari virus yang   sangat ganas ini. Masalah paling besar di balik itu semua adalah  bahwa   kesyirikan akan membuat pelakunya kekal selama-lamanya di dalam  neraka.   Hanya satu hal yang bisa mencegah itu semua yaitu dakwah  dengan  memurnikan  aqidah, menjadikan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai   satu-satunya sesembahan dan  tidak memalingkan segala macam ibadah  baik  perbuatan anggota badan, lisan dan  perbuatan hati pada selain  Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em>.</p>
<p>Sumber:<a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/tentang-kami" target="_blank">http://muslim.or.id/tentang-kami</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Arsip Artikel: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/arsip" target="_blank">http://muslim.or.id/arsip</a></p>
<p>Pemasangan Iklan: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/iklan/" target="_blank">http://muslim.or.id/iklan/</a></p>
<p><strong>:: Website Muslimah</strong></p>
<p>Kami  mempersembahkan bingkisan kecil ini untuk  saudariku muslimah,   Bingkisan yang tersaji dalam situs  muslimah.or.id yang terbungkus   cantik dengan motto <strong>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</strong>.    Ini Bukan sekedar kata-kata manis yang kami tuliskan untukmu dan  bukan   sekedar pula uraian indah yang menghanyutkan rasa hati untuk  sementara   waktu. Kami bawakan untukmu sesuatu yang lebih manis dari  itu sehingga   engkau dengan seizin Allah ta’ala akan merasakan manisnya  iman,   kebahagiaan melakukan ketaatan dalam syari’at-Nya dan kerinduan    mendapatkan ilmu karena-Nya, baik dalam perkara dunia apalagi  akherat.   Kami berikan untukmu dengan landasan yang kokoh, yaitu  Al-Qur’an dan   As-Sunnah, dan dengan pemahaman dari generasi terbaik  dari umat ini   (salafush sholeh) yang ini telah jelas dalam firman-Nya:<em>“Orang-orang  yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan   muhajirin dan  anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik,   Allah ridha  kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.”</em> (QS. At-Taubah: 100)</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslimah.or.id/tentang-muslimah" target="_blank">http://muslimah.or.id/tentang-muslimah</a></p>
<p><strong>BADAR On-Line</strong></p>
<p>Nama  BADAR merupakan brand yang kami usung sejak mulainya pembelajaran   bahasa arab di tempat kami, di pogung, utaran Fakultas Teknik UGM. Badar   merupakan singkatan dari Bahasa Arab Dasar. Selama berjalannya program   bahasa arab, kami melihat antusias masyarakat untuk belajar bahasa  arab  sangat tinggi, karena itulah kami pun bertekad supaya bahasa yang  penuh  barakah ini juga bisa dipelajari oleh kaum muslimin di mana pun  dia  berada.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://badaronline.com/tentang-kami" target="_blank">http://badaronline.com/tentang-kami</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Arsip Artikel: <a rel="nofollow" href="http://badaronline.com/arsip" target="_blank">http://badaronline.com/arsip</a></p>
<p>Donasi: <a rel="nofollow" href="http://badaronline.com/dari-redaksi/donasi-pengembangan-web-bahasa-arab-online.html" target="_blank">http://badaronline.com/dari-redaksi/donasi-pengembangan-web-bahasa-arab-online.html</a></p>
<p><strong>:: Radio Muslim</strong></p>
<p><strong>Radio</strong> <strong>Muslim</strong> dikelola oleh teman-teman dari mahasiswa dan pemuda muslim di kota   Yogyakarta yang tergabung dalam Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.   Selain belajar di bangku kuliah, kami juga belajar Ilmu Agama Islam   melalui kajian-kajian yang ada. Begitu banyaknya kajian ilmiah tentang   Agama Islam ini terutama di kota Jogja, menumbuhkan keinginan kami untuk   menyebarluaskan ilmu kepada segenap sahabat muslim di mana pun berada.   Kami melihat saudara-saudara kami; sahabat muslim yang berada jauh  dari  kota Jogja, di luar kota bahkan di luar negeri jumlahnya cukup  banyak  dan mereka berminat sekali untuk bisa mendengarkan kajian-kajian  Islam.  Kami berterima kasih kepada sahabat muslim semua atas dorongan  dan  dukungan bagi kami untuk mendirikan Radio. Berkat Taufik dan  Rahmat-Nya  kemudian usaha rekan-rekan kru <strong>Radio</strong> <strong>Muslim</strong> -semoga Allah membalasnya dengan kebaikan- maka berdirilah Radio ini.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://radiomuslim.com/tentang-kami/" target="_blank">http://radiomuslim.com/tentang-kami/</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Kajian Live Terbaru: <a rel="nofollow" href="http://radiomuslim.com/kajian-live-radiomuslim/" target="_blank">http://radiomuslim.com/kajian-live-radiomuslim/</a></p>
