<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Ilmu</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/ilmu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 23:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>PENERIMAAN SANTRI BARU MA’HAD AL-‘ILMI  PERIODE 1433/1434 H</title>
		<link>http://abumushlih.com/penerimaan-santri-baru-ma%e2%80%99had-al-%e2%80%98ilmi-periode-14331434-h.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/penerimaan-santri-baru-ma%e2%80%99had-al-%e2%80%98ilmi-periode-14331434-h.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 09:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlus Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'had]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2464</guid>
		<description><![CDATA[Ma’had al-‘Ilmi Yogyakarta insya Allah akan kembali membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 1433/1434 H (2012/2013 M). Untuk tahun ajaran baru ini direncanakan Ma’had al-‘Ilmi akan membuka 1 program saja, baik putra maupun putri. Pembukaan penerimaan santri baru ini &#8230; <a href="http://abumushlih.com/penerimaan-santri-baru-ma%e2%80%99had-al-%e2%80%98ilmi-periode-14331434-h.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fpenerimaan-santri-baru-ma%25e2%2580%2599had-al-%25e2%2580%2598ilmi-periode-14331434-h.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fpenerimaan-santri-baru-ma%25e2%2580%2599had-al-%25e2%2580%2598ilmi-periode-14331434-h.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ma’had al-‘Ilmi Yogyakarta insya Allah akan kembali membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 1433/1434 H (2012/2013 M). Untuk tahun ajaran baru ini direncanakan Ma’had al-‘Ilmi akan membuka 1 program saja, baik putra maupun putri. Pembukaan penerimaan santri baru ini akan dimulai sekitar bulan Mei/Juni 2012.</p>
<p><span id="more-2464"></span></p>
<p>Pelajaran yang diberikan antara lain; tauhid, aqidah, fikih, hadits, ushul tafsir, tafsir. Jumlah pelajaran wajib per pekan –untuk putra- adalah 6 mata pelajaran tersebut. Selain itu juga ada pelajaran tambahan yaitu praktek membaca kitab dan latihan penerjemahan. Dengan program ini diharapkan santri bisa memahami dasar-dasar ilmu agama islam dan memiliki kemampuan dasar untuk mengembangkan diri sebagai penggerak dakwah di masa depan.</p>
<p>Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ma’had al-‘Ilmi tahun ini hanya memakan waktu 1 tahun. Hal ini dipilih dengan asumsi kondisi kegiatan perkuliahan mahasiswa di kampus yang sudah semakin padat dan selesai dalam waktu cepat. Idealnya, seorang mahasiswa baru telah mengikuti program bahasa arab –sebagai persiapan sebelum Ma’had al-’Ilmi- di Ma’had Umar Bin Khattab selama 1 tahun dengan menempuh 3 jenjang pendidikan; pemula, menengah, dan lanjutan. Ketiga jenjang pendidikan ini bisa ditempuh dalam 2 semester reguler dan 1 daurah liburan semester ganjil/genap.</p>
<p>Pada gilirannya, di tahun ke-2 perkuliahan yang dijalaninya, mahasiswa tersebut sudah bergabung dengan program Ma’had al-‘Ilmi. Sehingga santri yang mengikuti pelajaran-pelajaran di Ma’had al-‘Ilmi memang sudah menguasai kaidah-kaidah dasar bahasa arab (nahwu dan shorof) dan mampu membaca kitab gundul. Hal ini sangat perlu diperhatikan, karena rata-rata kegagalan yang dialami banyak orang –penuntut ilmu- adalah akibat lemahnya kemampuan membaca kitab gundul ini.</p>
<p>Dalam waktu 1 tahun pelajaran, Ma’had al-‘Ilmi memiliki 4 agenda utama, yaitu; kegiatan belajar mengajar semester 1, daurah liburan semester ganjil, kegiatan belajar mengajar semester 2, dan daurah liburan semester genap. Setiap santri diharuskan mengikuti alur pendidikan tersebut demi tercapainya tujuan pembelajaran.</p>
<p>Dengan masa pendidikan yang cukup singkat ini -yaitu 1 tahun- maka para mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan selama 2 tahun pun –alias sudah menginjak semester 4- masih berkesempatan untuk mengikuti program Ma’had al-‘Ilmi pada tahun ke-3 masa kuliah mereka. Hal ini sangat menguntungkan bagi para mahasiswa, karena dalam waktu 1 tahun mereka akan mendapatkan pembelajaran ilmu diniyah dasar secara sistematis dan ilmiah yang jarang ditemukan di tempat-tempat lain.</p>
<p>Memang, waktu 1 tahun sangatlah singkat untuk memberikan pemahaman agama secara mendalam kepada peserta didik. Oleh sebab itu diharapkan para alumni Ma’had ini nantinya bisa mengembangkan kemampuan dirinya lebih lanjut sesuai dengan potensi dan bakat mereka masing-masing. Dunia dakwah ini sangat luas, sehingga membutuhkan tangan-tangan kaum intelektual yang menguasai teknologi informasi dan memiliki strategi yang bagus dalam melancarkan dakwah di era global ini.</p>
<p>Pergerakan mahasiswa dari masa ke masa memang sarat dengan semangat perubahan. Akan tetapi satu hal yang sangat-sangat disayangkan adalah ketika semangat itu miskin ilmu. Itulah yang dapat kita rasakan selama ini. Aduhai, tidakkah mereka menyadari?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/penerimaan-santri-baru-ma%e2%80%99had-al-%e2%80%98ilmi-periode-14331434-h.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Donasi Program Pesantren Liburan</title>
		<link>http://abumushlih.com/donasi-program-pesantren-liburan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/donasi-program-pesantren-liburan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 18:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[al-Atsari]]></category>
		<category><![CDATA[Daurah]]></category>
		<category><![CDATA[Donasi]]></category>
		<category><![CDATA[FKIM]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[YPIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2454</guid>
