<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Neraka</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/neraka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 08:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kitab Tauhid (4)</title>
		<link>http://abumushlih.com/kitab-tauhid-4.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kitab-tauhid-4.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 17:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaidah Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Riya']]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2447</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah Takut Terjerumus Syirik Allah &#8216;azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. an-Nisaa&#8217;: 116) &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kitab-tauhid-4.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkitab-tauhid-4.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkitab-tauhid-4.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab <em>rahimahullah</em></p>
<p><strong>Takut Terjerumus Syirik</strong></p>
<p>Allah <em>&#8216;azza wa jalla</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.”</em> (<strong>QS. an-Nisaa&#8217;: 116</strong>)</p>
<p><span id="more-2447"></span></p>
<p><em>al-Khalil</em> (Kekasih Allah, Ibrahim)<em> &#8216;alaihis salam</em> berkata (yang artinya), <em>“(Ya Allah) Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari penyembahan kepada berhala.”</em> (<strong>QS. Ibrahim: 35</strong>)</p>
<p>Di dalam sebuah hadits Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.”</em> Beliau pun ditanya apa maksudnya. Maka beliau menjawab, <em>“Riya&#8217;.”</em></p>
<p>Dari Ibnu Mas&#8217;ud <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang mati dalam keadaan berdoa kepada sesembahan selain Allah maka dia masuk Neraka.”</em> (<strong>HR. Bukhari</strong>)</p>
<p>Dalam riwayat Muslim, dari Jabir, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang bertemu Allah dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya niscaya dia masuk Surga. Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya niscaya dia akan masuk Neraka.”</em></p>
<p>Pelajaran dari bab ini:</p>
<ol>
<li>Takut terjerumus syirik</li>
<li>Riya&#8217; termasuk syirik</li>
<li>Riya&#8217; itu termasuk syirik kecil</li>
<li>Syirik kecil ini sangat dikhawatirkan menimpa orang-orang salih</li>
<li>Dekatnya Surga dan Neraka</li>
<li>Penggabungan kedekatan jarak antara keduanya (Surga dan Neraka)      di dalam hadits yang sama</li>
<li>Barangsiapa yang bertemu Allah dalam keadaan berbuat syirik      maka dia masuk Neraka, meskipun dia adalah orang yang paling rajin      beribadah</li>
<li>Perkara yang sangat agung yaitu permintaan/doa al-Khalil (Nabi      Ibrahim) demi keselamatan dirinya dan anak keturunannya agar terjaga dari      penyembahan kepada berhala</li>
<li>Ibrahim pun mempertimbangkan kondisi kebanyakan orang -yang      bisa mengancam keselamatan dirinya- sebagaimana disebutkan dalam doanya      (yang artinya), <em>“Wahai Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah      menyesatkan banyak manusia.” </em>(<strong>QS. Ibrahim: 35</strong>)</li>
<li>Di dalamnya terkandung tafsiran laa ilaaha illallaah,      sebagaimana disebutkan oleh Bukhari</li>
<li>Keutamaan orang yang selamat dari syirik</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kitab-tauhid-4.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Tauhid (2)</title>
		<link>http://abumushlih.com/kitab-tauhid-2.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/kitab-tauhid-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 17:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaidah Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2442</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah Keutamaan Tauhid dan Pengampunan Dosa Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik).” (QS. al-An&#8217;aam: 82) Dari &#8216;Ubadah bin Shamit radhiyallahu&#8217;anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu &#8230; <a href="http://abumushlih.com/kitab-tauhid-2.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkitab-tauhid-2.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkitab-tauhid-2.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab <em>rahimahullah</em></p>
<p><strong>Keutamaan Tauhid dan Pengampunan Dosa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik).”</em> (<strong>QS. al-An&#8217;aam: 82</strong>)</p>
<p><span id="more-2442"></span></p>
<p>Dari &#8216;Ubadah bin Shamit <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, beliau berkata: Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Bersaksi pula bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, serta kalimat-Nya yang diberikan kepada Maryam dan merupakan ruh ciptaan-Nya. Bersaksi bahwa Surga adalah benar, Neraka adalah benar. Barangsiapa yang mempersaksikan itu semua maka Allah akan memasukkan dia ke dalam Surga bagaimana pun keadaan amalnya.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p>Di dalam Shahih Bukhari dan Muslim pula, dari hadits &#8216;Itban. Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Allah mengharamkan Neraka kepada orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah demi mengharapkan wajah Allah.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, dari Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda, “Musa <em>&#8216;alaihis salam</em> pernah berkata: <em>“Wahai Rabb-ku! Ajarkan kepadaku sesuatu yang bisa kugunakan untuk berdzikir dan berdoa kepada-Mu.”</em> Allah menjawab: <em>“Katakanlah, wahai Musa: laa ilaaha illallaah.”</em> Musa berkata: <em>“Wahai Rabb-ku! Semua hamba-Mu mengatakan ucapan ini?”</em>. Allah berkata: <em>“Wahai Musa! Seandainya langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya selain Aku, demikian pula bumi yang tujuh diletakkan di atas daun timbangan, kemudian laa ilaaha illallaah di atas daun timbangan yang satu, niscaya yang lebih berat adalah timbangan laa ilaaha illallaah.”</em> (<strong>HR. Ibnu Hibban dan al-Hakim</strong>. al-Hakim menyatakan hadits ini sahih)</p>
<p>Dalam riwayat Tirmdzi -beliau pun menyatakan hadits ini hasan- dari Anas. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda: Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman, <em>“Wahai anak Adam! Seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku, maka Aku akan datang kepada-Mu dengan ampunan sepenuh itu pula.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Pelajaran dari bab ini:</p>
<ol>
<li>Betapa luasnya karunia Allah</li>
<li>Pahala/balasan atas tauhid yang sedemikian melimpah di sisi      Allah</li>
<li>Tauhid menyebabkan dosa-dosa terampuni</li>
<li>Tafsiran ayat yang terdapat dalam surat al-An&#8217;aam [82]</li>
<li>Cermatilah dengan baik kelima perkara yang disebutkan dalam      hadits &#8216;Ubadah</li>
