<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Nasehat</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/nasehat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 08:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Nasehat, Teguran, dan Pelajaran</title>
		<link>http://abumushlih.com/nasehat-teguran-dan-pelajaran.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/nasehat-teguran-dan-pelajaran.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 23:13:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelajaran Berharga]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Zuhud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2476</guid>
		<description><![CDATA[[1] Istighfar Palsu Yahya bin Mu&#8217;adz ar-Razi rahimahullah berkata, “Betapa banyak orang yang beristighfar namun dimurkai. Dan betapa banyak orang yang diam namun dirahmati.” Kemudian beliau menjelaskan, “Orang ini beristighfar, akan tetapi hatinya diliputi kefajiran/dosa. Adapun orang itu diam, namun &#8230; <a href="http://abumushlih.com/nasehat-teguran-dan-pelajaran.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fnasehat-teguran-dan-pelajaran.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fnasehat-teguran-dan-pelajaran.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>[1] Istighfar Palsu</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yahya bin Mu&#8217;adz ar-Razi <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Betapa banyak orang yang beristighfar namun dimurkai. Dan betapa banyak orang yang diam namun dirahmati.”</em> Kemudian beliau menjelaskan, <em>“Orang ini beristighfar, akan tetapi hatinya diliputi kefajiran/dosa. Adapun orang itu diam, namun hatinya senantiasa berzikir.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, karya al-Khathib al-Baghdadi, hal. 69)</p>
<p><span id="more-2476"></span></p>
<p><strong>[2] Niat Menimba Ilmu</strong></p>
<p>Abu Abdillah ar-Rudzabari <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Barangsiapa yang berangkat menimba ilmu sementara yang dia inginkan semata-mata ilmu, maka ilmunya tidak akan bermanfaat baginya. Dan barangsiapa yang berangkat menimba ilmu dalam rangka mengamalkan ilmu, niscaya ilmu yang sedikit pun akan bermanfaat baginya.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, hal. 71)</p>
<p><strong>[3] Guru Terbaik</strong></p>
<p>Yusuf bin al-Husain menceritakan: Aku bertanya kepada Dzun Nun tatkala perpisahanku dengannya, <em>“Kepada siapakah aku duduk/berteman dan belajar?”</em>. Beliau menjawab, <em>“Hendaknya kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan dirimu kepada Allah. Kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia. Bahkan, kamu pun tidak mau bermaksiat kepada Allah selama kamu sedang berada di sisinya. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya, dan tidak menasehatimu dengan ucapannya semata.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, hal. 71-72)</p>
<p><strong>[4] Rusaknya Hati</strong></p>
<p>Muhammad bin Ya&#8217;qub <em>rahimahullah</em> berkata: Suatu saat aku mendengar al-Junaid ditanya mengenai hati; faktor apa yang merusak hati seorang pemuda? Maka beliau menjawab, <em>“Rasa tamak/hawa nafsu dan ambisi.”</em> Lalu beliau ditanya, <em>“Lantas apa yang bisa memperbaiki keadaannya?”</em>. Beliau menjawab, <em>“Sikap wara&#8217;/menjaga diri dari yang diharamkan.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, hal. 72)</p>
<p><strong>[5] Kenali Dirimu!</strong></p>
<p>Suatu saat ada seorang lelaki berkata kepada Malik bin Dinar, <em>“Wahai orang yang riya&#8217;!”</em>. Maka beliau menjawab, <em>“Sejak kapan kamu mengenal namaku? Tidak ada yang mengenal namaku selain kamu.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, hal. 93)</p>
<p><strong>[6] Antara Wajah dan Perbuatan</strong></p>
<p>Sebagian orang bijak mengatakan, <em>“Semestinya bagi orang yang berakal untuk senantiasa memperhatikan wajahnya di depan cermin. Apabila wajahnya bagus maka janganlah dia perburuk dengan perbuatan jelek. Dan apabila wajahnya jelek maka janganlah dia mengumpulkan dua kejelekan di dalam dirinya.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, hal. 105)</p>
<p><strong>[7] Amalan Setelah Berbuat Dosa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seorang lelaki menemui seorang ahli ibadah. Ahli ibadah itu bertanya kepadanya, <em>“Apakah kamu pernah melakukan suatu perbuatan dosa?”</em>. Dia menjawab, <em>“Iya.”</em> Ahli ibadah itu pun berkata, <em>“Itu artinya kamu sudah mengetahui bahwa Allah menetapkan hal itu menimpamu?”</em>. Dia menjawab, <em>“Iya.”</em> Lalu ahli ibadah itu berpesan, <em>“Maka sekarang beramallah sampai kamu mengetahui bahwa Allah &#8216;azza wa jalla benar-benar telah menghapus dosa itu darimu.”</em> (<em>al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa&#8217;i</em>q, hal. 124)</p>
<p><strong>[8] Kiat Menghafal Hadits</strong></p>
<p>Waki&#8217; <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Apabila kamu ingin menghafalkan hadits, maka amalkanlah hadits itu.”</em> (lihat mukadimah <em>az-Zuhd</em> karya Imam Waki&#8217;, hal. 91)</p>
<p>Waki&#8217; <em>rahimahullah</em> juga berpesan, <em>“Mintalah pertolongan -kepada Allah- untuk menguatkan hafalan dengan cara mempersedikit dosa.”</em> (mukadimah <em>az-Zuhd</em>, hal. 91)</p>
<p><strong>[9] Nikmat dan Adzab</strong></p>
<p>Abud Darda&#8217; <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> berkata, <em>“Barangsiapa yang tidak mengenali kenikmatan Allah terhadap dirinya selain urusan makanan dan minumannya, maka sungguh sedikit ilmunya dan telah datang adzab untuknya.”</em> (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 48)</p>
<p><strong>[10] Larut Dalam Pujian dan Celaan</strong></p>
<p>Wahb bin Munabbih <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Salah satu ciri orang munafik adalah menggandrungi pujian dan membenci celaan/kritikan.”</em> (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 51)</p>
<p><strong>[11] Pembersihan Dosa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ibnu Sirin <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Aku pernah mendapat berita bahwa ada salah seorang dari kaum Anshar yang apabila datang waktu sholat maka dia mengatakan -kepada teman-temannya-: “Berwudhulah kalian, sesungguhnya sebagian ucapan yang tadi kalian katakan lebih kotor daripada hadats.”.”</em> (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 53)</p>
<p><strong>[12] Hakikat Syukur</strong></p>
<p>Muhammad bin Ka&#8217;ab <em>rahimahullah</em> mengatakan tentang maksud ayat (yang artinya), <em>“Beramallah wahai keluarga Dawud sebagai bentuk syukur.”</em> (<strong>QS. Saba&#8217;: 13</strong>). Kata beliau, <em>“Hakikat syukur adalah bertakwa kepada Allah dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.”</em> (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 65)</p>
<p><strong>[13] Godaan Perempuan</strong></p>
<p>Sa&#8217;id bin Jubair <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Sungguh apabila aku dititipi untuk menjaga sebuah rumah dari permata itu jauh lebih aku senangi daripada harus dititipi seorang perempuan cantik.”</em> (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 67)</p>
<p><strong>[14] Menimba Ilmu Atau Bekerja</strong></p>