		<description><![CDATA[A. PENGANTAR Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du. Bersama ini kami sampaikan kepada segenap kaum muslimin rencana kegiatan pesantren liburan untuk mahasiswa yang insya Allah akan diadakan di Yogyakarta pada liburan semester ganjil &#8230; <a href="http://abumushlih.com/donasi-program-pesantren-liburan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdonasi-program-pesantren-liburan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdonasi-program-pesantren-liburan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>A. PENGANTAR</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du. Bersama ini kami sampaikan kepada segenap kaum muslimin rencana kegiatan pesantren liburan untuk mahasiswa yang insya Allah akan diadakan di Yogyakarta pada liburan semester ganjil 2011/2012.</p>
<p><span id="more-2454"></span></p>
<p>Berkaitan dengan itu maka bagi siapa saja yang berkeinginan untuk menyisihkan hartanya dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan ini bisa menyalurkan melalui rekening kami. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan <em>jazakumullahu khairan</em>.</p>
<p><strong>B. GAMBARAN KEGIATAN</strong></p>
<p>Tempat : Masjid Al-Ashri Pogung Rejo, Masjid Pogung Dalangan, dll.<br />
Waktu : 25 Januari 2012 &#8211; 3 Februari 2012 (10 Hari)<br />
Sifat : Terbuka Untuk Umum. Putra-Putri<br />
Materi : Bahasa Arab (Nahwu-Sharaf), Tahsin, Daurah Kitab, Kajian Tematik</p>
<p>Daurah Kitab : <em>Kasyfu Syubuhat</em> dan <em>al-Amru bil Ma&#8217;ruf wa an-Nahyu &#8216;anil Munkar</em><br />
Kajian Tematik  : Urgensi Tauhid, Keutamaan Ilmu, dll.<br />
Tahsin : Pemula, Lanjutan<br />
Bahasa Arab : Pemula, Menengah, Lanjutan</p>
<p>Jadwal Kegiatan:<br />
Pkl. 05.30 &#8211; 07.00 WIB : Bahasa Arab/Tahsin<br />
Pkl. 08.00 &#8211; 11.30 WIB : Daurah Kitab/Kajian Tematik -tempat terpisah-<br />
Pkl. 13.00 &#8211; 14.30 WIB : Daurah Kitab (lanjutan)<br />
Pkl. 15.30 &#8211; 17.30 WIB : Bahasa Arab/Tahsin</p>
<p><strong>C. PANITIA PELAKSANA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Penasehat : Ust. Abu Sa’ad, M.A. (Ketua Dewan Pembina YPIA)<br />
Penanggung jawab : Amrullah Akadhinta, S.T. (Ketua Umum YPIA)<br />
Pengawas : dr. Adika Mianoki (Ketua Pengurus Harian YPIA)<br />
Pengarah : Ari Wahyudi, S.Si (Wakil Ketua Bidang Pendidikan)</p>
<p>Ketua Daurah Kitab : Ferdiansyah Aryanto (Teknik Kimia UGM 2008)<br />
Ketua Tahsin : Faizal Hanafi (Ilmu Budaya UGM 2009)<br />
Ketua Kajian Tematik : Hasim Ikhwanudin (Teknik Arsitektur UGM 2011)<br />
Ketua Bahasa Arab : Arif Rohman Habib (Teknik Elektro UGM 2009)</p>
<p><strong>D. PARTISIPASI DONASI</strong></p>
<p>Bank BNI Syari’ah No Rek. 0241913801<br />
Atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari</p>
<p>Bank Muamalat No Rek. 0001247776<br />
Atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta</p>
<p>Konfirmasi donasi via sms ke nomor:<br />
(0274) 6644862</p>
<p>Dengan format sbb:<br />
Nama [spasi] alamat [spasi] rekening [spasi] jumlah donasi [spasi] pesantren</p>
<p>Laporan Donasi: bisa dilihat di www.muslim.or.id</p>
<p><strong>E. RENCANA ANGGARAN BIAYA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. BA</strong><strong>HASA AR</strong><strong>AB</strong></p>
<ol>
<li>Mukafaah pengajar kelas pemula 6 orang @ Rp.250.000: 1.500.000,-</li>
<li>Mukafaah pengajar kelas menengah 2 orang @ Rp.300.000: 600.000,-</li>
<li>Mukafaah pengajar kelas lanjutan 1 orang @ Rp.400.000: 400.000,-</li>
<li>Infak masjid @ Rp.100.000 x 4 buah: 400.000,-</li>
<li>Perlengkapan pengajar @ Rp.10.000 x 9: 90.000,-</li>
<li>Pengadaan soal ujian 90 eks x Rp.2.000: 180.000,-</li>
<li>Pengadaan soal pre test 40 eks x Rp.1.000: 40.000,-</li>
<li>Biaya tak terduga: 300.000,-</li>
</ol>
<p><strong> Total</strong><strong>: 3.510.000,-</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. TAHSIN </strong></p>
<ol>
<li>Mukafaah pengajar kelas pemula  4 orang @ Rp.250.000: 1.000.000,-</li>
<li>Mukafaah pengajar kelas menengah 1 orang @ Rp.300.000: 300.000,-</li>
<li>Perlengkapan pengajar @ Rp.20.000 x 5: 100.000,-</li>
<li>Pengadaan soal ujian 50 eks x Rp.2.000: 100.000,-</li>
<li>Pengadaan soal pre test 70 eks x Rp.1.000: 70.000,-</li>
<li>Biaya tak terduga: 200.000,-</li>
</ol>
<p><strong> Total</strong><strong>: 1.470.000,-</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. KAJIAN TEMATIK</strong></p>
<ol>
<li>Mukafaah ustadz  10 hari @ Rp.150.000: 1.500.000,-</li>
<li>Konsumsi ustadz @ Rp.10.000 x 10 hari: 100.000,-</li>
<li>Konsumsi peserta @ Rp.5.000 x 60 orang: 3.000.000,-</li>
<li>Konsumsi panitia 10 orang @ Rp.5.000: 50.000,-</li>
<li>Block note @ Rp.3.000 x 60 orang: 180.000,-</li>
<li>Biaya tak terduga: 500.000,-</li>
</ol>
<p><strong> Total</strong><strong>: 5.330.000,-</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>4. DAURAH KITAB</strong></p>
<ol>
<li>Mukafaah ustadz  10 hari @ Rp.200.000: 2.000.000,-</li>
<li>Konsumsi ustadz @ Rp.10.000 x 10 hari: 100.000,-</li>
<li>Konsumsi peserta @ Rp.5.000 x 50 orang: 2.500.000,-</li>
<li>Konsumsi panitia 10 orang @ Rp.5.000: 50.000,-</li>
<li>Block note @ Rp.3.000 x 50 orang: 150.000,-</li>
<li>Biaya tak terduga: 500.000,-</li>
</ol>
<p><strong> Total</strong><strong>: 4.800.000,-</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Biaya Publikasi:<strong> Rp.500.000,-</strong></p>
<p><strong>TOTAL </strong><strong>ANGGARAN</strong>: <strong>Rp.</strong><strong>15.</strong><strong>610.000,-</strong><strong> </strong></p>
<div><strong><br />
</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/donasi-program-pesantren-liburan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Unik Abu Hurairah</title>
		<link>http://abumushlih.com/kisah-unik-abu-hurairah.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kisah-unik-abu-hurairah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 06:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2423</guid>