<li>Apabila kamu padukan antara hal tersebut [no 5] dengan      kandungan hadits &#8216;Itban dan yang sesudahnya, maka akan jelas bagimu apa      makna laa ilaaha illallaah, dan akan jelas pula bagimu kekeliruan      orang-orang yang <em>maghrur</em>/tertipu</li>
<li>Perhatikan syarat yang dijelaskan di dalam hadits &#8216;Itban</li>
<li>Para Nabi pun butuh untuk diberikan penegasan kembali mengenai      besarnya keutamaan laa ilaaha illallaah</li>
<li>Timbangan laa ilaaha illallaah ini sebenarnya lebih berat      daripada seluruh makhluk, walaupun kebanyakan orang yang mengucapkannya      memiliki timbangan kalimat ini yang ringan</li>
<li>Penegasan bahwa bumi ini tujuh, sebagaimana langit</li>
<li>Langit memiliki penghuni</li>
<li>Penetapan sifat-sifat Allah, berbeda dengan kaum Asy&#8217;ariyah</li>
<li>Apabila kamu memahami kandungan hadits Anas, maka kamu akan      paham maksud sabda Nabi dalam hadits &#8216;Itban: <em>“Sesungguhnya Allah      mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah demi      mengharapkan wajah Allah.”</em> Bahwa yang dimaksud adalah meninggalkan      syirik, jadi tidak cukup hanya dengan ucapan di lisan saja</li>
<li>Perhatikan kesamaan yang ada pada &#8216;Isa dan Muhammad sebagai      hamba Allah dan utusan-Nya</li>
<li>Keistimewaan Isa yang tercipta dengan kalimat Allah</li>
<li>Mengetahui kejadian Isa dari ruh ciptaan-Nya</li>
<li>Mengetahui besarnya keutamaan beriman kepada Surga dan Neraka</li>
<li>Mengetahui maksud dari sabda Nabi <em>“Bagaimana pun keadaan      amalnya.”</em></li>
<li>Mengetahui bahwa timbangan amal itu memiliki dua daun timbangan</li>
<li>Mengetahui bahwa Allah memiliki wajah</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/kitab-tauhid-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serial E-Book &#8216;Kenali Islam&#8217; Bagian 2</title>
		<link>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 01:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2388</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, kaum muslimin yang dirahmati Allah… Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita… E-book ini berjudul ‘Anda Juga Ingin Gila?’ Silahkan men-download-nya &#8230; <a href="http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fserial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah</em>, kaum muslimin yang dirahmati Allah…</p>
<p>Berikut ini kami hadirkan ke tengah pembaca sekalian, sebuah e-book yang berisi nasehat dan pelajaran bagi kita semua, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita… E-book ini berjudul <strong>‘Anda Juga Ingin Gila?’</strong></p>
<p><span id="more-2388"></span></p>
<p>Silahkan men-download-nya di link/tautan berikut:</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/document/6vCxSCw_/Ingin_Gila.html?">http://www.4shared.com/document/6vCxSCw_/Ingin_Gila.html?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/serial-e-book-kenali-islam-bagian-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mohonlah Kepada-Nya&#8230;</title>
		<link>http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 03:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Taubat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2310</guid>
		<description><![CDATA[Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada siapa pun di samping doamu kepada Allah.” (QS. al-Jin: 18) Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain &#8230; <a href="http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmohonlah-kepada-nya.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fmohonlah-kepada-nya.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada siapa pun di samping doamu kepada Allah.”</em> (<strong>QS. al-Jin: 18</strong>)</p>
<p><span id="more-2310"></span></p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping doanya kepada Allah, yang jelas tidak ada bukti yang melandasinya, maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.”</em> (<strong>QS. al-Mukminun: 117</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Rabb kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka itu pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina.”</em> (<strong>QS. Ghafir: 60</strong>)</p>
<p>Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Allah berfirman; &#8216;Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.&#8217;.”</em> (<strong>HR. Bukhari [7405] dan Muslim [2675]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Rabb kita -tabaraka wa ta&#8217;ala- pada setiap malam turun ke langit terendah yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Allah mengatakan: Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan siapakah yang mau memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya.”</em> (<strong>HR. Muslim [758]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya Allah -&#8217;azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah bentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya.”</em> (<strong>HR. Muslim [2759]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya pada setiap malam ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim menepati waktu itu dalam keadaan memohon kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kecuali Allah pasti akan memberikan apa yang dia minta kepadanya, dan hal itu terjadi setiap malam.”</em> (<strong>HR. Muslim [757]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjenguk salah seorang di antara kaum muslimin yang menderita sakit hingga badannya menjadi sangat lemah. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berkata, <em>“Apakah kamu pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah sebelum ini?”</em>. Dia menjawab, <em>“Iya. Dahulu aku pernah berdoa; Ya Allah, hukuman apa yang Kau tetapkan untukku di akhirat mohon Kau segerakan saja untukku di dunia ini [daripada nanti di akhirat, pent].&#8217;.”</em> Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Subhanallah! Kamu tidak akan sanggup menanggungnya -atau kamu tidak akan mampu menerimanya-, mengapa kamu tidak berdoa; &#8216;Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah aku dari siksa neraka.&#8217;?.”</em> Anas berkata: Lalu Nabi  mendoakan orang itu kemudian dia pun sembuh (<strong>HR. Muslim [2688]</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/mohonlah-kepada-nya.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Emas Sepenuh Bumi</title>
		<link>http://abumushlih.com/harga-emas-sepenuh-bumi.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/harga-emas-sepenuh-bumi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 02:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Azab]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Harta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Siksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2298</guid>