<p>Abdurrahim bin Sulaiman ar-Razi <em>rahimahullah</em> berkata: Dahulu kami belajar kepada Sufyan ats-Tsauri. Apabila datang kepadanya seorang lelaki dalam rangka menimba ilmu, maka beliau pun bertanya kepadanya, <em>“Apakah kamu memiliki jalan penghasilan?”</em>. Apabila orang itu mengabarkan bahwa dia dalam keadaan cukup, maka beliau memerintahkannya untuk menimba ilmu. Dan apabila ternyata orang itu belum berkecukupan maka beliau memerintahkannya untuk mencari pekerjaan (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 69-10)</p>
<p><strong>[15] Jangan Sebarkan Kekejian!</strong></p>
<p>Khalid bin Ma&#8217;dan <em>rahimahullah</em> mengatakan, <em>“Barangsiapa yang menceritakan kepada orang-orang semua yang dia lihat dengan kedua pasang matanya, atau apapun yang dia dengar dengan kedua pasang telinganya, atau apa saja yang dipungut oleh kedua tangannya, maka dia termasuk “Orang-orang yang menyukai tersebarnya kekejian di tengah-tengah kaum yang beriman.”</em> (<strong>QS. an-Nuur: 19</strong>).” (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 71)</p>
<p><strong>[16] Sambutan Yang Indah</strong></p>
<p>Tsabit al-Bunani <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Dahulu apabila kami datang menemui Anas bin Malik, tatkala beliau melihat kedatangan kami maka beliau minta diambilkan minyak wangi. Kemudian beliau mengusap minyak wangi itu dengan kedua telapak tangannya lalu menyalami saudara-saudaranya yang datang.”</em> (<em>Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim</em>, hal. 81)</p>
<p><strong>[17] Catat, Hafalkan, dan Sampaikan!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yahya bin Khalid al-Barmaki <em>rahimahullah</em> berkata kepada anaknya, <em>“Dahulu mereka -pendahulu yang salih- mencatat sesuatu yang terbaik dari apa yang mereka dengar. Mereka menghafalkan sesuatu yang terbaik dari apa yang mereka catat. Kemudian mereka menyampaikan sesuatu yang terbaik dari apa yang mereka hafalkan.”</em> (<em>al-Fawa&#8217;id wa al-Akhbar wa al-Hikayat</em>, hal. 126)</p>
<p><strong>[18] Bukan Amal Biasa-Biasa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Imam asy-Syafi&#8217;i <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Amal yang paling berat ada tiga; dermawan ketika kondisi serba sedikit, bersikap wara&#8217;/menjauhi keharaman tatkala bersendirian, dan mengucapkan kebenaran di hadapan orang yang diharapkan dan ditakuti.”</em> (<em>al-Fawa&#8217;id wa al-Akhbar wa al-Hikayat</em>, hal. 133)</p>
<p><strong>[19] Apalah Artinya Dunia</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Fudhail bin &#8216;Iyadh <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Seandainya seluruh isi dunia ini dijadikan halal bagiku, niscaya aku akan tetap menganggapnya sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikkan.”</em> (<em>al-Fawa&#8217;id wa al-Akhbar wa al-Hikayat</em>, hal. 144)</p>
<p><strong>[20] Puncak Syukur</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Muhammad bin al-Hasan <em>rahimahullah</em> menceritakan: as-Sari bertanya kepadaku, <em>“Apakah puncak syukur itu?”</em>. Aku menjawab, <em>“Yaitu Allah tidak didurhakai pada satu nikmat pun -yang telah diberikan-Nya-.”</em> Lalu dia mengatakan, <em>“Jawabanmu tepat, wahai anak muda.”</em> (<em>al-Fawa&#8217;id wa al-Akhbar wa al-Hikayat</em>, hal. 144)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/nasehat-teguran-dan-pelajaran.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Artikel Islam Pilihan (bagian 1)</title>
		<link>http://abumushlih.com/kompilasi-artikel-islam-pilihan-bagian-1.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kompilasi-artikel-islam-pilihan-bagian-1.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 01:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Rujukan]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2416</guid>
		<description><![CDATA[Kategori Akhlak dan Nasehat: Wanita Sebagai Ujian. Sumber: http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-sebagai-ujian.html Teruntuk Sahabatku. Sumber: http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/teruntuk-sahabatku.html Kategori Landasan Agama: Mendatangi Pelayan Setan. Sumber: http://muslim.or.id/aqidah/mendatangi-pelayan-setan.html Ngalap Berkah. Sumber: http://muslim.or.id/aqidah/ngalap-berkah.html Empat Kaidah Utama Dalam Memahami Tauhid. Sumber: http://muslim.or.id/aqidah/empat-kaidah-utama-dalam-memahami-tauhid.html Kategori Manhaj: Waspadai Makar Misionaris. Sumber: http://muslim.or.id/manhaj/waspadai-makar-misionaris-dalam-menyesatkan-ummat.html Sebab Lemahnya Kaum Muslimin. Sumber: http://muslim.or.id/manhaj/sebab-lemahnya-kaum-muslimin.html Bangkitlah &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kompilasi-artikel-islam-pilihan-bagian-1.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkompilasi-artikel-islam-pilihan-bagian-1.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkompilasi-artikel-islam-pilihan-bagian-1.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kategori Akhlak dan Nasehat:</p>
<ol>
<li><strong>Wanita Sebagai Ujian</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-sebagai-ujian.html" target="_blank">http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-sebagai-ujian.html</a></li>
<li><strong>Teruntuk Sahabatku</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/teruntuk-sahabatku.html" target="_blank">http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/teruntuk-sahabatku.html</a></li>
</ol>
<p><span id="more-2416"></span></p>
<p>Kategori Landasan Agama:</p>
<ol>
<li><strong>Mendatangi Pelayan Setan</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/aqidah/mendatangi-pelayan-setan.html" target="_blank">http://muslim.or.id/aqidah/mendatangi-pelayan-setan.html</a></li>
<li><strong>Ngalap Berkah</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/aqidah/ngalap-berkah.html" target="_blank">http://muslim.or.id/aqidah/ngalap-berkah.html</a></li>
<li><strong>Empat Kaidah Utama Dalam Memahami Tauhid</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/aqidah/empat-kaidah-utama-dalam-memahami-tauhid.html" target="_blank">http://muslim.or.id/aqidah/empat-kaidah-utama-dalam-memahami-tauhid.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Manhaj:</p>
<ol>
<li><strong>Waspadai Makar Misionaris</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/manhaj/waspadai-makar-misionaris-dalam-menyesatkan-ummat.html" target="_blank">http://muslim.or.id/manhaj/waspadai-makar-misionaris-dalam-menyesatkan-ummat.html</a></li>
<li><strong>Sebab Lemahnya Kaum Muslimin</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/manhaj/sebab-lemahnya-kaum-muslimin.html" target="_blank">http://muslim.or.id/manhaj/sebab-lemahnya-kaum-muslimin.html</a></li>
<li><strong>Bangkitlah Ummatku!</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bangkitlah-ummatku.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bangkitlah-ummatku.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Fiqih Muamalah:</p>
<ol>
<li><strong>Realita dan Ilmu Fiqih</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/realita-dan-ilmu-fiqih.html" target="_blank">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/realita-dan-ilmu-fiqih.html</a></li>