		<description><![CDATA[Kutinggalkan rombongan untuk mencari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Akhirnya, aku jumpai sebuah kebun milik kaum Anshar dari Bani Najjar. Aku kelilingi kebun itu, barangkali ada pintu masuk yang bisa dilewati... *** Imam Muslim rahimahullah menuturkan sebuah kisah menarik di &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kisah-unik-abu-hurairah.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkisah-unik-abu-hurairah.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkisah-unik-abu-hurairah.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Kutinggalkan rombongan untuk mencari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Akhirnya, aku jumpai sebuah kebun milik kaum Anshar dari Bani Najjar. Aku kelilingi kebun itu, barangkali ada pintu masuk yang bisa dilewati.</em><em>..</em></p>
<p><span id="more-2423"></span></p>
<p>***</p>
<p>Imam Muslim <em>rahimahullah</em> menuturkan sebuah kisah menarik di dalam kitabnya Shahih Muslim. Beliau berkata: Zuhair bin Harb menuturkan kepada saya: [Dia berkata] Umar bin Yunus al-Hanafi menuturkan kepada kami: [Dia berkata] Ikrimah bin &#8216;Ammar menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Katsir menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Hurairah menuturkan kepadaku.</p>
<p>Abu Hurairah berkata:</p>
<p>Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Ketika itu ada juga bersama kami Abu Bakar dan Umar dalam sebuah rombongan [para sahabat]. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bangkit meninggalkan rombongan kami. Akhirnya, beliau pun tertinggal di belakang kami. Kami khawatir kalau ada apa-apa yang menimpa beliau sehingga tertinggal dari rombongan. Kami pun merasa khawatir dan berusaha mencari tahu keberadaan beliau. Saat itu, aku adalah orang pertama yang dirundung cemas, jangan-jangan ada sesuatu yang menimpa beliau.</p>
<p>Kutinggalkan rombongan untuk mencari Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Akhirnya, aku jumpai sebuah kebun milik kaum Anshar dari Bani Najjar. Aku kelilingi kebun itu, barangkali ada pintu masuk yang bisa dilewati. Ternyata pintu itu tidak ada. Yang aku temukan hanyalah sebuah sungai kecil yang menuju bagian dalam kebun. Sungai itu bersumber dari sebuah mata air di luar kebun. Aku pun meloncat -masuk ke dalam kebun- seperti seekor srigala.</p>
<p>Di dalam kebun itu, aku bertemu dengan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Beliau berkata, <em>“Abu Hurairah?”</em>. Kujawab, <em>“Benar ya Rasulullah”.</em> Beliau mengatakan, <em>“Ada apa denganmu?”</em>. Aku  berkata, <em>“Sebelum ini anda berada di tengah-tengah kami, kemudian anda pergi sehingga tertinggal dari rombongan. Kami merasa khawatir ada apa-apa yang terjadi padamu sehingga tertinggal dari rombongan. Kami merasa was-was, dan akulah orang pertama yang merasa cemas. Oleh sebab itu aku datangi kebun ini. Aku pun meloncat -masuk ke dalam kebun- seperti seekor srigala. Sementara para sahabat yang lain tetap berada di belakang.”</em></p>
<p>Beliau pun bersabda -seraya memberikan sepasang sandalnya kepadaku-, <em>“Pergilah dengan membawa kedua sandalku ini. <strong>Siapa saja yang kamu temui di balik kebun ini sedangkan dia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- selain Allah dengan penuh keyakinan dari dalam hatinya, maka berikanlah kabar gembira surga untuknya</strong>.”</em></p>
<p>Setelah keluar, ternyata orang pertama yang aku jumpai adalah Umar. Umar pun bertanya, <em>“Ada apa dengan kedua sandal ini wahai Abu Hurairah?”</em>. Aku berkata, <em>“Ini adalah sandal Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Beliau mengutusku dengannya seraya berpesan: Barangsiapa yang  aku jumpai di balik kebun ini sedangkan dia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- selain Allah dengan penuh keyakinan dari dalam hatinya, maka akan aku berikan kabar gembira surga untuknya.”</em></p>
<p>Umar pun memukul dadaku dengan tangannya. Aku pun terdorong jatuh dan terduduk di atas pantatku. Umar berkata, <em>“Kembalilah wahai Abu Hurairah.”</em> Aku pun kembali menemui Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Seraya menahan tangis aku adukan hal ini kepada beliau. Umar pun ternyata berjalan mengikutiku dari belakang.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bertanya kepadaku, <em>“Apa yang terjadi padamu, wahai Abu Hurairah?”</em>. Aku menjawab, “Aku tadi bertemu dengan Umar. Kemudian kukabarkan kepadanya berita yang anda perintahkan. Tiba-tiba Umar mendaratkan sebuah pukulan ke dadaku sehingga aku pun terdorong jatuh dan terduduk di atas pantatku. Umar justru berkata kepadaku, <em>“Kembalilah.”</em></p>
<p>Maka Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bertanya kepada Umar, <em>“Wahai Umar. Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?”</em>. Umar menjawab, <em>“Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu. Benarkah anda telah mengutus Abu Hurairah dengan membawa kedua sandalmu untuk mengatakan kepada orang yang dia temui; barangsiapa yang dia temui sedangkan dia telah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dengan penuh keyakinan dari dalam hatinya bahwa dia mendapatkan kabar gembira surga?”</em>.</p>
<p>Beliau pun menjawab, <em>“Benar”</em>. Umar pun menimpali, <em>“<strong>Jangan anda lakukan itu. Saya khawatir orang-orang menjadi bersandar kepadanya. Biarkan saja mereka sibuk dengan amalnya</strong>.”</em> Maka Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ya, biarkan saja mereka.”</em></p>
<p>[Diterjemahkan dari <em>Shahih Muslim</em> bersama Syarah Nawawi, juz 2 hal. 77-82]</p>
<p>Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kisah ini menyimpan segudang pelajaran berharga. Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> telah menyebutkan sebagian pelajaran yang terkandung di dalam hadits ini sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tatkala memberitakan rombongan para sahabat yang ada saat itu,      Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> berkata, <em>“Ketika itu ada juga      bersama kami Abu Bakar dan Umar&#8230;”</em>. Ini merupakan cara pemberitaan      yang bagus. Yaitu apabila bermaksud menceritakan serombongan orang namun      dirasa terlalu banyak jika harus disebutkan seluruhnya, maka cukuplah      disebutkan tokoh-tokohnya. Adapun yang lain cukup disebutkan secara umum      (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/77])</li>