		<description><![CDATA[Emas 1 gram berapa harganya? Kalau bumi ini ditimbang berapa gram beratnya?! Kalau ada emas sepenuh isi bumi dijual harganya kira-kira berapa ya? Wah&#8230; pasti mahal sekali, bisa untuk bersenang-senang tujuh turunan itu&#8230;! Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari &#8230; <a href="http://abumushlih.com/harga-emas-sepenuh-bumi.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fharga-emas-sepenuh-bumi.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fharga-emas-sepenuh-bumi.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Emas 1 gram berapa harganya? Kalau bumi ini ditimbang berapa gram beratnya?! Kalau ada emas sepenuh isi bumi dijual harganya kira-kira berapa ya? Wah&#8230; pasti mahal sekali, bisa untuk bersenang-senang tujuh turunan itu&#8230;!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><span id="more-2298"></span>Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Kelak pada hari kiamat orang kafir akan didatangkan lalu ditanyakan kepadanya, &#8216;Bagaimana menurutmu seandainya kamu mempunyai emas sepenuh isi bumi apakah kamu mau menebus (siksaan) dengannya?&#8217;. Dia menjawab, &#8216;Iya tentu saja.&#8217; Maka dikatakan kepadanya, &#8216;Sesungguhnya dahulu -di dunia- kamu diminta sesuatu yang lebih mudah daripada itu [akan tetapi kamu enggan dan tetap berbuat syirik].&#8217;.”</em> (<strong>HR. Bukhari [6538] dan Muslim [2805]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, beliau bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melewati pasar melalui sebagian jalan dari arah pemukiman, sementara orang-orang [para sahabat] menyertai beliau. Lalu beliau melewati bangkai seekor kambing yang telinganya cacat (berukuran kecil). Beliau pun mengambil kambing itu seraya memegang telinga nya. Kemudian beliau berkata, <em>“Siapakah di antara kalian yang mau membelinya dengan harga satu dirham?”</em>. Mereka menjawab, <em>“Kami sama sekali tidak berminat untuk memilikinya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”</em>. Beliau kembali bertanya, <em>“Atau mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?”</em>. Mereka menjawab, <em>“Demi Allah, seandainya hidup pun maka binatang ini sudah cacat, karena telinganya kecil. Apalagi kambing itu sudah mati?”</em> Beliau pun bersabda, <em>“Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah daripada bangkai ini di mata kalian.”</em> (<strong>HR. Muslim [2957]</strong>)</p>
<p>Kedua hadits di atas menerangkan kepada kita betapa tidak ada nilainya kekayaan dunia semata jika  tidak disertai dengan keimanan. Oleh sebab itu sebanyak apa pun harta yang dimiliki oleh seseorang jika tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah dan rasul-Nya, maka di akherat harta itu tidak bermanfaat  bagi pemiliknya. Sebagaimana Allah <em>ta&#8217;ala</em> tegaskan hal ini dalam ayat (yang artinya), <em>“Pada hari itu -kiamat- tidak bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.”</em> (<strong>QS. asy-Syu&#8217;ara: 88-89</strong>).</p>
<p>Hati yang selamat itu adalah hati yang beriman dengan sebenarnya. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang kafir itu seandainya mereka memiliki segala isi bumi ini seluruhnya dan bahkan ditambah yang semisalnya demi menebus siksaan pada hari kiamat maka tidak akan diterima, dan mereka layak untuk menerima siksaan yang sangat pedih.”</em> (<strong>QS. al-Ma&#8217;idah: 36</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan meninggal dalam keadaan kafir maka tidak akan diterima dari salah seorang mereka [tebusan atas siksa yang mereka terima] meskipun berupa emas sepenuh isi bumi kalaulah mereka mau menebus dengannya. Mereka itu adalah orang-orang yang layak menerima siksaan yang pedih dan tidak ada bagi mereka sedikit pun penolong.”</em> (<strong>QS. Ali Imran: 91</strong>)</p>
<p>Maka keimanan yang benar adalah sumber kebahagiaan dan keselamatan meskipun ekonomi pas-pasan atau bahkan berada di bawah garis kemiskinan. Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>radhiyallahu&#8217;anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Aku pernah melihat surga, ternyata di dalamnya dihuni kebanyakan oleh orang-orang miskin. Dan aku pun melihat neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.”</em> (<strong>HR. Muslim [2737]</strong>)</p>
<p>Kesulitan dan kesedihan dunia seperti apa pun yang dirasakan oleh orang-orang miskin yang menjaga keimanan mereka akan terlupakan hanya dengan satu celupan kenikmatan surga. Sebaliknya, selezat apa pun kenikmatan duniawi yang dirasakan oleh orang kafir di dunia, maka akan terlupakan dengan satu celupan siksa di neraka, <em>na&#8217;udzu billahi min dzalik</em>&#8230; Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Kelak pada hari kiamat akan didatangkan penduduk neraka yang pernah merasakan kenikmatan paling lezat selama di dunia lalu dia dicelupkan di neraka sekali celupan. Kemudian ditanyakan kepadanya, &#8216;Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?&#8217;. Maka dia menjawab, &#8216;Sama sekali tidak pernah, wahai Tuhanku.&#8217; Dan juga didatangkan penduduk surga yang hidupnya paling susah selama di dunia, lalu dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanyakan kepadanya, &#8216;Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesusahan? Apakah kamu pernah merasakan kesulitan?&#8217;. Maka dia menjawab, &#8216;Sama sekali tidak pernah, wahai Tuhanku. Aku belum pernah merasakan kesusahan dan belum pernah melihat kesulitan.&#8217;.”</em> (<strong>HR. Muslim [2807]</strong>)</p>
<p>Hal ini menunjukkan kepada kita betapa agungnya kesabaran dan betapa besar ganjarannya di sisi Allah. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan disempurnakan balasan amalnya tanpa hitungan.”</em> (<strong>QS. az-Zumar: 10</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”</em> (<strong>QS. al-Anfal: 46</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Allah mencintai orang-orang yang sabar.”</em> (<strong>QS. Ali Imran: 146</strong>)</p>
<p>Kemiskinan dan kesulitan perekonomian memang tidak menyenangkan, akan tetapi jika seorang hamba bersabar menghadapinya dan tetap menjaga nilai-nilai keimanan yang ada di dalam dirinya, niscaya kesabaran itu akan mengantarkannya menuju pintu surga. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan neraka itu diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan (nafsu).”</em> (<strong>HR. Muslim [2822]</strong>)</p>
<p>Imam Muslim juga meriwayatkan dari Shuhaib <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak dijumpai kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mengalami kesenangan, dia pun bersyukur. Maka hal itu adalah baik untuknya. Dan apabila dia mengalami kesusahan, dia pun bersabar. Maka hal itu pun baik untuknya.”</em> (<strong>HR. Muslim [2999]</strong>)</p>