<p>Donasi Radio: <a rel="nofollow" href="http://radiomuslim.com/donasi-dakwah/" target="_blank">http://radiomuslim.com/donasi-dakwah/</a></p>
<p><strong>:: Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari</strong></p>
<p>Dalam   perkembangannya yang terakhir, YPIA memiliki 4 bidang konsentrasi    kegiatan, yaitu; pendidikan, dakwah, humas, dan kemuslimahan. Untuk    bidang pendidikan, YPIA membentuk 4 divisi; Ma’had al-‘Ilmi, Ma’had Umar    Bin Khattab (yang dahulu hanya berupa panitia BADAR), Ma’had  Syabaabul   Masjid (untuk mengkader aktifis masjid), dan Wisma Muslim  (untuk   menampung teman-teman mahasiswa yang ingin mendapatkan  lingkungan yang   kondusif untuk belajar dan mengaji). Untuk bidang  dakwah, YPIA membentuk   4 divisi, yaitu; Kajian Umum, Khutbah Jum’at  dan Kultum, FKIM (Forum   Kajian Islam Mahasiswa), dan Ketakmiran.  Adapun untuk bidang humas, YPIA   membentuk 5 divisi; Buletin dakwah,  Web dakwah, Radio muslim,   Pengembangan teknologi informasi (IT), dan  bagian Eksternal. Untuk   bidang kemuslimahan, kegiatan yang ada dibagi  ke dalam 3 divisi; dakwah,   buletin, dan perpustakaan. Khusus untuk  kemuslimahan ini diwadahi  dalam  forum yang disebut dengan FKKA (Forum  Kegiatan Kemuslimahan  Al-Atsari)</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://ypia.or.id/about/sejarah-ypia" target="_blank">http://ypia.or.id/about/sejarah-ypia</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Struktur Organisasi: <a rel="nofollow" href="http://ypia.or.id/about/struktur-organisasi" target="_blank">http://ypia.or.id/about/struktur-organisasi</a></p>
<p>Program Periode April &#8211; Sept 2011: <a rel="nofollow" href="http://ypia.or.id/about/program-yayasan-pendidikan-al-atsary" target="_blank">http://ypia.or.id/about/program-yayasan-pendidikan-al-atsary</a></p>
<p>Download Proposal: <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/document/w-kB6YlM/proposal_ypia_bo_web.html" target="_blank">http://www.4shared.com/document/w-kB6YlM/proposal_ypia_bo_web.html</a></p>
<p><strong>Jadwal Kajian Terbaru: </strong></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-tematik-kampus-ugm-yogyakarta-mei-2011.html" target="_blank">http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-tematik-kampus-ugm-yogyakarta-mei-2011.html</a></p>
<p><strong>Daurah Muslimah:</strong></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-untuk-muslimah-%E2%80%9Ckado-terindah-untuk-saudariku-muslimah%E2%80%9D-yogyakarta-mei-2011.html" target="_blank">http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-untuk-muslimah-%E2%80%9Ckado-terindah-untuk-saudariku-muslimah%E2%80%9D-yogyakarta-mei-2011.html</a></p>
<p><strong>:: SDIT Yaa Bunayya</strong></p>
<p><strong>Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) </strong><strong>Yaa Bun</strong><strong>ayya</strong> adalah bentuk satuan pendidikan dasar yang menyelenggarakan program    pendidikan enam tahun berdasarkan sistem pendidikan Islam yang benar    yang diperkaya kurikulum nasional sesuai dengan standar DIKDASMEN     KemenDiknas.</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://www.sdityaabunayya.com/tentang-kami/" target="_blank">http://www.sdityaabunayya.com/tentang-kami/</a></p>
<p><strong>Info Terkait</strong></p>
<p>Penerimaan Siswa Baru: <a rel="nofollow" href="http://www.sdityaabunayya.com/2011/04/penerimaan-santri-baru/" target="_blank">http://www.sdityaabunayya.com/2011/04/penerimaan-santri-baru/</a></p>
<p>Pendaftaran: <a rel="nofollow" href="http://www.sdityaabunayya.com/form-pendaftaran/" target="_blank">http://www.sdityaabunayya.com/form-pendaftaran/</a></p>
<p>Peta Lokasi: <a rel="nofollow" href="http://www.sdityaabunayya.com/2011/04/peta-lokasi-sdit-yaa-bunayya/" target="_blank">http://www.sdityaabunayya.com/2011/04/peta-lokasi-sdit-yaa-bunayya/</a></p>
<p>Donasi: <a rel="nofollow" href="http://www.sdityaabunayya.com/donasi-sdit-yaa-bunayya/" target="_blank">http://www.sdityaabunayya.com/donasi-sdit-yaa-bunayya/</a></p>