<li>Di dalam hadits di atas Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menyebutkan bahwa orang yang akan masuk surga adalah orang yang      mengucapkan la ilaha illallah dengan disertai keyakinan hati. Hal ini      menunjukkan bahwa sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa disertai      keyakinan terhadap kandungannya tidaklah bermanfaat. Demikian pula, keyakinan      tauhid yang tidak diucapkan juga tidak berguna. Oleh sebab itu keduanya      harus dipadukan; yaitu keyakinan tauhid dan ucapan/syahadat (lihat <em>Syarh      Muslim</em> [2/79]). Hal ini tentu saja dengan catatan ucapan dan keyakinan      itu juga diiringi dengan amalan; yaitu seorang beribadah kepada Allah      semata dan mengingkari peribadatan kepada selain-Nya, sebagaimana hal itu      telah dipahami&#8230;</li>
<li>Perbuatan Umar ketika memukul Abu Hurairah bukanlah dalam      rangka menjatuhkan atau menyakitinya, akan tetapi demi mencegahnya dari      apa yang hendak dia lakukan dan supaya dia benar-benar menahan diri      darinya. Sebab, menurut pandangan Umar menyembunyikan berita itu untuk      sementara jauh lebih mendatangkan kebaikan daripada menyebarkannya. Karena      dengan menyebarkannya membuat orang hanya bersandar dengan tauhid dan      meninggalkan amalannya. Tatkala pandangan itu disampaikan Umar kepada Nabi      <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, ternyata beliau pun menyetujui      pendapatnya (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/80])</li>
<li>Hal ini menunjukkan bahwa apabila seorang pemimpin atau orang      yang lebih senior memilih suatu pendapat kemudian orang-orang yang      mengikutinya memiliki pendapat yang berlainan, semestinya bagi pengikut      untuk menyampaikan pendapat itu kepada pemimpin atau seniornya. Apabila      tampak baginya bahwa yang benar adalah pendapat si pengikut maka      selayaknya pemimpin itu pun rujuk kepadanya. Apabila ternyata sebaliknya      -pendapat mereka yang salah-, hendaknya dia menjawab kerancuan yang mereka      tanyakan (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/80])</li>
<li>Seorang yang berilmu hendaknya menyempatkan diri untuk      duduk-duduk bersama murid-murid atau orang-orang yang bertanya kepadanya      dalam rangka menyampaikan ilmu atau faidah serta melayani      pertanyaan-pertanyaan mereka (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/81])</li>
<li>Kisah di atas menunjukkan betapa besar penghormatan dan sopan      santun para sahabat <em>radhiyallahu&#8217;anhum</em> dalam menunaikan hak-hak      Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,</em> dalam memuliakan beliau      dan menaruh rasa kasih sayang yang sangat besar kepada beliau (lihat <em>Syarh      Muslim</em> [2/81])</li>
<li>Kisah ini juga memberikan pelajaran hendaknya para murid atau      pengikut memiliki perhatian dan kepedulian terhadap orang yang mereka      ikuti. Hendaknya mereka juga memikirkan tentang kemaslahatan untuknya dan      berusaha menyingkirkan mafsadat yang ditemuinya (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/81])</li>
<li>Bolehnya memasuki suatu daerah/tempat milik orang lain      -termasuk juga menggunakan barang-barang yang ada di dalamnya- walaupun      tanpa ijin darinya selama dia mengetahui bahwa orang tersebut [pemiliknya]      tidak mempermasalahkan hal itu dikarenakan kedekatan hubungan yang      terjalin di antara mereka berdua. Inilah pendapat yang dianut oleh      mayoritas ulama salaf maupun ulama belakangan (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/81])</li>
<li>Hendaknya seorang pemimpin mengirimkan suatu tanda yang bisa      dikenali oleh para pengikutnya demi mendatangkan ketenangan di hati mereka      (lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/81]). Sebagaimana halnya Rasulullah <em>shallallahu      &#8216;alaihi wa sallam</em> mengutus Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> dengan membawa sandal beliau agar para sahabat merasa yakin tentang      keselamatan beliau dan tidak perlu lagi mencemaskan keadaannya</li>
<li>Bolehnya menahan penyebaran sebagian ilmu yang dirasa kurang      perlu dalam rangka  kemaslahatan      yang lebih besar atau dikhawatirkan timbulnya mafsadat (lihat <em>Syarh      Muslim</em> [2/81]). Pelajaran serupa juga bisa kita petik dari hadits      Mu&#8217;adz bin Jabal <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> tatkala berboncengan dengan Nabi      <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. </em>Ketika itu Nabi <em>shallallahu      &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Tidaklah seorang hamba yang bersaksi      bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah      hamba dan utusan-Nya -dengan penuh kejujuran- kecuali pasti Allah haramkan      dia masuk neraka.” </em>Mu&#8217;adz berkata, <em>“Wahai Rasulullah, tidakkah      sebaiknya saya kabarkan hadits ini kepada orang-orang sehinga mereka      merasa senang?”</em>. Beliau menjawab, <em>“Kalau kamu lakukan hal itu,      niscaya mereka akan bersandar (menyepelekan amal).” M</em>enjelang akhir      hayatnya barulah Mu&#8217;adz bin Jabal menyampaikan hadits ini karena ia      khawatir terjatuh dalam perbuatan dosa -yaitu menyembunyikan ilmu- (lihat <em>Syarh      Muslim</em> [2/83])</li>
</ol>
<p>Demikianlah secuplik kisah unik yang dialami oleh sahabat Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>. Mudah-mudahan menjadi bahan pelajaran bagi kita. Dari sini kita juga bisa memetik pelajaran tentang kedalaman ilmu para ulama salaf dan kepahaman mereka tentang kondisi umat manusia.</p>