<p>Apabila ternyata kekayaan materi semata sama sekali tidak menjanjikan kebahagiaan, bahkan terkadang kemiskinan jauh lebih menyelamatkan dan mengantarkan menuju kebahagiaan yang sejati, tentu saja seorang hamba tidak akan lagi memelihara sifat tamak dan rakus kepada dunia di dalam hatinya. Akan tetapi kenyataannya masih banyak juga orang yang lupa atau pura-pura lupa tentang hakekat kesenangan dunia yang fana ini. Sehingga mereka pun rela menjual agama demi mencicipi kesenangan dunia yang tak seberapa.</p>
<p>Sungguh indah perkataan seorang penyair,</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cendekia, </em></p>
<p><em>Mereka ceraikan dunia dan takut akan fitnahnya. </em></p>
<p><em>Mereka perhatikan apa yang ada di sana. </em></p>
<p><em>Tatkala mereka sadar bahwa dunia bukanlah tempat tinggal sebenarnya. </em></p>
<p><em>Maka mereka jadikan dunia ini sebagai samudera, </em></p>
<p><em>dan mereka gunakan amal salih sebagai perahu yang berlayar di atasnya.”</em></p>
<p>(lihat Mukadimah <em>Riyadhus Shalihin</em> oleh Imam an-Nawawi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/harga-emas-sepenuh-bumi.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laksana Pohon Yang Tak Berbuah</title>
		<link>http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 04:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Da'i]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Siksa]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2239</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam Kitab Bad’i al-Khalq dalam sahihnya, beliau berkata; حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيلَ لِأُسَامَةَ لَوْ أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي &#8230; <a href="http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Flaksana-pohon-yang-tak-berbuah.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Flaksana-pohon-yang-tak-berbuah.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> meriwayatkan di dalam Kitab Bad’i al-Khalq dalam sahihnya, beliau berkata;</p>
<p><span id="more-2239"></span></p>
<p><strong>حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ  عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيلَ لِأُسَامَةَ لَوْ  أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا  أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ  أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لَا أَكُونُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُولُ  لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ  شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالُوا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُولُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ يُجَاءُ  بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ  أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ  فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَانُ مَا  شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنْ  الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ  وَأَنْهَاكُمْ عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ  عَنْ الْأَعْمَشِ</strong></p>
<p>Ali menuturkan kepada kami, Sufyan menuturkan kepada kami dari  al-A’masy dari Abu Wa’il dia berkata;ada orang yang berkata kepada  <strong>Usamah</strong>, <em>“Seandainya saja engkau mau mendatangi si fulan dan berbicara  menasihatinya.”</em> Maka dia menjawab, “Apakah menurut kalian aku tidak  berbicara dengannya melainkan aku harus menceritakannya kepada kalian.  Aku sudah menasihatinya secara rahasia. Aku tidak ingin membuka pintu  yang menjadikan aku sebagai orang pertama yang membuka pintu fitnah itu  -menasihati penguasa dengan terang-terangan-. Aku pun tidak akan  mengatakan kepada seseorang sebagai orang yang terbaik -walaupun dia  adalah pemimpinku- setelah aku mendengar sabda Rasulullah <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em>.” Mereka bertanya, <em>“Apa yang kamu dengar dari beliau  itu?”</em>. Dia menjawab; Aku mendengar beliau bersabda, <em>“Akan didatangkan  seorang lelaki pada hari kiamat kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka  dan <strong>terburailah isi perutnya di neraka sebagaimana seekor keledai yang  berputar mengelilingi penggilingan</strong>. Maka berkumpullah para penduduk  neraka di sekitarnya. Mereka bertanya, “Wahai fulan, apa yang terjadi  padamu, bukankah dahulu kamu memerintahkan yang ma’ruf kepada kami dan  melarang kami dari kemungkaran?”. Lelaki itu menjawab, “<strong>Dahulu aku  memerintahkan kalian mengerjakan yang ma’ruf sedangkan aku tidak  melakukannya. Dan aku melarang kalian dari kemungkaran namun aku justru  melakukannya</strong>.”</em> Hadits ini diriwayatkan oleh Ghundar dari Syu’bah dari  al-A’masy (<strong>HR. Bukhari</strong> [3027] , disebutkan pula oleh Bukhari dalam Kitab  <em>al-Fitan</em> [6569] as-Syamilah).</p>
<p>Hasan Al Bashri <em>rahimahullah</em> mengatakan, <em>“Orang alim adalah orang  yang merasa takut kepada Ar Rahman walaupun dia tidak menyaksikan-Nya,  ia sangat menginginkan apa yang Allah iming-imingkan kepada dirinya, dan  ia bersikap zuhud terhadap sesuatu yang akan membuat murka Allah.”</em> Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>radhiyallahu’anhuma</em> bahwa hakikat  orang yang benar-benar mengenal Ar Rahman (Allah) adalah : [1] orang  yang tidak mempersekutukan apapun dengan Allah, [2] menghalalkan sesuatu  yang dihalalkan-Nya, [3] mengharamkan sesuatu yang diharamkan-Nya, [4]  senantiasa menjaga pesan/wasiat-Nya, dan [5] meyakini dirinya pasti akan  berjumpa dengan-Nya serta amalnya akan dihisab (<em>Tafsir Al Qur’an Al  ‘Azhim</em>, 6/349).</p>
<p>Sufyan Ats Tsauri menukil dari Abu Hayyan At Tamimi ucapan seorang  lelaki, <em>“Dahulu dikatakan bahwa ulama itu ada tiga macam; [1] Orang yang  alim terhadap Allah dan alim tentang aturan Allah, [2] Orang yang alim  tentang Allah namun tidak alim tentang aturan Allah, [3] Orang yang alim  tentang aturan Allah namun tidak alim terhadap Allah. Orang yang alim  terhadap Allah dan alim tentang aturan Allah adalah orang yang takut  kepada Allah serta mengetahui batasan-batasan dan kewajiban-kewajiban.  Sedangkan Orang yang alim tentang Allah namun tidak alim tentang aturan  Allah adalah orang yang takut kepada Allah namun tidak mengerti seluk  beluk batasan-batasan dan kewajiban-kewajiban. Adapun Orang yang alim  tentang aturan Allah namun tidak alim terhadap Allah adalah orang yang  mengerti seluk beluk batasan-batasan dan kewajiban-kewajiban namun tidak  merasa takut kepada Allah ‘azza wa jalla.”</em> (<em>Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</em>,  6/350).</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Qasim <em>rahimahullah</em> mengatakan, “<strong>Amal adalah buah  dari ilmu</strong>. Ilmu itu ada dalam rangka mencapai sesuatu yang lainnya. Ilmu  diibaratkan seperti sebuah pohon, sedangkan amalan adalah seperti  buahnya. Maka setelah mengetahui ajaran agama Islam seseorang harus  menyertainya dengan amalan. Sebab <strong>orang yang berilmu akan tetapi tidak  beramal dengannya lebih jelek keadaannya daripada orang bodoh</strong>. Di dalam  hadits disebutkan, <em>“Orang yang paling keras siksanya adalah seorang  berilmu dan tidak diberi manfaat oleh Allah dengan sebab ilmunya”</em>. Orang  semacam inilah yang termasuk satu di antara tiga orang yang dijadikan  sebagai bahan bakar pertama-tama nyala api neraka. Di dalam sebuah  sya’ir dikatakan,</p>