<li><strong>Jual Beli dan Syarat-Syaratnya</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html" target="_blank">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Penyejuk Hati:</p>
<ol>
<li><strong>Jangan Terlena!</strong> Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/jangan-terlena-dengan-kenikmatan-semu-itu.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/jangan-terlena-dengan-kenikmatan-semu-itu.html</a></li>
<li><strong>Menuju Kesucian Jiwa</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/menuju-kesucian-jiwa.html" target="_blank">http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/menuju-kesucian-jiwa.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Dunia Islam:</p>
<ol>
<li><strong>Pelajaran Dari Perang Badar</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/sejarah-islam/pelajaran-dari-perang-badar.html" target="_blank">http://muslim.or.id/sejarah-islam/pelajaran-dari-perang-badar.html</a></li>
<li><strong>Gambaran Islam Di Negeri Gingseng</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/jejak-islam/gambaran-ringkas-islam-di-negeri-gingseng.html" target="_blank">http://muslim.or.id/jejak-islam/gambaran-ringkas-islam-di-negeri-gingseng.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Kolom Ulama:</p>
<ol>
<li><strong>Bahaya Menyerupai Orang Kafir</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bahaya-menyerupai-orang-kafir.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bahaya-menyerupai-orang-kafir.html</a></li>
<li><strong>Bahaya Syirik</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/nasehat-ulama/bahaya-syirik.html" target="_blank">http://muslim.or.id/nasehat-ulama/bahaya-syirik.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Keluarga:</p>
<ol>
<li><strong>Seputar Aqiqah</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslimah.or.id/fikih/seputar-aqiqah.html" target="_blank">http://muslimah.or.id/fikih/seputar-aqiqah.html</a></li>
<li><strong>Akhlak Mulia Pada Istri Tercinta</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/akhlak-mulia-pada-istri-tercinta.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/akhlak-mulia-pada-istri-tercinta.html</a></li>
</ol>
<p>Kategori Adab dan Doa:</p>
<ol>
<li><strong>Janganlah Engkau Sakiti Kedua Orang Tuamu</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saudariku-janganlah-engkau-sakiti-kedua-orangtuamu.html" target="_blank">http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saudariku-janganlah-engkau-sakiti-kedua-orangtuamu.html</a></li>
<li><strong>Ringan Di Lisan Berat Di Timbangan</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/ringan-di-lisan-berat-di-timbangan.html" target="_blank">http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/ringan-di-lisan-berat-di-timbangan.html</a></li>
<li><strong>Waktu-Waktu Terkabulnya Doa</strong>. Sumber: <a rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/waktu-waktu-terkabulnya-doa.html" target="_blank">http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/waktu-waktu-terkabulnya-doa.html</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kompilasi-artikel-islam-pilihan-bagian-1.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial E-Book &#8216;Kenali Islam&#8217; Bagian 2</title>
		<link>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 01:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2388</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, kaum muslimin yang dirahmati Allah… Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita… E-book ini berjudul ‘Anda Juga Ingin Gila?’ Silahkan men-download-nya &#8230; <a href="http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah</em>, kaum muslimin yang dirahmati Allah…</p>
<p>Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita… E-book ini berjudul <strong>‘Anda Juga Ingin Gila?’</strong></p>
<p><span id="more-2388"></span></p>
<p>Silahkan men-download-nya di link/tautan berikut:</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/document/6vCxSCw_/Ingin_Gila.html?">http://www.4shared.com/document/6vCxSCw_/Ingin_Gila.html?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial E-Book &#8216;Kenali Islam&#8217; Bagian 1</title>
		<link>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 19:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[e-book]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2386</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, kaum muslimin yang dirahmati Allah&#8230; Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita&#8230; E-book ini berjudul &#8216;Aku dan Kamu [Sangat] Membutuhkan-Nya&#8217; &#8230; <a href="http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah</em>, kaum muslimin yang dirahmati Allah&#8230;</p>
<p>Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita&#8230; E-book ini berjudul <strong>&#8216;Aku dan Kamu [Sangat] Membutuhkan-Nya&#8217;</strong></p>
<p><span id="more-2386"></span></p>
<p>Silahkan men-download-nya di link/tautan berikut:</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/document/p7XiToJF/Aku_dan_Kamu.html">http://www.4shared.com/document/p7XiToJF/Aku_dan_Kamu.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-1.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Artinya?</title>
		<link>http://abumushlih.com/apa-artinya.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/apa-artinya.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 00:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Takwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2331</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang mungkin bertanya; apa arti kehidupan ini? Kalau kita cermati akan banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan ini. Sebagian menjawab, bahwa kehidupan adalah uang. Sehingga setiap detik hidup ini yang dicari adalah uang. Artinya apabila dia tidak memiliki uang, &#8230; <a href="http://abumushlih.com/apa-artinya.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fapa-artinya.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fapa-artinya.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebagian orang mungkin bertanya; apa arti kehidupan ini? Kalau kita cermati akan banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan ini. Sebagian menjawab, bahwa kehidupan adalah uang. Sehingga setiap detik hidup ini yang dicari adalah uang. Artinya apabila dia tidak memiliki uang, seolah-olah kehidupannya telah hilang. Sebagian lagi menjawab, bahwa kehidupan adalah kedudukan. Sehingga setiap detik yang dicari adalah kedudukan. Sebagian lagi memandang bahwa kehidupan adalah kesempatan untuk bersenang-senang. Maka bagi golongan ini kesenangan duniawi adalah tujuan utama yang dicari-cari.</p>
<p><span id="more-2331"></span></p>
<p>Saudaraku -<em>semoga Allah merahmatimu</em>- kehidupan ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk kita. Jangan sampai kita sia-siakan kehidupan di dunia ini untuk sesuatu yang tidak jelas dan akan sirna. Kenikmatan dunia ini pun kalau mau kita pikirkan dengan baik, maka tidaklah lama. Sebentar saja, bukankah demikian? Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Seolah-olah tatkala  melihat hari kiamat itu, mereka tidaklah hidup (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di waktu siang atau sesaat di waktu dhuha.”</em> (<strong>QS. an-Nazi&#8217;at: 46</strong>)</p>