<p>Para ulama salaf bukanlah kaum tekstualis yang hanya berkutat pada teks dalil tanpa menganalisa hal-hal lain yang terkait dengannya -sebagaimana tuduhan kaum Liberal-, bahkan mereka pun menyelami dampak dan pengaruh dari suatu dalil terhadap pendengarnya. Mereka menggunakan akalnya demi memahami dan menerapkan dalil, bukan untuk menghakimi dan menyelewengkannya.</p>
<p>Wahai kaum muslimin&#8230; Ketahuilah, bahwa kejayaan umat ini hanya akan diraih bersama manhaj salaf. Bukankah Imam Malik <em>rahimahullah</em> telah mengatakan, <em>“Tidak akan memperbaiki kondisi akhir umat ini kecuali sesuatu yang telah berhasil memperbaiki generasi awalnya.” </em>Imam al-Auza&#8217;i <em>rahimahullah</em> juga berpesan, <em>“Hendaklah kamu setia dengan jejak para salaf meskipun orang-orang menolakmu. Dan waspadalah dari pendapat akal manusia, meskipun mereka menghias-hiasinya dengan ungkapan yang indah.” </em>Akankah kita membuang ucapan emas para ulama salaf dan kita telan ucapan kotor kaum sekuler dan pluralis? <em>Kallaa tsumma kallaa</em> -sekali-kali tidak-&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kisah-unik-abu-hurairah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberkas Ikhlas</title>
		<link>http://abumushlih.com/seberkas-ikhlas.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/seberkas-ikhlas.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 00:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Riyadhus Shalihin]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2421</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir rahmanir rahim Ikhlas, tentu semua orang menginginkannya. Karena dengan ikhlas lah seorang hamba bisa mewujudkan perintah Tuhannya. Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), &#8220;Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan untuk-Nya agama dengan hanif/bertauhid&#8230;&#8221; (QS. al-Bayyinah: 5) &#8230; <a href="http://abumushlih.com/seberkas-ikhlas.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fseberkas-ikhlas.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fseberkas-ikhlas.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bismillahir rahmanir rahim</p>
<p>Ikhlas, tentu semua orang menginginkannya. Karena dengan ikhlas lah seorang hamba bisa mewujudkan perintah Tuhannya. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan untuk-Nya agama dengan hanif/bertauhid&#8230;&#8221;</em> (<strong>QS. al-Bayyinah: 5</strong>)</p>
<p><span id="more-2421"></span>Keikhlasan di dalam dada, itulah yang akan sampai kepada-Nya. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Tidak akan sampai kepada Allah daging-dagingnya, tidak juga darahnya, akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.&#8221;</em> (<strong>QS. al-Hajj: 37</strong>)</p>
<p>Allah mengetahui apakah seorang hamba benar-benar ikhlas dalam mengabdi kepada-Nya, ataukah sebenarnya dia sedang mengejar kepentingan dunia. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Katakanlah: Jika kalian menyembunyikan apa yang ada di dalam dada kalian atau kalian menampakkannya maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.&#8221;</em> (<strong>QS. Ali Imran: 29</strong>)</p>
<p>Dengan ketiga ayat itulah, Imam an-Nawawi <em>rahimahullah</em> memulai kitabnya yang sangat populer, <em>Riyadhus Shalihin</em>. Sebuah kitab yang boleh dikatakan menghiasi perpustakaan-perpustakaan umat Islam di berbagai penjuru negeri. Sebuah karya yang mendapatkan pujian para ulama, yang menjadi pertanda keikhlasan penulisnya&#8230;</p>
<p>Padahal, kalau orang mencermati apa yang beliau lakukan di dalam kitab ini, tidak lebih dari &#8216;sekedar&#8217; mengumpulkan ayat-ayat dan hadits-hadits. Suatu perbuatan yang sangat mudah dilakukan, terlebih lagi di masa kecanggihan teknologi semacam sekarang ini&#8230;</p>
<p>Namun demikianlah&#8230; Tidak kita dapati di masa ini tulisan ulama yang sedemikian tersebar dan dimanfaatkan dengan luas di tengah-tengah manusia -sepengetahuan kami-, selain <em>Riyadhus Shalihin</em>.</p>
<p>Hal ini kembali mengingatkan kita tentang pentingnya ikhlas dalam menghadapi berbagai corak kehidupan dan problematika umat. Betapa sering kita mendengar, membaca, mengucapkan, atau bahkan menulis dan menyampaikan tenang masalah ini, namun sudahkah ikhlas itu terpatri dan menjadi warna kehidupan kita sehari-hari?</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/seberkas-ikhlas.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Soleh Belajar Islam #1</title>
		<link>http://abumushlih.com/anak-soleh-belajar-islam-1.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/anak-soleh-belajar-islam-1.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 12:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[TPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2418</guid>
		<description><![CDATA[Adik-adik&#8230; Allah subhanahu wa ta&#8217;ala menciptakan kita. Allah juga yang menciptakan langit dan bumi, bulan, matahari, air, udara, dan segala sesuatu yang ada di alam dunia ini. Coba adik-adik sebutkan apa saja ciptaan Allah selain yang sudah disebutkan tadi&#8230;? Alhamdulillah, ternyata &#8230; <a href="http://abumushlih.com/anak-soleh-belajar-islam-1.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fanak-soleh-belajar-islam-1.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fanak-soleh-belajar-islam-1.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Adik-adik&#8230;</p>
<p>Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> menciptakan kita. Allah juga yang menciptakan langit dan bumi, bulan, matahari, air, udara, dan segala sesuatu yang ada di alam dunia ini. Coba adik-adik sebutkan apa saja ciptaan Allah selain yang sudah disebutkan tadi&#8230;?</p>
<p><span id="more-2418"></span></p>
<p>Alhamdulillah, ternyata adik-adik sudah mengetahui betapa besar kekuasaan Allah. Allah menciptakan yang besar seperti gajah, Allah juga menciptakan yang kecil seperti apa&#8230; Ya&#8230; Semut!</p>