<p><strong>:: Tautan Bermanfaat</strong></p>
<p>Mesin Pencari:</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://yufid.com/" target="_blank">http://yufid.com/</a></p>
<p>Pusat Download Kajian:</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://kajian.net/" target="_blank">http://kajian.net/</a></p>
<p>Perpustakaan Digital:</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://mufiidah.com/" target="_blank">http://mufiidah.com/</a></p>
<p>Pusat Info Kajian:</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://infokajian.com/" target="_blank">http://infokajian.com/</a></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/sebuah-perkenalan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untukmu, Wahai Pemuda! (Kajian Umum, Jogja)</title>
		<link>http://abumushlih.com/untukmu-wahai-pemuda-kajian-umum-jogja.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/untukmu-wahai-pemuda-kajian-umum-jogja.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 03:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Halaqoh]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Ta'lim]]></category>
		<category><![CDATA[UAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2264</guid>
		<description><![CDATA[Kajian Islam Putra dan Putri (Gratis) Untukmu, Wahai Pemuda! Pemateri: Ustadz Afifi Abdul Wadud Waktu: Ahad, 17 April 2011 Pkl. 07.30 &#8211; 11.00 WIB Tempat: Masjid Uzlifatul Jannah, Selatan Kampus UAD 3 Fasilitas: Majalah Islami gratis (jumlah terbatas) Penyelenggara: FKI &#8230; <a href="http://abumushlih.com/untukmu-wahai-pemuda-kajian-umum-jogja.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Funtukmu-wahai-pemuda-kajian-umum-jogja.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Funtukmu-wahai-pemuda-kajian-umum-jogja.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kajian Islam Putra dan Putri</p>
<p>(Gratis)</p>
<p><strong>Untukmu, Wahai Pemuda! </strong></p>
<p><span id="more-2264"></span></p>
<p>Pemateri:</p>
<p><strong>Ustadz Afifi Abdul Wadud </strong></p>
<p>Waktu:</p>
<p><strong>Ahad, 17 April 2011</strong></p>
<p>Pkl. 07.30 &#8211; 11.00 WIB</p>
<p>Tempat:</p>
<p>Masjid Uzlifatul Jannah, Selatan Kampus UAD 3</p>
<p>Fasilitas:</p>
<p>Majalah Islami gratis (jumlah terbatas)</p>
<p>Penyelenggara:</p>
<p><strong>FKI el-Amin</strong></p>
<p>CP: 08170852931</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/untukmu-wahai-pemuda-kajian-umum-jogja.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Dakwah Berkelanjutan Bagi Korban Erupsi Merapi</title>
		<link>http://abumushlih.com/program-dakwah-berkelanjutan-bagi-korban-erupsi-merapi.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/program-dakwah-berkelanjutan-bagi-korban-erupsi-merapi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 14:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkringan]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[YPIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2258</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, as sholatu was salamu &#8216;ala rasulillah. Amma ba&#8217;du. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita&#8230; Kegiatan dakwah pasca bencana di lereng Merapi -khususnya di kecamatan Cangkringan- sampai hari ini (Jum&#8217;at, 1/4/2011) telah memasuki bulan &#8230; <a href="http://abumushlih.com/program-dakwah-berkelanjutan-bagi-korban-erupsi-merapi.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fprogram-dakwah-berkelanjutan-bagi-korban-erupsi-merapi.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fprogram-dakwah-berkelanjutan-bagi-korban-erupsi-merapi.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah, as sholatu was salamu &#8216;ala rasulillah. Amma ba&#8217;du.</em></p>
<p>Kaum muslimin yang dirahmati Allah, <em>semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita</em>&#8230;</p>
<p><span id="more-2258"></span></p>
<p>Kegiatan  dakwah pasca bencana di lereng Merapi -khususnya di kecamatan  Cangkringan- sampai hari ini (Jum&#8217;at, 1/4/2011) telah memasuki bulan  ke-5. Sebagian besar pengungsi telah meninggalkan barak-barak mereka  menuju shelter-shelter yang telah dibangun oleh pemerintah bersama  elemen masyarakat yang lain. Meskipun demikian, bukan berarti dakwah  bagi korban erupsi sudah berhenti.</p>