<p>Lalu apa yang harus kita lakukan di dunia ini? Sebuah pertanyaan menarik. Sebuah pertanyaan yang akan kita temukan jawabannya di dalam al-Qur&#8217;an. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”</em> (<strong>QS. adz-Dzariyat: 56</strong>). Jangan salah paham dulu&#8230; Jangan dikira bahwa itu artinya setiap detik kita harus berada di masjid, atau setiap detik kita harus membaca al-Qur&#8217;an, atau setiap hari kita harus berpuasa, sama sekali bukan demikian&#8230; Ibadah, mencakup segala ucapan dan perbuatan yang dicintai oleh Allah. Allah tidak menghendaki kita setiap detik berada di masjid. Allah juga tidak menghendaki kita setiap detik membaca al-Qur&#8217;an. Semua ibadah itu ada waktunya. Yang terpenting bagi kita adalah melakukan apa yang Allah cintai bagaimana pun keadaan kita dan di mana pun kita berada.</p>
<p>Di antara perkara yang dituntut pada diri kita adalah senantiasa mengingat Allah, sebagaimana Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> adalah orang yang banyak berdzikir dan mengingat Allah dalam segala kondisi. Ibnu Taimiyah pernah mengungkapkan, <em>“Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas apa yang akan terjadi pada seekor ikan jika ia dikeluarkan dari air?”</em>. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bahkan mengatakan, <em>“Perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat Allah adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang mati.”</em> (<strong>HR. Bukhari</strong>)</p>
<p>Dengan mengingat Allah, maka kita akan berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Karena Allah senantiasa mengawasi kita dan mengetahui apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, di mana pun dan kapan pun. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya perkara sekecil apapun. Inilah yang semestinya senantiasa kita tanamkan di dalam hati kita. Oleh sebab itu Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berpesan, <em>“Bertakwalah kepada Allah dimana pun kamu berada.”</em> (<strong>HR. Tirmidzi</strong>). Kita harus bertakwa kepada Allah baik ketika berada di rumah, di jalan, di kampus, di pasar atau di mana pun kita berada, ketika bersama orang maupun ketika bersendirian.</p>
<p>Menjadi orang yang bertakwa itu bagaimana? Saudaraku -<em>semoga Allah menunjuki kita</em>- ketakwaan itu akan diraih manakala kita senantiasa mengingat adanya hari pembalasan dan bersiap-siap untuk menghadapinya dengan menjalankan ajaran-ajaran-Nya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> bahwa takwa adalah, <em>“Rasa takut kepada Allah, beramal dengan wahyu yang diturunkan, dan bersiap-siap menyambut hari kiamat.”</em> <em>Allahu a&#8217;lam</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/apa-artinya.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saudaraku&#8230; Apa Yang Kau Cari?</title>
		<link>http://abumushlih.com/saudaraku-apa-yang-kau-cari.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/saudaraku-apa-yang-kau-cari.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 16:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Niat]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2329</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang teman -semoga Allah menambahkan kepadanya ilmu yang bermanfaat- pernah menulis sebuah artikel dengan judul yang kurang lebih sama dengan judul tulisan ini. Namun, pada kesempatan ini saya hanya akan sedikit menyampaikan beberapa keterangan dan sedikit mengkaji realita yang &#8230; <a href="http://abumushlih.com/saudaraku-apa-yang-kau-cari.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsaudaraku-apa-yang-kau-cari.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsaudaraku-apa-yang-kau-cari.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Salah seorang teman -<em>semoga Allah menambahkan kepadanya ilmu yang bermanfaat</em>- pernah menulis sebuah artikel dengan judul yang kurang lebih sama dengan judul tulisan ini. Namun, pada kesempatan ini saya hanya akan sedikit menyampaikan beberapa keterangan dan sedikit mengkaji realita yang ada di sekitar kita demi mengingatkan diri kami sendiri dan segenap <em>ikhwah</em>&#8230;</p>
<p><span id="more-2329"></span><strong>Pertama</strong>; <em>Masalah Niat</em></p>
<p>Kita semua mengetahui bahwa amalan yang kita lakukan akan sangat tergantung pada niat pelakunya. Oleh sebab itu kami mengingatkan kepada segenap <em>ikhwah</em> untuk senantiasa menjaga niat dalam beramal karena Allah, bukan karena mencari tujuan-tujuan yang rendah dan hina. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya setiap amal dinilai berdasarkan niatnya. Dan setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> juga bersabda: Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman, <em>“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang di dalamnya dia mempersekutukan diri-Ku dengan selain-Ku maka akan Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>). Maka keikhlasan adalah perkara yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan oleh setiap kita, dalam setiap amalan yang kita lakukan, di mana pun dan kapan pun&#8230;</p>
<p><strong>Kedua</strong>; <em>Masalah Prioritas</em></p>
<p>Kita semua mengetahui bahwa keutamaan amalan itu bertingkat-tingkat, ada yang wajib dan ada yang sunnah, ada yang utama dan ada yang lebih utama, ada yang penting dan ada yang lebih penting. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda: Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman, <em>“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepadaku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada mengerjakan hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya&#8230;”</em> (<strong>HR. Bukhari</strong>)</p>
<p>Oleh sebab itu hendaknya kita lebih mendahulukan sesuatu yang memiliki urgensi dan keutamaan yang lebih daripada sesuatu yang kurang penting dan kurang utama, terlebih lagi di saat-saat kebanyakan manusia tenggelam dalam kelalaian dan penyimpangan-penyimpangan. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ibadah di saat fitnah berkecamuk laksana berhijrah kepadaku.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p><strong>Ketiga</strong>; <em>Masalah Ilmu</em></p>
<p>Kita semua mengetahui bahwa ilmu merupakan pintu menuju kebahagiaan, keselamatan, dan kemuliaan. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka akan dipahamkan oleh-Nya dalam urusan agama.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>). Beliau juga bersabda, <em>“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu [agama] niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>Oleh sebab itu hendaknya kita bersemangat dalam menuntut ilmu ini. Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> pernah mengatakan, <em>“Barangsiapa yang menuntut ilmu dalam rangka menghidupkan ajaran Islam, maka dia termasuk Shiddiqin dan derajatnya adalah sesudah derajat kenabian.” </em>Imam Ahmad <em>rahimahullah</em> juga berkata, <em>“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dalam sehari cukup sekali atau dua kali. Adapun ilmu, ia dibutuhkan sebanyak hembusan nafas.”</em></p>
<p><strong>Keempat</strong>; <em>Masalah Hidayah</em></p>