<p>Mengapa Allah menciptakan itu semua; apa sih tujuannya? Ada yang tahu..?!</p>
<p>Yaa, betuul&#8230; Tujuan Allah menciptakan kita adalah agar beribadah kepada-Nya semata. Allah berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.&#8221;</em> (<strong>QS. adz-Dzariyat: 56</strong>)</p>
<p>Adik-adik tentu ingat kisah pasukan bergajah ya kan? Kisah penyerbuan Ka&#8217;bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin oleh Raja siapa&#8230;? Ya&#8230; betul&#8230; Raja Abrahah. Bagaimana akhirnya keadaan pasukan yang hendak menghancurkan rumah Allah itu adik-adik? Hancur lebur dihujani batu-batu yang panas dari neraka.</p>
<p>Gajah boleh kita naiki, boleh kita gunakan untuk mengangkut kayu, atau kegiatan bermanfaat yang lain. Akan tetapi gajah tidak boleh digunakan untuk merusak dan mengganggu ibadah kepada Allah. He he.. adik-adik pernah lihat gajah bukan?</p>
<p>Ya, waktu sudah habis&#8230; sekarang waktunya adik-adik untuk siap-siap untuk menunaikan ibadah sholat&#8230; Ingat ya, tujuan hidup kita untuk apa tadi&#8230;? Iyaa, untuk beribadah kepada Allah&#8230; Maka, kalau sudah waktunya sholat adik-adik harus segera berwudhu dan bersiap-siap untuk sholat&#8230;.</p>
<p>Selamat belajar dan beribadah, sampai berjumpa lagi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/anak-soleh-belajar-islam-1.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Arab 12 Jam (Jogja)</title>
		<link>http://abumushlih.com/bahasa-arab-12-jam-jogja.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/bahasa-arab-12-jam-jogja.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 02:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[FKIM]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kursus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nahwu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2414</guid>
		<description><![CDATA[Ikutilah Belajar Cepat Bahasa Arab 12 Jam, Bisa! Pendaftaran: 7-21 Oktober 2011 Tempat pendaftaran langsung: Wisma MTI (Misfallah Thalabul ‘Ilmi) Jl. Selokan Mataram, Pogung Kidul SIA XVI RT 01/49 No. 8C, Sindudadi, Mlati, Sleman (utara Fak. Teknik UGM) Pendaftaran via &#8230; <a href="http://abumushlih.com/bahasa-arab-12-jam-jogja.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fbahasa-arab-12-jam-jogja.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fbahasa-arab-12-jam-jogja.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ikutilah Belajar Cepat Bahasa Arab 12 Jam, Bisa!</p>
<p><strong>Pendaftaran:</strong><br />
7-21 Oktober 2011</p>
<p><span id="more-2414"></span></p>
<p><strong>Tempat pendaftaran langsung:</strong><br />
Wisma MTI (Misfallah Thalabul ‘Ilmi)<br />
Jl. Selokan Mataram, Pogung Kidul SIA XVI RT 01/49 No. 8C, Sindudadi, Mlati, Sleman (utara Fak. Teknik UGM)</p>
<p><strong>Pendaftaran via SMS ketik:</strong><br />
Nama lengkap / Jurusan / Univ / Angkatan<br />
(Misal: Afrizal Faelani/T.Mesin/UGM/11)<br />
Kirim ke <strong>0852 7123 2258 (a.n. Panji)</strong></p>
<p><strong>Frekuensi belajar:</strong><br />
1 kali sepekan, setiap Sabtu pukul 07.30 WIB<br />
Di Masjid-masjid atau Wisma-wisma sekitar Kampus UGM</p>
<p><strong>Briefing:</strong><br />
Jum’at, 21 Oktober 2011<br />
Pukul 16.00 WIB<br />
Di Masjid Al ‘Ashri Pogungrejo</p>
<p><strong>Mulai belajar:</strong><br />
Sabtu, 22 Oktober 2011</p>
<p><strong>Gratis, Khusus Putra, Mahasiswa</strong></p>
<p><strong>Informasi:</strong><br />
0852 7123 2258 (Panji)</p>
<p><strong>Penyelenggara:</strong><br />
Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/bahasa-arab-12-jam-jogja.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kajian Jelang Iedul Adha 1432 H (Jogja)</title>
		<link>http://abumushlih.com/kajian-jelang-iedul-adha-1432-h-jogja.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kajian-jelang-iedul-adha-1432-h-jogja.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 02:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[YPIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2412</guid>
		<description><![CDATA[Kajian Jelang Iedul Adha Gratis &#38; Terbuka untuk umum, Putra Putri Dapatkan fasilitas buku panduan dan snack dengan biaya Rp 20.000 Pendaftaran via sms ke Putra 081324261341 Putri 085729428242 Kajian berlangsung 2 hari : Sabtu, 22 Oktober 2011 Pukul 8.30 &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kajian-jelang-iedul-adha-1432-h-jogja.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkajian-jelang-iedul-adha-1432-h-jogja.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkajian-jelang-iedul-adha-1432-h-jogja.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kajian Jelang Iedul Adha</p>
<p>Gratis &amp; Terbuka untuk umum,</p>
<p>Putra Putri</p>
<p><span id="more-2412"></span></p>
<p>Dapatkan fasilitas buku panduan dan snack</p>
<p>dengan biaya Rp 20.000</p>
<p>Pendaftaran via sms ke</p>
<p>Putra 081324261341</p>
<p>Putri 085729428242</p>
<p>Kajian berlangsung 2 hari :</p>
<p><strong>Sabtu, 22 Oktober 2011</strong></p>
<p>Pukul 8.30 – 11.30 WIB</p>
<p>Di Masjid Pogung Raya</p>
<p>Dengan tema :</p>
<p><strong>Keutamaan di Bulan Dzulhijjah &amp; Fiqih Qurban</strong></p>
<p>oleh: Ust. Arifin Ridin Lc</p>
<p><strong>Ahad, 23 Oktober 2011</strong></p>
<p>Pukul 8.30 – 11.30 WIB</p>
<p>Di Masjid Pogung Raya</p>
<p>Dengan tema :</p>
<p><strong>Kesalahan – kesalahan dalam penyelenggaraan Qurban &amp; Kiat memilih hewan Qurban</strong></p>
<p>Oleh: Ust. Abu Sa’ad M. Nur Huda Lc MA</p>
<p>Penyelenggara:</p>
<p>Panitia Semarak Qurban 1432 H</p>
<p>Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari</p>
<p>Website:</p>
<p>www.ypia.or.id</p>
<p>www.muslim.or.id</p>
<p>www.muslimah.or.id</p>
<p>www.radiomuslim.com</p>
<p>www.badaronline.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kajian-jelang-iedul-adha-1432-h-jogja.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Tajwid dan Bahasa Arab Gratis (Jogja)</title>