<p><em>Orang alim yang tidak mau<br />
Mengamalkan ilmunya<br />
Mereka akan disiksa sebelum<br />
Disiksanya para penyembah berhala</em></p>
<p>(<em>Hasyiyah Tsalatsatul Ushul</em>, hal. 12)</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan <em>hafizhahullah</em> berkata, <em>“Hendaknya  diingat bahwa seseorang yang tidak beramal dengan ilmunya maka <strong>ilmunya  itu kelak akan menjadi bukti yang menjatuhkannya</strong>. Hal ini sebagaimana  terdapat dalam hadits Abu Barzah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Kedua telapak kaki  seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia akan  ditanya tentang empat perkara, diantaranya adalah <strong>tentang ilmunya, apa  yang sudah diamalkannya</strong>” (<strong>HR. Tirmidzi</strong> 2341). Hal ini bukan berlaku bagi  para ulama saja, sebagaimana anggapan sebagian orang. Akan tetapi semua  orang yang mengetahui suatu perkara agama maka itu berarti telah tegak  padanya hujjah. Apabila seseorang memperoleh suatu pelajaran dari sebuah  pengajian atau khutbah Jum’at yang di dalamnya dia mendapatkan  peringatan dari suatu kemaksiatan yang dikerjakannya sehingga dia pun  mengetahui bahwa kemaksiatan yang dilakukannya itu adalah haram maka ini  juga ilmu. Sehingga hujjah juga sudah tegak dengan apa yang didengarnya  tersebut. Dan terdapat hadits yang sah dari Abu Musa Al Asy’ari  radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Al Qur’an itu adalah hujjah bagimu atau hujjah untuk  menjatuhkan dirimu” (<strong>HR. Muslim</strong>)”</em> (<em>Hushulul Ma’mul</em>, hal. 18)</p>
<p><em>Allahumma na&#8217;udzu bika min &#8216;ilmin laa yanfa&#8217;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/laksana-pohon-yang-tak-berbuah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita-Wanita Penghuni Jahanam (Kajian Umum)</title>
		<link>http://abumushlih.com/wanita-wanita-penghuni-jahanam-kajian-umum.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/wanita-wanita-penghuni-jahanam-kajian-umum.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 00:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajian Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Hadirilah&#8230; Kajian Ilmiah Untuk Umum, Putra dan Putri Wanita-Wanita Penghuni Jahanam (Menyibak Ciri dan Sifat Wanita Ahli Neraka Jahanam) Pembicara: al-Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. (alumni S3 Aqidah Universitas Islam Madinah) Tempat: Masjid al-Karim, Pabelan Kartasura Sukoharjo Solo Hari, &#8230; <a href="http://abumushlih.com/wanita-wanita-penghuni-jahanam-kajian-umum.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fwanita-wanita-penghuni-jahanam-kajian-umum.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fwanita-wanita-penghuni-jahanam-kajian-umum.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hadirilah&#8230;</p>
<p>Kajian Ilmiah<br />
Untuk Umum, Putra dan Putri</p>
<p>Wanita-Wanita Penghuni Jahanam<br />
(Menyibak Ciri dan Sifat Wanita Ahli Neraka Jahanam)</p>
<p><span id="more-2058"></span><br />
Pembicara:<br />
al-Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.<br />
(alumni S3 Aqidah Universitas Islam Madinah)</p>
<p>Tempat:<br />
Masjid al-Karim, Pabelan Kartasura Sukoharjo Solo</p>
<p>Hari, Tanggal:<br />
Ahad, 7 November 2010</p>
<p>Waktu:<br />
Pkl. 08.30 WIB – selesai</p>
<p>Penyelenggara:<br />
Forum Kajian Islam Al-Atsary Surakarta<br />
bekerjasama dengan Takmir Masjid al-Karim</p>
<p>Didukung oleh Radio SuaraQur’an</p>
<p>Informasi:<br />
081 329 777 662<br />
atau 085 647 525 441</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/wanita-wanita-penghuni-jahanam-kajian-umum.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaminan Dari Allah</title>
		<link>http://abumushlih.com/jaminan-dari-allah.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/jaminan-dari-allah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 15:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Syahwat]]></category>
		<category><![CDATA[Syubhat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1948</guid>
		<description><![CDATA[Bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya sangat banyak. Di antaranya adalah berupa jaminan dari-Nya bagi siapa saja yang mau benar-benar mengikuti petunjuk-Nya bahwa mereka tidak akan sesat dan tidak pula celaka. Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti &#8230; <a href="http://abumushlih.com/jaminan-dari-allah.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fjaminan-dari-allah.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fjaminan-dari-allah.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya sangat banyak. Di antaranya adalah berupa jaminan dari-Nya bagi siapa saja yang mau benar-benar mengikuti petunjuk-Nya bahwa mereka tidak akan sesat dan tidak pula celaka. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka.”</em> (<strong>QS. Thaha: 123</strong>)</p>
<p><span id="more-1948"></span></p>
<p>Ibnu Abbas <em>radhiyallahu&#8217;anhuma</em> berkata, <em>“Allah memberikan jaminan kepada siapa saja yang membaca al-Qur&#8217;an dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya, bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akherat.”</em> Kemudian beliau membaca ayat di atas (lihat <em>Syarh al-Manzhumah al-Mimiyah </em>karya<em> </em>Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, hal. 49).</p>
<p>Lalu apa yang dimaksud dengan mengikuti petunjuk Allah? Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa&#8217;di <em>rahimahullah</em> menerangkan, bahwa maksud dari mengikuti petunjuk Allah ialah: [1] Membenarkan berita yang datang dari-Nya, [2] Tidak menentangnya dengan segala bentuk syubhat/kerancuan pemahaman, [3] Mematuhi perintah, [4] Tidak melawan perintah itu dengan memperturutkan kemauan hawa nafsu (lihat <em>Taisir al-Karim ar-Rahman</em>, hal. 515)</p>
<p><strong>[1] Membenarkan berita</strong></p>
<p>Demikianlah sikap seorang mukmin. Karena dia meyakini bahwa apa yang dikatakan oleh Allah adalah kebenaran di atas kebenaran. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Allah mengatakan yang benar dan Dia juga menunjukkan jalan -yang benar-.”</em> (<strong>QS. al-Ahzab: 4</strong>). Maka seluruh ucapan Allah dan syari&#8217;at yang ditetapkan-Nya adalah kebenaran. Adapun ucapan dan perbuatan yang batil sama sekali tidak layak disandarkan kepada-Nya dari sisi mana pun. Ucapan dan perbuatan yang batil -dengan segala bentuknya- bukan termasuk petunjuk-Nya. Karena Allah tidak akan menunjukkan kecuali kepada jalan yang lurus (lihat <em>Taisir al-Karim ar-Rahman</em>, hal. 658)</p>