<p>Kita semua mengetahui betapa butuhnya kita terhadap hidayah dan bimbingan dari Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Sehingga setiap hari kita memohon kepada-Nya untuk ditunjuki jalan yang lurus. Hidayah ini mencakup petunjuk berupa ilmu dan amalan. Karena orang yang berjalan di atas jalan yang lurus adalah yang memadukan antara ilmu dan amalan. Bukan sekedar berilmu tapi tidak beramal. Bukan juga beramal namun tanpa ilmu.</p>
<p>Oleh sebab itu kita harus menjaga nikmat hidayah ini dengan baik. Jangan sampai Allah mencabut hidayah ini dari dalam diri kita akibat kelalaian dan kesalahan kita sendiri. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tatkala mereka menyimpang maka Allah pun simpangkan hati mereka.”</em> (<strong>QS. ash-Shaff: 5</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka dia akan mendapatkan penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya di hari kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata: Wahai Rabbku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku bisa melihat. Allah menjawab; Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami akan tetapi kamu justru melupakannya, maka demikian pula pada hari ini kamu dilupakan.”</em> (<strong>QS. Thaha: 124-125</strong>)</p>
<p><strong>Kelima</strong>; <em>Masalah Dakwah</em></p>
<p>Kita semua juga mengetahui bahwa dakwah merupakan tugas agung para pengikut setia Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Dakwah memiliki keutamaan dan urgensi yang sangat besar. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas ilmu yang nyata, aku dan orang-orang yang mengikutiku, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”</em> (<strong>QS. Yusuf: 108</strong>). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>Oleh sebab itu ilmu yang telah kita dapatkan tidak boleh disembunyikan. Hendaknya kita ikut berpartisipasi dalam menyebarluaskannya. Terlebih lagi di masa seperti masa kita sekarang ini tatkala kebatilan dan kemaksiatan begitu gencarnya dipromosikan melalui segala sarana, baik di kota maupun di desa, di kalangan orang tua maupun anak muda. Imam Ahmad <em>rahimahullah</em> pernah berkata, <em>“Ilmu itu tidak bisa ditandingi oleh apapun, yaitu bagi orang yang niatnya benar.”</em> Ketika ditanya apa maksud niat yang benar itu, beliau menjawab, <em>“Yaitu belajar dalam rangka menghilangkan kebodohan dari dirinya sendiri dan dari orang lain.”</em></p>
<p><strong>Keenam</strong>; <em>Masalah Sabar</em></p>
<p>Kita semua mengetahui bahwa untuk menuntut ilmu, mengamalkannya dan mendakwahkannya tentu saja dibutuhkan kesabaran. Demikian juga untuk menjauhi larangan-larangan, menjalankan perintah, serta tatkala mengalami musibah. Maka hendaknya setiap kita menggembleng diri dengan kesabaran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Dengan bekal kesabaran dan keyakinan, maka akan diraih kepemimpinan dalam urusan agama.” </em></p>
<p>Para ulama kita juga menegaskan, bahwa sabar laksana kepala bagi anggota badan. Apabila kesabaran itu hilang maka hilanglah keimanan. Sabar ini sangat dibutuhkan. Lihatlah kesabaran para ulama kita dalam menuntut ilmu hingga harus merasakan haus dan lapar, jauh dari sanak famili, harus meninggalkan tanah kelahiran mereka, bahkan ada di antara mereka yang rela menjual pakaian dan bahkan rumahnya demi menuntut ilmu.</p>
<p>Demikian juga lihatlah kesabaran mereka dalam menghadapi berbagai ujian dan tekanan yang datang dari musuh-musuh dakwahnya. Tidaklah itu semua mereka lakukan kecuali karena keyakinan mereka akan kebenaran janji Allah <em>ta&#8217;ala</em> kepada orang-orang yang sabar. Allah tidak akan menyia-nyiakan jerih payah mereka, Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan dan kesabaran mereka selama hidup di dunia&#8230; Karena Allah akan membalasnya dengan surga yang kenikmatannya belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia&#8230; Sebuah kenikmatan yang sekali celupan di dalamnya bisa melupakan segala kesusahan dan kerepotan yang pernah dialaminya selama hidup di dunia&#8230;</p>
<p><strong>Ketujuh</strong>; <em>Masalah Akidah</em></p>
<p>Kita semua telah mengetahui keutamaan dan urgensi akidah bagi individu dan masyarakat. Sebab akidah yang benar merupakan kunci keselamatan pada hari pembalasan. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Pada hari itu [hari kiamat] tidaklah berguna harta dan keturunan kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.”</em> (<strong>QS. asy-Syu&#8217;ara&#8217;: 88-89</strong>). Allah pun menjadikan dakwah kepada akidah yang benar sebagai pondasi dan ruh dakwah para nabi dan rasul. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.”</em> (<strong>QS. an-Nahl: 36</strong>)</p>
<p>Oleh sebab itu selayaknya setiap pribadi muslim dan muslimah memiliki perhatian yang besar terhadap masalah akidah, memahaminya dengan benar dan berusaha mendakwahkannya kepada umat setelah berusaha menanamkannya di dalam dirinya sendiri. Janganlah kita meremehkan masalah akidah, karena ia adalah pondasi dan ruh agama ini. Akidah tidak hanya dibutuhkan di permulaan, di tengah-tengah, ataupun di akhir saja, namun dia dibutuhkan di semua waktu dan di segala kondisi. Inilah ibadah hati yang tidak boleh terlepas barang sedetik pun dari hati setiap insan.</p>
<p>Kita harus ingat, bahwa bodoh dan lalai terhadap akidah adalah gerbang kehancuran. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman tentang bahaya penyimpangan akidah ini (yang artinya), <em>“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkan atasnya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.”</em> (<strong>QS. al-Ma&#8217;idah: 72</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan itu bagi siapa saja yang Dia kehendaki.”</em> (<strong>QS. an-Nisaa&#8217;: 48</strong>)</p>
<p><strong>Kedelapan</strong>; <em>Masalah Bahasa Arab</em></p>
<p>Kita semua juga telah mengetahui bahwa ayat-ayat dan hadits-hadits ditulis dalam bahasa arab, demikian juga kitab-kitab para ulama kita. Maka menjadi kebutuhan bagi kita semua untuk bisa memahami ayat-ayat, hadits-hadits serta keterangan para ulama dengan benar. Oleh sebab itu alangkah pentingnya bagi setiap penuntut ilmu untuk mempelajari bahasa ini. Umar bin Khattab <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> berkata, <em>“Pelajarilah bahasa arab, karena ia adalah bagian penting dari agama kalian.” </em>Dengan memahami bahasa arab, maka seorang penuntut ilmu akan dapat membaca kitab-kitab tafsir, hadits dan fikih serta kitab-kitab ushul yang akan sangat berguna bagi pembentukan pribadi muslim yang cerdas dan bermanfaat bagi umat manusia.</p>
<p><strong>Kesembilan</strong>; <em>Masalah Waktu</em></p>
<p>Kita semua mengetahui bahwa waktu, umur dan kesempatan merupakan kenikmatan yang tidak ternilai harganya. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ada dua nikmat yang banyak orang tertipu olehnya; yaitu kesehatan dan waktu luang.”</em> (<strong>HR. Bukhari</strong>). Oleh sebab itu, Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga bersumpah dengan waktu. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Demi waktu. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.”</em> (<strong>QS. al-&#8217;Ashr: 1-3</strong>)</p>