		<link>http://abumushlih.com/belajar-tajwid-dan-bahasa-arab-gratis-jogja.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/belajar-tajwid-dan-bahasa-arab-gratis-jogja.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 04:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kursus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Pogung]]></category>
		<category><![CDATA[Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Tajwid]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2404</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Tajwid dan Bahasa Arab di MPR&#8230; Aio belajar tajwid dan bahasa arab* GRATIS di Masjid Pogung Raya&#8230; Masa Belajar : 31 Oktober – 30 Desember 2011 Tempat pendaftaran : Masjid Pogung Raya (utara Teknik UGM, samping SD Sinduadi Timur) &#8230; <a href="http://abumushlih.com/belajar-tajwid-dan-bahasa-arab-gratis-jogja.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fbelajar-tajwid-dan-bahasa-arab-gratis-jogja.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fbelajar-tajwid-dan-bahasa-arab-gratis-jogja.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em><strong>Belajar Tajwid dan Bahasa Arab di MPR&#8230;</strong></em></p>
<p>Aio belajar tajwid dan bahasa arab*</p>
<p>GRATIS di Masjid Pogung Raya&#8230;</p>
<p><span id="more-2404"></span></p>
<p>Masa Belajar :<br />
31 Oktober – 30 Desember 2011</p>
<p>Tempat pendaftaran :<br />
Masjid Pogung Raya (utara Teknik UGM, samping SD Sinduadi Timur)</p>
<p>Atau via SMS ke 0852.2855.8344 dengan format :<br />
Pilihan Kelas**_Nama_Jurusan_Angkatan, contoh : Tajwid_Taufik_Kehutanan_2009</p>
<p>**Tajwid atau Bahasaarab</p>
<p>Waktu pendaftaran :<br />
sampai dengan 29 Oktober 2011</p>
<p>Frekuensi belajar :<br />
Tajwid dan Bahasa Arab masing-masing 2 kali pertemuan per pekan</p>
<p>Brifing : 30 Oktober 2011, Pukul 08.00 sampai dengan selesai</p>
<p>Terbuka Untuk Umum, Khusus Putra</p>
<p>Contact Person : 0852.2855.8344</p>
<p>Penyelenggara : Ma’had Masjid Pogung Raya.<br />
Sekretariat : Pogung Dalangan SIA XVI RT 08 RW 50 Tel. (0274) 749 0294 Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta</p>
<p>*Bisa salah satunya atau keduanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/belajar-tajwid-dan-bahasa-arab-gratis-jogja.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lezatnya Buah Dzikir</title>
		<link>http://abumushlih.com/lezatnya-buah-dzikir.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/lezatnya-buah-dzikir.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 17:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Buah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2399</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasakan buah mangga, buah apel, buah nanas, atau buah semangka? Wah&#8230; tentu nikmat dan lezat ya&#8230; Usut punya usut, ternyata ada buah lain yang lebih manis, lebih lezat dan lebih menyenangkan daripada itu semua. Masa? Iya, itulah buah dzikir &#8230; <a href="http://abumushlih.com/lezatnya-buah-dzikir.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Flezatnya-buah-dzikir.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Flezatnya-buah-dzikir.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Pernah merasakan buah mangga, buah apel, buah nanas, atau buah semangka? Wah&#8230; tentu nikmat dan lezat ya&#8230; Usut punya usut, ternyata ada buah lain yang lebih manis, lebih lezat dan lebih menyenangkan daripada itu semua. Masa? Iya, itulah buah dzikir kepada Allah ta&#8217;ala&#8230;</em></p>
<p><em><span id="more-2399"></span></em></p>
<p><em>Eit</em>, tunggu dulu&#8230; jangan dikira dzikir itu terbatas kepada tasbih (ucapan <em>Subhanallah</em>), tahlil (ucapan <em>la ilaha illallah</em>), tahmid (ucapan <em>alhamdulillah</em>) dan takbir (ucapan <em>Allahu akbar</em>) saja.. Sebagaimana dipaparkan oleh Imam an-Nawawi <em>rahimahullah</em> di kitabnya <em>al-Adzkar</em>, bahwa pengertian dzikir itu luas, mencakup berbagai bentuk ketaatan kepada Allah. Bukan hanya bacaan dzikir atau wirid yang biasa kita kenal&#8230; Membaca al-Qur&#8217;an, menunaikan sholat, menunaikan perintah dan menjauhi larangan Allah, itu semua tercakup dalam pengertian dzikir&#8230;</p>
<p>Di dalam <em>Syarah Riyadhus Shalihin </em>Syaikh Ibnu Utsaimin <em>rahimahullah</em> menjelaskan, dzikir itu terbagi menjadi 3; dzikir dengan hati, dzikir dengan lisan, dan dzikir dengan anggota badan. Yang termasuk dalam dzikir dengan hati seperti dengan merenungkan keagungan nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyelami kesempurnaan hukum-hukum dan kebesaran ayat-ayat-Nya. Adapun dzikir dengan lisan sudah sangat kita kenal; semisal membaca tasbih, tahlil, takbir, adzan, membaca al-Qur&#8217;an, amar ma&#8217;ruf nahi mungkar, membaca hadits, membaca kitab para ulama dan lain-lain.</p>
<p>Lalu, apa yang dimaksud dengan dzikir menggunakan anggota badan? Syaikh Utsaimin menerangkan, maksudnya adalah segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah; seperti mendirikan sholat, ruku&#8217;, sujud, dan lain sebagainya. Walaupun, memang kebiasaan orang kalau mendengar istilah dzikir maka yang tergambar di benak mereka adalah ucapan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan yang semacamnya (silahkan buka <em>Syarh Riyadhus Shalihin</em> [3/444]).</p>
<p><strong>Ingatlah Allah, niscaya Dia Mengingatmu</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Di antara buah dzikir yang sangat menyenangkan adalah tatkala seorang hamba senantiasa mengingat Allah, maka Allah pun memberikan balasan serupa. Yaitu Allah akan senantiasa mengingat dirinya, membantunya di kala dia membutuhkan bantuan. Allah akan mengampuni dan merahmatinya.</p>
