Agama Para Nabi dan Rasul

Saturday, 10. April 2010

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam shahihnya :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

Muhammad bin Sinan menuturkan kepada kami. Dia berkata; Fulaih bin Sulaiman menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hilal bin Ali menuturkan kepada kami dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari dalam Kitab Ahadits al-Anbiya’, lihat Fath al-Bari [6/550]. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Kitab al-Fadha’il dengan redaksi yang agak berbeda)

Read more

Menjadikan Sunnah Sebagai Pijakan

Friday, 9. April 2010

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80)

Read more

Celakalah Tumit Yang Tidak Terbasuh Air!

Thursday, 8. April 2010

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, beliau berkata: Suatu saat kami menempuh perjalanan pulang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mekah menuju Madinah. Sampai akhirnya di tengah jalan kami tiba di sebuah lembah -yang terdapat mata air padanya-. Karena waktu ‘Ashar sudah hampir tiba sebagian orang bergegas mendahului rombongan lalu berwudhu dalam keadaan tergesa-gesa. Setibanya kami di sana, tampak bahwa tumit mereka tidak tersentuh oleh air -dalam riwayat Bukhari perawi berkata; kami hanya mengusap kaki kami-. Melihat hal itu maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi ‘alaihi wa sallam berteriak, “Celakalah tumit-tumit -yang tidak terbasuh air, pent- karena jilatan api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian.” Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa perawi berkata, “Beliau -Nabi- mengulangi ucapannya itu dua atau tiga kali.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Fath al-Bari [1/175] dan Syarh Muslim [3/31])

Read more

Kunci Kebaikan

Tuesday, 6. April 2010

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَلَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agama. Dan akan senantiasa ada sekelompok orang di antara kaum muslimin yang berjuang membela kebenaran dan mereka akan selalu menang dalam melawan orang-orang yang memusuhi mereka hingga datangnya hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafal Muslim)

Read more

Berbahagialah al-Ghuroba’

Monday, 5. April 2010

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim [145] dalam Kitab al-Iman.Syarh Muslim, 1/234).

Read more

Pijakan Seorang Muslim Di Tengah Gelombang Fitnah

Friday, 2. April 2010

Oleh: Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi -hafizhahullah-

PERTANYAAN

Derasnya gelombang fitnah yang melanda kaum muslimin saat ini membuat sekian banyak kebingungan di tengah umat dan bahkan terbawa oleh arus fitnah tersebut. Sehingga wajarlah kalau timbul berbagai macam kerusakan dan menambah volume fitnah. Mohon terangkan bagaimana sikap seorang muslim dalam menghadapi fitnah menurut syariat Islam!

Read more

Meraih Ampunan Di Hari Jum’at

Thursday, 1. April 2010

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi sholat Jum’at lalu dia mengerjakan sholat sebanyak yang bisa dilakukannya kemudian dia diam -mendengarkan khutbah- sampai khotib menyelesaikan khutbahnya lalu dia menjalankan sholat bersamanya niscaya akan diampuni dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at yang lain ditambah tiga hari.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [4/169])

Read more

Takfir, Bukan Masalah Ringan!

Wednesday, 31. March 2010

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya maka sungguh tuduhannya itu akan kembali terarah kepada salah seorang di antara mereka berdua.” Dalam sebagian riwayat disebutkan, “Apabila sebagaimana apa yang dia katakan -maka dia tidak bersalah- akan tetapi apabila tidak sebagaimana yang dia tuduh maka tuduhan itu justru kembali kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [2/126-127] dan Shahih Bukhari, hal. 1254)

Read more

Kewajiban Menaati Ulil Amri

Tuesday, 30. March 2010

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu adalah yang terbaik untuk kalian dan paling bagus dampaknya.” (QS. an-Nisaa’: 59)

Read more

Mereka Bertiga Pun Menangis

Tuesday, 23. March 2010

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, dia berkata: Abu Bakar radhiyallahu’anhu berkata kepada Umar beberapa waktu setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Marilah kita bersama-sama pergi ke rumah Ummu Aiman untuk mengunjunginya sebagaimana dahulu kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sering berkunjung kepadanya.” Tatkala kami sampai bertemu dengannya, dia pun menangis. Mereka berdua -Abu Bakar dan Umar- bertanya kepadanya, “Apa yang engkau tangisi? Apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik bagi Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Maka dia menjawab, “Saya menangis bukan karena mengetahui bahwa apa yang di sisi Allah itu lebih baik bagi Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi saya menangis karena wahyu telah terputus turun dari langit.” Maka ucapannya itu membangkitkan perasaan mereka berdua -Abu Bakar dan Umar- untuk melelehkan air mata. Akhirnya mereka berdua pun menangis bersamanya (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [8/76-77])

Read more