<p>Oleh sebab itu semestinya kita gunakan waktu ini sebaik-baiknya demi kebahagiaan hidup kita di dunia maupun di akhirat. Sebab kita juga tidak tahu kapan kita akan mati dan dalam keadaan apa kita mati. Yang bisa kita lakukan adalah beramal dan beramal. Hasan al-Bashri <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu adalah kumpulan hari. Apabila berlalu hari itu, maka hilanglah sebagian dari dirimu.” </em>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berpesan, <em>“Bersegeralah dalam beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Pada waktu pagi seorang beriman namun di sore hari menjadi kafir, atau pada sore hari dia beriman dan esok harinya kafir, dia menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mungkin ini saja sebagian catatan yang rasanya perlu kami sampaikan sebagai pengingat bagi diri kami dan pembaca sekalian, mengingat pentingnya hal ini untuk disampaikan dan demikian banyaknya perkara yang menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka.</p>
<p>Tulisan ini terutama kami tujukan kepada segenap generasi muda yang telah diberikan kenikmatan oleh Allah berupa akal pikiran dan kesempatan serta kekuatan, agar mereka tidak menyia-nyiakan berbagai kesempatan baik yang telah dibukakan untuk mereka.</p>
<p>Semoga yang singkat ini bermanfaat, <em>wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin</em>.</p>
<p>* Tulisan ini disusun dengan saran dari salah seorang teman -<em>semoga Allah senantiasa menjaganya</em>-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/saudaraku-apa-yang-kau-cari.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laksana Pohon Yang Tak Berbuah</title>
		<link>http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 04:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Da'i]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Siksa]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2239</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Kitab Bad’i al-Khalq dalam sahihnya, beliau berkata; حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيلَ لِأُسَامَةَ لَوْ أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي &#8230; <a href="http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Flaksana-pohon-yang-tak-berbuah.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Flaksana-pohon-yang-tak-berbuah.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> meriwayatkan di dalam Kitab Bad’i al-Khalq dalam sahihnya, beliau berkata;</p>
<p><span id="more-2239"></span></p>
<p><strong>حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ  عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيلَ لِأُسَامَةَ لَوْ  أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا  أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ  أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لَا أَكُونُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُولُ  لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ  شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالُوا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُولُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ يُجَاءُ  بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ  أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ  فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَانُ مَا  شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنْ  الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ  وَأَنْهَاكُمْ عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ  عَنْ الْأَعْمَشِ</strong></p>
<p>Ali menuturkan kepada kami, Sufyan menuturkan kepada kami dari  al-A’masy dari Abu Wa’il dia berkata;ada orang yang berkata kepada  <strong>Usamah</strong>, <em>“Seandainya saja engkau mau mendatangi si fulan dan berbicara  menasihatinya.”</em> Maka dia menjawab, “Apakah menurut kalian aku tidak  berbicara dengannya melainkan aku harus menceritakannya kepada kalian.  Aku sudah menasihatinya secara rahasia. Aku tidak ingin membuka pintu  yang menjadikan aku sebagai orang pertama yang membuka pintu fitnah itu  -menasihati penguasa dengan terang-terangan-. Aku pun tidak akan  mengatakan kepada seseorang sebagai orang yang terbaik -walaupun dia  adalah pemimpinku- setelah aku mendengar sabda Rasulullah <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em>.” Mereka bertanya, <em>“Apa yang kamu dengar dari beliau  itu?”</em>. Dia menjawab; Aku mendengar beliau bersabda, <em>“Akan didatangkan  seorang lelaki pada hari kiamat kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka  dan <strong>terburailah isi perutnya di neraka sebagaimana seekor keledai yang  berputar mengelilingi penggilingan</strong>. Maka berkumpullah para penduduk  neraka di sekitarnya. Mereka bertanya, “Wahai fulan, apa yang terjadi  padamu, bukankah dahulu kamu memerintahkan yang ma’ruf kepada kami dan  melarang kami dari kemungkaran?”. Lelaki itu menjawab, “<strong>Dahulu aku  memerintahkan kalian mengerjakan yang ma’ruf sedangkan aku tidak  melakukannya. Dan aku melarang kalian dari kemungkaran namun aku justru  melakukannya</strong>.”</em> Hadits ini diriwayatkan oleh Ghundar dari Syu’bah dari  al-A’masy (<strong>HR. Bukhari</strong> [3027] , disebutkan pula oleh Bukhari dalam Kitab  <em>al-Fitan</em> [6569] as-Syamilah).</p>
<p>Hasan Al Bashri <em>rahimahullah</em> mengatakan, <em>“Orang alim adalah orang  yang merasa takut kepada Ar Rahman walaupun dia tidak menyaksikan-Nya,  ia sangat menginginkan apa yang Allah iming-imingkan kepada dirinya, dan  ia bersikap zuhud terhadap sesuatu yang akan membuat murka Allah.”</em> Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>radhiyallahu’anhuma</em> bahwa hakikat  orang yang benar-benar mengenal Ar Rahman (Allah) adalah : [1] orang  yang tidak mempersekutukan apapun dengan Allah, [2] menghalalkan sesuatu  yang dihalalkan-Nya, [3] mengharamkan sesuatu yang diharamkan-Nya, [4]  senantiasa menjaga pesan/wasiat-Nya, dan [5] meyakini dirinya pasti akan  berjumpa dengan-Nya serta amalnya akan dihisab (<em>Tafsir Al Qur’an Al  ‘Azhim</em>, 6/349).</p>
<p>Sufyan Ats Tsauri menukil dari Abu Hayyan At Tamimi ucapan seorang  lelaki, <em>“Dahulu dikatakan bahwa ulama itu ada tiga macam; [1] Orang yang  alim terhadap Allah dan alim tentang aturan Allah, [2] Orang yang alim  tentang Allah namun tidak alim tentang aturan Allah, [3] Orang yang alim  tentang aturan Allah namun tidak alim terhadap Allah. Orang yang alim  terhadap Allah dan alim tentang aturan Allah adalah orang yang takut  kepada Allah serta mengetahui batasan-batasan dan kewajiban-kewajiban.  Sedangkan Orang yang alim tentang Allah namun tidak alim tentang aturan  Allah adalah orang yang takut kepada Allah namun tidak mengerti seluk  beluk batasan-batasan dan kewajiban-kewajiban. Adapun Orang yang alim  tentang aturan Allah namun tidak alim terhadap Allah adalah orang yang  mengerti seluk beluk batasan-batasan dan kewajiban-kewajiban namun tidak  merasa takut kepada Allah ‘azza wa jalla.”</em> (<em>Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</em>,  6/350).</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Qasim <em>rahimahullah</em> mengatakan, “<strong>Amal adalah buah  dari ilmu</strong>. Ilmu itu ada dalam rangka mencapai sesuatu yang lainnya. Ilmu  diibaratkan seperti sebuah pohon, sedangkan amalan adalah seperti  buahnya. Maka setelah mengetahui ajaran agama Islam seseorang harus  menyertainya dengan amalan. Sebab <strong>orang yang berilmu akan tetapi tidak  beramal dengannya lebih jelek keadaannya daripada orang bodoh</strong>. Di dalam  hadits disebutkan, <em>“Orang yang paling keras siksanya adalah seorang  berilmu dan tidak diberi manfaat oleh Allah dengan sebab ilmunya”</em>. Orang  semacam inilah yang termasuk satu di antara tiga orang yang dijadikan  sebagai bahan bakar pertama-tama nyala api neraka. Di dalam sebuah  sya’ir dikatakan,</p>