<p>Termasuk di dalam hal ini adalah membenarkan sabda-sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Karena Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Tidaklah dia -Muhammad- berbicara dari hawa nafsunya, akan tetapi itu merupakan wahyu yang diwahyukan kepadanya.”</em> (<strong>QS. an-Najm: 3-4</strong>). Apa yang disampaikan oleh Nabi merupakan penjelas bagi ayat-ayat al-Qur&#8217;an. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Kami turunkan kepadamu adz-Dzikra (al-Qur&#8217;an) supaya kamu menjelaskannya kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka itu, dan mudah-mudahan mereka berpikir.”</em> (<strong>QS. an-Nahl: 44</strong>). Oleh sebab itu terdapat ucapan yang masyhur dari Imam Ahmad <em>rahimahullah</em>, beliau berkata, <em>“Barangsiapa menolak hadits Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, maka dia berada di tepi jurang kehancuran.” </em>Imam asy-Syafi&#8217;i <em>rahimahullah</em> juga berkata, <em>“Kaum muslimin telah sepakat bahwa barangsiapa yang telah jelas baginya Sunnah/hadits Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya gara-gara mengikuti pendapat seseorang.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>[2] Menepis syubhat</strong></p>
<p>Syubhat adalah kesamaran-kesamaran yang dibuat oleh musuh-musuh agama dalam rangka mengelabui manusia dari jalan yang lurus. Sehingga kebenaran tampak sebagai kebatilan, dan sebaliknya kebatilan tampak sebagai kebenaran. Timbulnya pembangkangan terhadap ketetapan Allah dan penolakan terhadap berita yang datang dari-Nya muncul dari pintu ini selain dari pintu syahwat. Padahal, kita semua tahu bahwasanya keberuntungan dan kebahagiaan hanya akan dicapai dengan taat dan tunduk kepada Allah dan rasul-Nya. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, sungguh dia akan mendapatkan keberuntungan yang sangat besar.”</em> (<strong>QS. al-Ahzab: 71</strong>). Allah<em> ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Tidak pantas bagi lelaki dan perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara kemudian masih ada bagi mereka pilihan yang lain bagi urusan mereka, barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya sungguh dia akan tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.”</em> (<strong>QS. al-Ahzab: 36</strong>)</p>
<p>Oleh sebab itu berhati-hati dalam mengambil ilmu adalah jalan untuk menyelamatkan diri dari terpaan syubhat. Ibnu Sirin <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah  dari siapa kalian mengambil agama kalian.” </em>Kemudian juga dengan bertanya kepada para ulama mengenai permasalahan yang tidak dipahami. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui.”</em> (<strong>QS. an-Nahl: 43</strong>). Dengan senantiasa merujuk kepada al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah sebagai pemutus perselisihan. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Kemudian, apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir&#8230;”</em> (<strong>QS. an-Nisaa&#8217;: 59</strong>). Dan juga selalu berusaha mengikuti metode pemahaman salafus shalih. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Orang-orang yang terdahulu dan pertama-tama dari kalangan Muhajirin dan Anshar, beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya, Allah sediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang sangat besar.”</em> (<strong>QS. at-Taubah: 100</strong>). Imam al-Auza&#8217;i <em>rahimahullah</em> berkata, <em>“Wajib bagimu untuk mengikuti jejak para salaf/pendahulu, meskipun orang-orang menolak dirimu. Dan jauhilah pendapat akal-akal manusia, meskipun mereka menghias-hiasinya dengan ucapan yang indah.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>[3] Mematuhi perintah</strong></p>
<p>Menyimpang dari perintah rasul adalah kehancuran. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Barangsiapa yang taat kepada rasul sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.”</em> (<strong>QS. an-Nisaa&#8217;: 80</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Hendaknya merasa takut orang-orang yang menyimpang dari perintah rasul itu, karena mereka akan ditimpa dengan fitnah/malapetaka atau siksaan yang sangat pedih.”</em> (<strong>QS. an-Nuur: 63</strong>). Memang terkadang apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya terasa berat atau tidak disukai oleh hawa nafsu manusia. Ini merupakan ujian dari Allah untuk menampakkan siapakah di antara hamba-Nya yang mendahulukan ketaatan kepada-Nya daripada keinginan hawa nafsunya. Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu jelek bagi kalian. Allah yang mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.”</em> (<strong>QS. al-Baqarah: 216</strong>).</p>
<p><strong>[4] Menundukkan hawa nafsu</strong></p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman menukil ucapan Nabi Yusuf<em> &#8216;alaihis salam</em> (yang artinya), <em>“Sesungguhnya hawa nafsu itu sangat mengajak kepada keburukan kecuali yang dirahmati oleh Rabbku.”</em> (<strong>QS. Yusuf: 53</strong>). Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Adapun barangsiapa yang merasa takut terhadap kedudukan Rabbnya dan menahan diri dari memperturutkan hawa nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal untuknya.”</em> (<strong>QS. an-Nazi&#8217;at: 40-41</strong>). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Seorang mujahid adalah orang yang berjuang menundukkan hawa nafsunya dalam ketaatan kepada Allah.”</em> (<strong>HR. Ahmad</strong>). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Surga itu diliputi oleh hal-hal yang tidak disenangi -hawa nafsu- dan neraka diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan -bagi nafsu-.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>). Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”</em> (<strong>HR. Ahmad</strong>).</p>
<p>Keempat hal di atas telah tercakup dalam ucapan Ibnu Abbas <em>radhiyallahu&#8217;anhuma</em>, <em>“Orang yang membaca al-Qur&#8217;an dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.”</em> Inilah bukti kedalaman ilmu salafus shalih. Semoga Allah membimbing kita untuk mengikuti jejak mereka. <em>Allahul muwaffiq</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/jaminan-dari-allah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekas-Bekas Pelajaran Tauhid</title>
		<link>http://abumushlih.com/bekas-bekas-pelajaran-tauhid.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/bekas-bekas-pelajaran-tauhid.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 20:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1783</guid>
		<description><![CDATA[Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Syaikh as-Sa&#8217;di rahimahullah berkata, “Tidak ada suatu perkara yang memiliki bekas-bekas/dampak yang baik serta keutamaan yang beraneka ragam seperti halnya tauhid. Karena sesungguhnya kebaikan di dunia dan di akherat itu &#8230; <a href="http://abumushlih.com/bekas-bekas-pelajaran-tauhid.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fbekas-bekas-pelajaran-tauhid.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fbekas-bekas-pelajaran-tauhid.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang</p>