<p>Adakah sesuatu yang lebih menyenangkan dan membahagiakan seorang hamba melebihi curahan ampunan, rahmat, dan pertolongan Allah <em>ta&#8217;ala</em> kepada dirinya? Bukankah setiap kali sholat kita terus mengikrarkan, <em>“Hanya kepada-Mu -ya Allah- kami beribadah, dan hanya kepada-Mu, kami meminta pertolongan&#8230;”</em></p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku pun akan mengingatmu.”</em> (<strong>QS. al-Baqarah: 152</strong>)</p>
<p>Di dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, dari Said bin Jubair, beliau menafsirkan bahwa maksud ayat ini adalah, <em>“Ingatlah kepada-Ku dengan taat kepada-Ku niscaya Aku akan mengingat kalian dengan ampunan-Ku.”</em> Dalam riwayat lain disebutkan, <em>“Dengan rahmat-Ku.”</em> (lihat: islamweb.net)</p>
<p>Di dalam Tafsir al-Qurthubi, Said bin Jubair juga menjelaskan bahwa hakikat mengingat Allah adalah dengan taat kepada-Nya. Sehingga barangsiapa yang tidak taat kepada-Nya itu artinya dia tidak sedang mengingat-Nya, meskipun dia banyak mengucapkan tasbih dan tahlil serta rajin membaca al-Qur&#8217;an. Muadz bin Jabal pun menandaskan, <em>“Tidaklah anak Adam mengerjakan suatu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari siksa Allah daripada dzikir kepada Allah.”</em> (lihat: islamweb.net).</p>
<p>Oleh sebab itu dzikir kepada Allah dan menjalani ketaatan merupakan sumber kebahagiaan hakiki. Sebagaimana perkataan Syaikh Abdurrazzaq al-Badr yang masih terngiang-ngiang di telinga kita, bahwa <em>as-sa&#8217;aadah bi yadillaah, wa laa tunaalu illa bi thaa&#8217;atillah</em>&#8230; <em>“Kebahagiaan itu di tangan Allah, dan tak akan bisa diraih kecuali dengan taat kepada Allah.” </em>Betapa indahnya hidup seorang hamba jika hati, lisan dan anggota badannya senantiasa dihiasi dengan dzikir kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>&#8230;</p>
<p>Bahagia tidaklah diukur dengan luasnya pekarangan, rumah megah, mobil mewah, harta melimpah, atau perabotan yang serba <em>wah</em>&#8230; Betapa banyak, orang yang bermandikan uang, berselimutkan emas dan terlelap di dalam istana&#8230; akan tetapi hatinya hancur oleh dosa, hatinya gelap oleh maksiat, hatinya  sempit oleh sifat hasad, dan matanya dibutakan oleh hawa nafsu&#8230;.</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Barangsiapa yang berpaling dari mengingat-Ku, maka dia akan mendapatkan penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkan dia kelak di hari kiamat dalam kondisi buta. Dia berkata, &#8216;Wahai Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku bisa melihat.&#8217; Allah menjawab, &#8216;Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami akan tetapi kamu justru melupakannya, maka pada hari ini kamu pula dilupakan.”</em> (<strong>QS. Thaha: 124-126</strong>)</p>
<p>&#8216;<em>Balasan serupa dengan amalan</em>&#8216;, itu kata para ulama&#8230; Kalau kita ingat Allah, Allah pun akan mengingat kita. Akan tetapi kalau kita justru melupakan-Nya, jangan kaget kalau ternyata di saat-saat kita membutuhkan-Nya –<em>padahal setiap detik kita sangat membutuhkan-Nya</em>&#8211; maka Allah pun melupakan kita&#8230; Inilah bencana dan musibah terbesar yang akan menghancurkan dunia dan akhirat kita.. <em>Na&#8217;udzu billaahi min dzaalik!</em></p>
<p>Betapa bijak ungkapan Ibnu Taimiyah, tatkala beliau berkata, <em>“Dzikir bagi hati, laksana air bagi ikan. Lantas, bagaimana yang terjadi seandainya ikan dikeluarkan dari air?”</em></p>
<p>Rasul <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bahkan telah bersabda, <em>“Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak pernah mengingat Rabbnya adalah seperti perbandingan antara orang yang hidup dengan orang yang sudah mati.”</em> (<strong>HR. Bukhari</strong>)</p>
<p>Pada hari kiamat nanti, tatkala matahari didekatkan sejarak 1 mil, dan manusia bersimbah peluh, ada di antara mereka yang ditenggelamkan oleh keringatnya sampai lututnya, ada yang sampai pinggangnya, ada yang sampai lehernya, bahkan ada pula yang seluruh tubuhnya ditenggelamkan oleh keringat&#8230; karena saking panasnya hari itu&#8230; kira-kira siapakah yang bisa memayungi anda selain Allah <em>ta&#8217;ala</em>?</p>
<p>Rasul <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada saat tiada naungan kecuali naungan-Nya&#8230;”</em> Di antaranya, <em>“Seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian, lantas berlinanglah kedua matanya.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p>Dzikir merupakan bagian pokok dari syukur. Dzikir yang paling utama adalah yang bersesuaian antara yang diucapkan oleh lisan dengan apa yang ada di dalam hati. Itulah jenis dzikir yang menumbuhkan <em>ma&#8217;rifatullah</em>, <em>mahabbah</em>/cinta kepada-Nya dan curahan pahala yang melimpah ruah dari-Nya (lihat Tafsir as-Sa&#8217;di, hal. 74)</p>
<p><em>Ya Allah, bantulah kami dalam mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan membaguskan ibadah untuk-Mu</em>&#8230; <em>laa haula wa laa quwwata illa billaah</em>&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/lezatnya-buah-dzikir.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial E-Book &#8216;Kenali Islam&#8217; Bagian 2</title>
		<link>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 01:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2388</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, kaum muslimin yang dirahmati Allah… Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita… E-book ini berjudul ‘Anda Juga Ingin Gila?’ Silahkan men-download-nya &#8230; <a href="http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah</em>, kaum muslimin yang dirahmati Allah…</p>
<p>Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita… E-book ini berjudul <strong>‘Anda Juga Ingin Gila?’</strong></p>
<p><span id="more-2388"></span></p>
<p>Silahkan men-download-nya di link/tautan berikut:</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/document/6vCxSCw_/Ingin_Gila.html?">http://www.4shared.com/document/6vCxSCw_/Ingin_Gila.html?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