<p><em>Orang alim yang tidak mau<br />
Mengamalkan ilmunya<br />
Mereka akan disiksa sebelum<br />
Disiksanya para penyembah berhala</em></p>
<p>(<em>Hasyiyah Tsalatsatul Ushul</em>, hal. 12)</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Hendaknya  diingat bahwa seseorang yang tidak beramal dengan ilmunya maka <strong>ilmunya  itu kelak akan menjadi bukti yang menjatuhkannya</strong>. Hal ini sebagaimana  terdapat dalam hadits Abu Barzah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Kedua telapak kaki  seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia akan  ditanya tentang empat perkara, diantaranya adalah <strong>tentang ilmunya, apa  yang sudah diamalkannya</strong>” (<strong>HR. Tirmidzi</strong> 2341). Hal ini bukan berlaku bagi  para ulama saja, sebagaimana anggapan sebagian orang. Akan tetapi semua  orang yang mengetahui suatu perkara agama maka itu berarti telah tegak  padanya hujjah. Apabila seseorang memperoleh suatu pelajaran dari sebuah  pengajian atau khutbah Jum’at yang di dalamnya dia mendapatkan  peringatan dari suatu kemaksiatan yang dikerjakannya sehingga dia pun  mengetahui bahwa kemaksiatan yang dilakukannya itu adalah haram maka ini  juga ilmu. Sehingga hujjah juga sudah tegak dengan apa yang didengarnya  tersebut. Dan terdapat hadits yang sah dari Abu Musa Al Asy’ari  radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Al Qur’an itu adalah hujjah bagimu atau hujjah untuk  menjatuhkan dirimu” (<strong>HR. Muslim</strong>)”</em> (<em>Hushulul Ma’mul</em>, hal. 18)</p>
<p><em>Allahumma na&#8217;udzu bika min &#8216;ilmin laa yanfa&#8217;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Apa Di Balik Musibah?</title>
		<link>http://abumushlih.com/ada-apa-di-balik-musibah.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/ada-apa-di-balik-musibah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 06:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelajaran Berharga]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Musibah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2088</guid>
		<description><![CDATA[Musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (QS. at-Taghabun: 11). &#8230; <a href="http://abumushlih.com/ada-apa-di-balik-musibah.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fada-apa-di-balik-musibah.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fada-apa-di-balik-musibah.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya),<em>“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.”</em> (<strong>QS. at-Taghabun: 11</strong>).</p>
<p><span id="more-2088"></span>Abu Dhabyan berkata: Dahulu kami duduk-duduk bersama Alqomah, ketika dia membaca ayat ini <em>‘Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya’</em> dan beliau ditanya tentang maknanya. Beliau menjawab, <em>“Orang -yang dimaksud dalam ayat ini- adalah seseorang yang tertimpa musibah dan mengetahui bahwasanya musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha dan pasrah kepada-Nya.”</em>. Sa’id bin Jubair dan Muqatil bin Hayyan menafsirkan, <em>“Yaitu -Allah akan menunjuki hatinya- sehingga mampu mengucapkan istirja’ yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”</em> (lihat <em>Tafsir al-Qur’an al-’Azhim</em> [4/391])</p>
<p><strong>Hikmah Di Balik Derita</strong></p>
<p>Tidaklah kita ragu barang sedikitpun bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Bijaksana, tidak sedikit pun Allah menganiaya hamba-Nya. Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya),<em>“Benar-benar Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta, lenyapnya nyawa, dan sedikitnya buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah, dan kami juga akan kembali kepada-Nya’. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan pujian dari Rabb mereka dan curahan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.”</em> (<strong>QS. al-Baqarah: 155-157</strong>)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba maka Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya maka Allah akan menunda hukuman atas dosanya itu sampai pada hari kiamat nanti hukuman itu baru akan ditunaikan.”</em> (<strong>HR. Tirmidzi</strong>, disahihkan al-Albani dalam <em>Shahih al-Jami’</em> [308]).</p>
<p>Hadits di atas menunjukkan kepada kita bahwa cobaan/musibah yang menimpa orang-orang yang beriman merupakan salah satu tanda kebaikan baginya selama hal itu tidak menyebabkan dia meninggalkan kewajiban atau terjatuh dalam keharaman. Di sisi lain, semestinya seseorang merasa khawatir atas kenikmatan dan kesehatan yang selama ini senantiasa dia rasakan. Sebab boleh jadi itu adalah <em>istidraj</em>/bentuk penundaan hukuman baginya, sementara dia tahu betapa banyak maksiat yang telah dilakukannya, <em>wal ‘iyadzu billah</em>. Hadits ini juga menunjukkan wajibnya berprasangka baik kepada Allah atas segala musibah yang menimpa. Perlu diingat pula bahwa pemberian Allah kepada seseorang tidak selalu menjadi bukti bahwa Allah meridhainya. Contohnya, orang yang setiap kali hendak minum <em>khamr</em> (minuman keras, narkotika dsb) kemudian dia selalu mendapatkan kemudahan untuk mendapatkannya. Hal itu bukanlah bukti bahwa Allah meridhai hal itu untuknya (disarikan dari <em>al-Jadid fi Syarhi Kitab at-Tauhid</em>, hal. 275 dengan sedikit perubahan dan penambahan)</p>
<p>Meskipun demikian, seseorang tidak boleh berdoa kepada Allah agar hukumannya disegerakan di dunia. Dikisahkan bahwa dahulu Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah mengunjungi seorang yang sakit di antara para sahabatnya yang kondisinya sangat lemah. Nabi bertanya kepadanya, <em>“Apakah engkau meminta atau berdoa sesuatu kepada Allah sebelum ini?”</em>. Maka lelaki itu menjawab, <em>“Ya, dahulu saya pernah berdoa; Ya Allah, hukuman yang akan Kamu berikan kepadaku di akhirat maka segerakanlah bagiku di dunia.”</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pun mengatakan, <em>“Subhanallah! Kamu pasti tidak akan sanggup menanggungnya, tidakkah sebaiknya kamu berdoa; Allahumma aatinaa fid dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar (Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari neraka).”</em> Maka lelaki itu pun berdoa dengannya dan disembuhkan oleh Allah (<strong>HR. Muslim</strong>).</p>
<p><strong>Jangan Salah Sangka!</strong></p>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Adapun manusia, apabila Rabbnya menimpakan ujian kepadanya dengan memuliakan dan mencurahkan nikmat kepadanya maka dia mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakanku’. Dan apabila Dia mengujinya dengan membatasi rezkinya niscaya dia akan mengatakan, ‘Rabbku telah menghinakanku’. Sekali-kali bukan demikian…”</em> (<strong>QS. al-Fajr : 15-17</strong>).</p>