<p>Masjid-masjid dan  musholla-musholla, di area pemukiman maupun di shelter masih kami  kunjungi untuk pelaksanaan kegiatan dakwah; khutbah jum&#8217;at, penyebaran  buletin, pengajian rutin, kerja bakti, dan terkadang juga disertai bakti  sosial. Hal ini telah menjadi komitmen kami <strong>Posko Dakwah dan Sosial Al-Atsari</strong> yang diusung bersama oleh 3 komponen utama: Islamic Center Bin Baaz,  Ponpes Jamilurrahman, dan Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Dakwah  tauhid dan sunnah di kawasan bencana ini harus tetap dijalankan, apa pun  resikonya.</p>
<p>Hal itu tidak lain, karena kita bersama telah  meyakini bahwa tauhid dan sunnah inilah yang akan mendatangkan  kemaslahatan hidup yang hakiki, ketentraman, keamanan, petunjuk, dan  kebahagiaan yang sejati bagi umat manusia dan segenap penduduk negeri.  Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Orang-orang yang  beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik)  mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah yang  diberikan petunjuk.&#8221;</em> (<strong>QS. al-An&#8217;am: 82</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Pada hari itu -kiamat- tidak berguna harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.&#8221;</em> (<strong>QS. asy-Syu&#8217;ara&#8217;: 88-89</strong>)</p>
<p>Posko  Dakwah dan Sosial Al-Atsari, sangat bersyukur kepada Allah atas taufik  yang diberikan Allah kepada kami, sehingga kegiatan dakwah yang kami  lakukan &#8211;walaupun tentu saja banyak kekurangan disana-sini&#8211; masih bisa  berjalan dan berusaha mewarnai kehidupan kaum muslimin korban erupsi  dengan sentuhan rohani penyejuk hati.</p>
<p>Tercatat beberapa <strong>pengajian rutin</strong> yang telah diagendakan di Cangkringan. Di antaranya adalah; pengajian  rutin di Shelter Gondang I setiap pekan 3 kali; selasa, kamis dan sabtu,  waktu ba&#8217;da maghrib &#8211; isyak. Kemudian, pengajian rutin di Masjid an-Nur  Pagerjurang sepekan sekali setiap hari Kamis ba&#8217;da maghrib &#8211; isyak.  Selain itu, pengajian rutin di Masjid al-Mujahidin Plosokerep sepekan  sekali setiap hari Kamis ba&#8217;da maghrib juga. Pengajian rutin ba&#8217;da  maghrib juga setiap Sabtu di Masjid al-Mujahidin Bronggang dan musholla  Shelter Plosokerep II.</p>
<p>Selain pengajian rutin, <strong>khutbah Jum&#8217;at</strong> juga kami adakan di beberapa masjid, di antaranya di: Masjid an-Nur  Pagerjurang, masjid Baiturrahim Kopeng &#8211;sedang dibangun oleh Bank  Muamalat&#8211;, masjid al-Mujahidin Plosokerep, masjid al-Mujahidin  Bronggang, masjid al-Ikhlas Tegalbarep, masjid Shelter Gondang I, dan  lain-lain.</p>
<p>Selain itu, setiap hari Kamis dan Jum&#8217;at, ICBB (Islamic Center Bin Baaz) juga mengirimkan santri-santrinya untuk mengajar <strong>TPA</strong> di masjid-masjid di Cangkringan, antara lain di: masjid Shelter Gondang I, masjid Singlar, masjid al-Ikhlas Tegalbarep.</p>
<p>Ke  depan, kami juga akan melanjutkan program bimbingan belajar untuk siswa  SD di Shelter dan masjid-masjid binaan. Lebih jauh lagi, pembangunan <strong>Moslem Center Merapi</strong> (MCM) yang sedang melalui proses pengurusan wakaf juga menjadi kegiatan  pokok yang terus akan kami wujudkan, dengan pertolongan Allah <em>ta&#8217;ala</em> tentu saja.</p>
<p>Halangan,  rintangan dan hambatan, tidak pernah sepi dari perjalanan kami.  Kesibukan dakwah para ustadz di berbagai tempat, kesibukan rekan-rekan  relawan yang masih kuliah maupun yang telah menekuni dunia kerja, dan  berbagai kendala lainnya harus kami hadapi demi terlaksananya proyek  dakwah ini.</p>
<p>Tiada harapan yang kami miliki selain <strong>keistiqomahan</strong> di atas jalan dakwah yang haq ini hingga ajal menghampiri. Semoga  dengan perantaraan dakwah ini saudara-saudara kita di lereng Merapi bisa  menikmati keindahan ajaran tauhid dan Sunnah nabi yang suci. Dukungan  dan doa dari kaum muslimin bagi suksesnya program ini sangat  menggembirakan hati kami.</p>
<p><em>Wa layanshurannallahu man yanshuruh, innallaha laqawiyyun &#8216;aziiz</em>&#8230;</p>
<p><em>Wa shallallahu &#8216;ala nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa sallam. </em><br />
<em>Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin. </em></p>
<p>Alamat e-mail: ypiapeduli@yahoo.com<br />
Website: ypia.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/program-dakwah-berkelanjutan-bagi-korban-erupsi-merapi.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

