<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Manusia</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/manusia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 07:31:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kau Kira Hidup Ini Sia-Sia?</title>
		<link>http://abumushlih.com/kau-kira-hidup-ini-sia-sia.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kau-kira-hidup-ini-sia-sia.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 07:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penjabaran]]></category>
		<category><![CDATA[Akherat]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hedonisme]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Nihilisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Apakah kalian mengira bahwasanya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha tinggi Allah Raja Yang Maha benar. Tiada sesembahan -yang benar- kecuali Dia, Rabb Yang memiliki Arsy yang mulia.” &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kau-kira-hidup-ini-sia-sia.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkau-kira-hidup-ini-sia-sia.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkau-kira-hidup-ini-sia-sia.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Apakah kalian mengira bahwasanya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha tinggi Allah Raja Yang Maha benar. Tiada sesembahan -yang benar- kecuali Dia, Rabb Yang memiliki Arsy yang mulia.”</em> (QS. al-Mu&#8217;minun: 115-116)</p>
<p><span id="more-1546"></span>Ayat yang mulia ini mengandung pelajaran penting, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Sesungguhnya manusia diciptakan bukan tanpa tujuan atau sekedar      untuk bermain-main saja dan demi kesia-siaan. Manusia tidak seperti      binatang yang tidak mendapatkan pahala atau hukuman. Akan tetapi Allah      menciptakan manusia agar beribadah dan menegakkan perintah-perintah-Nya      (lihat <em>Tafsir al-Qur&#8217;an al-&#8217;Azhim</em> [3/272] cet. Dar al-Fikr).      Sebagaimana telah Allah tegaskan dalam ayat lain (yang artinya), <em>“Tidaklah      Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”</em> (QS. adz-Dzariyat: 56). Sedangkan ibadah itu dibangun di atas dua prinsip      pokok yaitu kesempurnaan rasa cinta dan kesempurnaan perendahan diri.      Ibadah mencakup segala perkara yang dicintai dan diridhai Allah, berupa      ucapan ataupun perbuatan, yang tampak ataupun yang tersembunyi (lihat <em>Syarh      al-Jami&#8217; li &#8216;Ibadatillahi wahdah</em>, hal. 18 dalam bentuk pdf). Dalam      istilah syari&#8217;at, ibadah bisa juga dimaknai sebagai pelaksanaan terhadap      perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya dengan      dilandasi rasa cinta, harap, dan takut (lihat <em>at-Tam-hid li Syarh Kitab      at-Tauhid</em>, hal. 13 dalam bentuk pdf)</li>
<li>Wajibnya mengimani adanya hari akhir, yaitu kembalinya manusia      ke kampung akherat (lihat <em>Tafsir al-Qur&#8217;an al-&#8217;Azhim</em> [3/272] cet.      Dar al-Fikr).</li>
<li>Allah tersucikan dari perbuatan sia-sia, di antara contohnya      adalah tidak mungkin Allah menciptakan manusia ini tanpa ada tujuan dan      hikmahnya (lihat <em>Tafsir al-Qur&#8217;an al-&#8217;Azhim</em> [3/272] cet. Dar      al-Fikr).</li>
<li>Barangsiapa yang mengira bahwa Allah menciptakan alam semesta      ini untuk kesia-siaan maka secara tidak langsung dia telah mencela      kesempurnaan kekuasaan Allah atas kerajaan-Nya, sehingga Allah tidak kuasa      untuk memberikan perintah dan larangan untuk makhluk-Nya. Dan orang yang      beranggapan semacam itu tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benar      pengagungan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), <em>“Dan      mereka -orang-orang musyrik- itu tidaklah mengagungkan Allah dengan      sebenar-benar pengagungan. Tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak      menurunkan apapun kepada umat manusia.”</em> (QS. al-An&#8217;am: 91) (lihat <em>adh-Dhau&#8217;      al-Munir &#8216;ala at-Tafsir</em> [4/325] dalam bentuk pdf)</li>
<li>Anggapan bahwa alam semesta ini ada demi sebuah kesia-siaan      adalah anggapan yang muncul dari orang-orang kafir. Sebagaimana yang      dijelaskan oleh Allah dalam ayat (yang artinya), <em>“Tidaklah Kami      menciptakan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di antara      keduanya ini untuk kesia-siaan. Itu adalah persangkaan orang-orang kafir      saja, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk ke      dalam neraka.”</em> (QS. Shaad: 27) (lihat <em>adh-Dhau&#8217; al-Munir &#8216;ala      at-Tafsir</em> [4/326] dalam bentuk pdf). Dan ini merupakan bentuk buruk      sangka (<em>su&#8217;u zhan</em>) mereka kepada <em>Rabbul &#8216;alamin</em> (lihat <em>adh-Dhau&#8217;      al-Munir &#8216;ala at-Tafsir</em> [4/327] dalam bentuk pdf)</li>
<li>Ayat yang agung ini juga mengandung bantahan bagi paham      hedonisme; yaitu pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan      materi sebagai tujuan utama dalam hidup (lihat <em>Kamus Besar Bahasa      Indonesia</em>, edisi ke-3 hal. 394)</li>
<li>Ayat yang agung ini  juga      mengandung bantahan bagi paham nihilisme; yaitu paham aliran filsafat      sosial yang tidak mengakui nilai-nilai kesusilaan, kemanusiaan, keindahan,      dsb, juga segala bentuk kekuasaan pemerintahan, -menurut paham ini- semua      orang berhak mengikuti kemauannya sendiri (lihat <em>Kamus Besar Bahasa      Indonesia</em>, edisi ke-3 hal. 782)</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kau-kira-hidup-ini-sia-sia.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