<p>Maknanya adalah: Tidaklah setiap orang yang Allah berikan kemuliaan dan kenikmatan dunia kepadanya maka itu berarti Allah mengaruniakan nikmat yang hakiki kepadanya. Karena sesungguhnya hal itu merupakan cobaan dan ujian dari Allah baginya. Dan tidaklah setiap orang yang Allah batasi rezkinya -sehingga Allah jadikan rezkinya sebatas apa yang diperlukannya saja tanpa ada kelebihan- maka itu artinya Allah sedang menghinakan dirinya. Namun, sesungguhnya Allah sedang menguji hamba-Nya dengan nikmat-nikmat sebagaimana halnya Allah ingin mengujinya dengan musibah (lihat <em>Ijtima’ al-Juyusy al-Islamiyah</em>, hal. 8. Islamspirit.com).</p>
<p>Adakah di antara kita yang mau mengambil pelajaran?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/ada-apa-di-balik-musibah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju Masa Depan Sukses (Kajian Umum)</title>
		<link>http://abumushlih.com/menuju-masa-depan-sukses-kajian-umum.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/menuju-masa-depan-sukses-kajian-umum.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 11:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajian Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[UAD]]></category>
		<category><![CDATA[WEB USTADZ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2042</guid>
		<description><![CDATA[Kajian Umum Gratis!!! Tema : Menuju Masa Depan yang Sukses (Kiat-kiat memanfaatkan masa muda untuk menggapai kesuksesan dunia akherat) Pemateri : Ustadz Amir As Soronji. Lc Hari/tanggal: Ahad, 24 Oktober 2010 Waktu: Pukul 07.30-11.30 WIB Tempat: Masjid Uzlifatul Jannah Jalan &#8230; <a href="http://abumushlih.com/menuju-masa-depan-sukses-kajian-umum.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmenuju-masa-depan-sukses-kajian-umum.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmenuju-masa-depan-sukses-kajian-umum.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div>
<div>
<p><em>Kajian Umum</em></p>
<p>Gratis!!!</p>
<p>Tema :<br />
<strong> Menuju Masa Depan yang Sukses</strong><br />
(Kiat-kiat memanfaatkan masa muda untuk menggapai kesuksesan dunia akherat)</p>
<p><span id="more-2042"></span>Pemateri :<br />
<strong>Ustadz Amir As Soronji. Lc</strong></p>
<p>Hari/tanggal:<br />
<strong>Ahad, 24 Oktober 2010</strong></p>
<p>Waktu:<br />
<strong>Pukul 07.30-11.30 WIB</strong></p>
<p>Tempat:<br />
<strong>Masjid Uzlifatul Jannah</strong><br />
Jalan Prof.Dr. Soepomo, Warungboto-Umbulharjo<br />
(Selatan Kampus UAD 3)</p>
<p>Peserta:<br />
Untuk umum &#8211; putera dan puteri</p>
<p>CP:<br />
- 08170852931<br />
- 085228665838</p>
<p>Penyelenggara:<br />
Forum Kajian Islam el-Amin<br />
Bekerjasama dengan<br />
Forum Dakwah Antar Kampus</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/menuju-masa-depan-sukses-kajian-umum.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekarang dan Masa Depan</title>
		<link>http://abumushlih.com/sekarang-dan-masa-depan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/sekarang-dan-masa-depan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 06:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2036</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Yang merajai pada hari pembalasan. Salawat dan keselamatan semoga selalu terlimpah kepada Rasul akhir zaman, yang mengajak meniti jalan yang lurus menuju negeri keabadian yang dengan penuh kenikmatan. Amma ba&#8217;du. Seringkali kita tertipu oleh pandangan sekilas. &#8230; <a href="http://abumushlih.com/sekarang-dan-masa-depan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsekarang-dan-masa-depan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsekarang-dan-masa-depan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Segala puji bagi Allah, Yang merajai pada hari pembalasan. Salawat dan keselamatan semoga selalu terlimpah kepada Rasul akhir zaman, yang mengajak meniti jalan yang lurus menuju negeri keabadian yang dengan penuh kenikmatan. <em>Amma ba&#8217;du</em>.</p>
<p><span id="more-2036"></span>Seringkali kita tertipu oleh pandangan sekilas. Sesuatu -yang belum jelas- menjadi tergambar indah dan menyenangkan dengan sekilas pandangan, padahal hanya sekilas saja. Namun, kalau diteliti dan dicermati dampak-dampaknya serta ujung-ujungnya, maka kebalikannya justru yang dijumpai; kesedihan, penyesalan dan penderitaan berkepanjangan. <em>Subhanallah!</em></p>
<p>Oleh sebab itu, saudaraku&#8230; kehidupan dunia dengan seabrek tipuan dan sejuta kepalsuan ini tidak selayaknya melupakan seorang muslim akan hakekat yang sebenarnya dari hidup yang dijalaninya. Kita yakini bersama, hidup kita di alam dunia ini pasti berakhir, tidak kekal selamanya. Setelah itu, kita akan memasuki alam akherat&#8230; Ya, alam pembalasan pahala atau penjatuhan hukuman! Maka, kita harus cerdik dan sabar. Cerdik dalam menyikapi segala macam kepalsuan tersebut agar kita tidak tertipu olehnya. Dan sabar dalam menahan godaan yang menggiurkan dari para penebar kebatilan.</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“(Allah) Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang terbaik amalnya.”</em> (<strong>QS. al-Mulk: 2</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan kehidupan dunia tidak lain adalah kesenangan yang palsu.”</em> (<strong>QS. al-Hadid: 20</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Katakanlah; Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”</em> (<strong>QS. al-Jumu&#8217;ah: 8</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga begitu saja, sementara Allah belum mengetahui (membuktikan) siapakah orang-orang yang bersungguh-sungguh di antara kalian dan mengetahui siapakah orang-orang yang bersabar.”</em> (<strong>QS. Ali Imran: 142</strong>)</p>
<p>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Keberuntungan paling besar di dunia ini adalah kamu menyibukkan dirimu di sepanjang waktu dengan perkara-perkara yang lebih utama dan lebih bermanfaat untukmu kelak di hari akherat. Bagaimana mungkin dianggap berakal, seseorang yang menjual surga demi mendapatkan sesuatu yang mengandung kesenangan hanya sesaat? Orang yang benar-benar mengerti hakekat hidup ini akan keluar dari alam dunia dalam keadaan belum bisa menuntaskan dua urusan; menangisi dirinya sendiri -akibat menuruti hawa nafsu tanpa kendali- dan menunaikan kewajiban untuk memuji Rabbnya. Apabila kamu merasa takut kepada makhluk maka kamu akan merasa gelisah karena keberadaannya dan menghindar darinya. Adapun Rabb (Allah) ta&#8217;ala, apabila kamu takut kepada-Nya niscaya kamu akan merasa tentram karena dekat dengan-Nya dan berusaha untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya.”</em> (<em>al-Fawa&#8217;id</em>, hal. 34)</p>
<p>Ketahuilah wahai saudaraku -<em>semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya</em>- tiada bahagia tanpa takwa kepada-Nya. Sementara, takwa itu mencakup tiga tingkatan:</p>
<ol>
<li>Menjaga hati dan anggota tubuh dari perbuatan dosa dan      keharaman. Apabila seseorang       melakukan hal ini hatinya akan tetap hidup.</li>
<li>Menjaga diri dari perkara-perkara yang makruh/dibenci. Apabila      seseorang melakukan hal ini hatinya akan sehat dan kuat.</li>
<li>Menjaga diri dari berlebih-lebihan -dalam perkara mubah- dan      segala urusan yang tidak penting. Apabila seseorang melakukan hal ini      hatinya akan diliputi dengan kegembiraan dan sejuk dalam menjalani      ketaatan (lihat <em>al-Fawa&#8217;id</em>, hal. 34). <em>Allahul musta&#8217;aan</em>.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/sekarang-dan-masa-depan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