<p>Syaikh as-Sa&#8217;di <em>rahimahullah</em> berkata, “Tidak ada suatu perkara yang memiliki bekas-bekas/dampak yang baik serta keutamaan yang beraneka ragam seperti halnya tauhid. Karena sesungguhnya kebaikan di dunia dan di akherat itu semua merupakan buah dari tauhid dan keutamaan yang muncul darinya.” (<em>al-Qaul as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid</em>, hal. 16)</p>
<p><span id="more-1783"></span></p>
<p>Syaikh as-Sa&#8217;di <em>rahimahullah</em> juga berkata, “Segala kebaikan yang segera -di dunia- ataupun yang tertunda -di akherat- sesungguhnya merupakan buah dari tauhid, sedangkan segala keburukan yang segera ataupun yang tertunda maka sesungguhnya itu merupakan buah/dampak dari lawannya&#8230;.” (<em>al-Qawa&#8217;id al-Hisan al-Muta&#8217;alliqatu Bi Tafsir al-Qur&#8217;an</em>, hal. 26)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (yaitu syirik), maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberikan hidayah.”</em> (<strong>QS. al-An&#8217;aam: 82</strong>)</p>
<p>Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> berkata: Ketika turun ayat <em>“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (yaitu syirik), maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberikan hidayah.”</em> (<strong>QS. al-An&#8217;aam: 82</strong>) Maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Lantas merekapun mengadu, <em>“Lalu siapakah diantara kami ini yang tidak menzalimi dirinya sendiri?”</em>. Maka Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Tidak seperti yang kalian sangka. Sesungguhnya yang dimaksudkan adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Luqman kepada anaknya; &#8216;Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar.&#8217; </em>(<strong>QS. Luqman: 13</strong>)<em>.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>, lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/206])</p>
<p>al-Khatthabi <em>rahimahullah</em> berkata, “Asal makna dari zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, dan barangsiapa yang menempatkan ibadah untuk selain Allah <em>ta&#8217;ala</em> maka dia adalah sosok pelaku kezaliman yang paling zalim.” (sebagaimana dinukil oleh an-Nawawi <em>rahimahullah</em> dalam <em>Syarh Muslim</em> [2/206])</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz al-Qar&#8217;awi <em>hafizhahullah</em> berkata, “Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> memberitakan kepada kita bahwasanya barangsiapa yang mentauhidkan-Nya dan tidak mencampuri tauhidnya dengan syirik maka Allah menjanjikan atasnya keselamatan dari masuk ke dalam neraka di akherat serta Allah akan membimbingnya menuju jalan yang lurus di dunia.” (<em>al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid</em>, hal. 35)</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz al-Qar&#8217;awi <em>hafizhahullah</em> juga menjelaskan, “Ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang meninggal di atas tauhid serta bertaubat dari dosa-dosa besar maka dia akan selamat dari siksa neraka. Dan barangsiapa yang meninggal dalam keadaan masih bergelimang dengan dosa-dosa besar/tidak bertaubat darinya sementara dia masih bertauhid maka dia akan selamat dari -hukuman- kekal di neraka.” (<em>al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid</em>, hal. 35)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang mengucapkan la ilaha illallah wahdahu la syarika lah -tiada sesembahan yang benar selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya- dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Kemudian mengatakan bahwa Isa adalah hamba Allah dan putra dari seorang hamba perempuan-Nya serta terjadi dengan kalimat-Nya yang diberikan kepada Maryam dan merupakan ruh dari -ciptaan-Nya. Dan dia mengatakan bahwa surga itu benar, neraka juga benar. Maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga melalui salah satu pintu manapun di antara kedelapan pintu surga yang dia kehendaki.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>, lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/70-71])</p>
<p>Syaikh as-Sa&#8217;di <em>rahimahullah</em> berkata, “Di antara keutamaan tauhid yang paling agung adalah ia merupakan sebab yang menghalangi kekalnya seorang di dalam neraka, yaitu apabila -minimal- di dalam hatinya masih terdapat tauhid meskipun seberat biji sawi. Kemudian, apabila tauhid itu sempurna di dalam hati maka akan bisa menghalangi masuk neraka secara keseluruhan/tidak masuk neraka sama sekali.” (<em>al-Qaul as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid</em>, hal. 17)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Tidaklah ada seorang hambapun yang mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya melainkan Allah pasti haramkan dia tersentuh api neraka.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>, lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/82-83])</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah barang sedikitpun maka dia pasti masuk neraka.” </em>(<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>, lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/164])</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Jibril &#8216;alaihis salam datang kepadaku dan menyampaikan kabar gembira bahwa barangsiapa yang meninggal di antara umatmu dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah barang sedikitpun maka dia pasti masuk surga.” </em>Aku -Abu Dzar- berkata, <em>“Meskipun dia berzina dan mencuri?”</em>. Maka beliau menjawab, <em>“Meskipun dia berzina dan mencuri.” </em>(<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>, lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/166])</p>
<p>an-Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata, “&#8230;Apabila dia adalah seorang pelaku dosa besar -yaitu yang masih bertauhid- meninggal dalam keadaan terus-menerus bergelimang dengannya -maksudnya tidak bertaubat dari dosa besarnya- maka dia berada di bawah kehendak Allah -artinya terserah kepada Allah mau menghukum atau memaafkannya-. Apabila dia dimaafkan maka dia bisa masuk surga secara langsung sejak awal. Kalau tidak, maka dia disiksa terlebih dulu lalu akan dikeluarkan dari neraka dan dikekalkan di dalam surga&#8230;” (<em>Syarh Muslim</em> [2/168])</p>
<p>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata, “&#8230;Sesungguhnya salah satu ciri hati yang sakit adalah ia berpaling dari mengkonsumsi hal-hal yang bermanfaat dan yang cocok dengannya menuju hal-hal yang justru membahayakan dirinya, serta ia berpaling dari obat yang manjur menuju penyakit yang membahayakan&#8230;” (<em>Ighatsat al-Lahfan</em>, hal. 96)</p>
<p>Beliau <em>rahimahullah</em> juga berkata, “&#8230;Salah satu ciri sehatnya hati adalah ia senantiasa merasa rindu dan berhasrat untuk berkhidmat/mengabdi dan taat -kepada Allah- sebagaimana halnya orang yang lapar menginginkan makanan dan minuman.” (<em>Ighatsat al-Lahfan</em>, hal. 98)</p>
<p>Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Maka barangsiapa yang merasa takut akan kedudukan Rabbnya serta menahan dari melampiaskan hawa nafsunya -dengan cara yang terlarang-, maka sesungguhnya surga adalah tempat tinggal baginya.”</em> (<strong>QS. an-Nazi&#8217;aat: 40-41</strong>)</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> juga berfirman (yang artinya), <em>“Pada hari itu -kiamat- tidak berguna harta dan keturunan, kecuali bagi orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.”</em> (<strong>QS. asy-Syu&#8217;araa&#8217;: 88-89</strong>). <em>Wallahu a&#8217;lam. Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammad wa &#8216;ala alihi wa sallam</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/bekas-bekas-pelajaran-tauhid.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa</title>
		<link>http://abumushlih.com/keutamaan-puasa.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/keutamaan-puasa.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 03:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Ampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhilah Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya para lelaki muslim dan perempuan muslimah, para lelaki dan perempuan yang beriman, para lelaki dan perempuan yang taat, para lelaki dan perempuan yang jujur, para lelaki dan perempuan yang sabar, para lelaki dan perempuan &#8230; <a href="http://abumushlih.com/keutamaan-puasa.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkeutamaan-puasa.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkeutamaan-puasa.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Allah </span><em><span style="font-weight: normal;">ta&#8217;ala</span></em><span style="font-weight: normal;"> berfirman (yang artinya), </span><em><span style="font-weight: normal;">“Sesungguhnya para lelaki muslim dan perempuan muslimah, para lelaki dan perempuan yang beriman, para lelaki dan perempuan yang taat, para lelaki dan perempuan yang jujur, para lelaki dan perempuan yang sabar, para lelaki dan perempuan yang khusyu&#8217;, para lelaki dan perempuan yang rajin bersedekah, </span></em><em><strong>para lelaki dan perempuan yang rajin berpuasa</strong></em><em><span style="font-weight: normal;">, para lelaki dan perempuan yang senantiasa menjaga kemaluannya, dan para lelaki dan perempuan yang banyak mengingat Allah, maka </span></em><em><strong>Allah siapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar</strong></em><em><span style="font-weight: normal;">.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (</span><strong>QS. al-Ahzab: 35</strong><span style="font-weight: normal;">)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;"><span id="more-1769"></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Rasulullah </span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-weight: normal;"> bersabda, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Puasa merupakan perisai yang dapat digunakan oleh seorang hamba untuk melindungi dirinya dari jilatan api neraka.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (</span><strong>HR. Ahmad</strong><span style="font-weight: normal;">, sahih)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Suatu ketika, Abu Umamah </span><em><span style="font-weight: normal;">radhiyallahu&#8217;anhu</span></em><span style="font-weight: normal;"> bertanya kepada Rasulullah </span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-weight: normal;">, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang dengan sebab itu aku bisa masuk ke dalam surga.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> Maka beliau menjawab, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Lakukanlah puasa, tiada yang dapat menyamainya.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (</span><strong>HR. Nasa&#8217;i</strong><span style="font-weight: normal;">, sanadnya sahih)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Dari Abu Hurairah </span><em><span style="font-weight: normal;">radhiyallahu&#8217;anhu</span></em><span style="font-weight: normal;">, Rasulullah </span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-weight: normal;"> bersabda, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Allah berfirman: Semua amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila suatu hari salah seorang dari kalian sedang berpuasa maka janganlah dia mengucapkan kata-kata kotor ataupun berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci-maki dirinya atau memeranginya maka ucapkanlah; Aku sedang puasa. Demi tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi. Seorang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka puasa maka dia merasa senang, dan ketika berjumpa dengan Rabbnya maka dia pun merasa senang dengan puasanya.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (</span><strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong><span style="font-weight: normal;">)</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Dicuplik dengan peringkasan dari kitab</span><strong> Shifat Shaum Nabi </strong><em><strong>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</strong></em><strong> fi Ramadhan</strong><span style="font-weight: normal;"> karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid -</span><em><span style="font-weight: normal;">hafizhahumallah</span></em><span style="font-weight: normal;">-</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Dari keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Puasa 	merupakan salah satu sebab turunnya ampunan dan curahan pahala</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Puasa 	merupakan salah satu sebab untuk menyelamatkan diri dari siksaan api 	neraka</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Puasa 	merupakan salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Puasa 	merupakan sebuah amalan yang sangat istimewa yang disandarkan Allah 	kepada diri-Nya</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Puasa 	merupakan benteng dari perbuatan jelek</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Puasa akan 	mendatangkan kegembiraan di hati orang yang beriman; yaitu di dunia 	ketika dia berbuka/berhari raya dan di akherat ketika dia berjumpa 	dengan Allah dengan membawa amalannya</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-weight: normal;">Semoga Allah yang Maha kuasa lagi Maha mengetahui masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan Ramadhan di tahun ini. Sehingga kita bisa menjalankan sebuah ibadah yang sangat agung demi menggapai ampunan dan pahala dari-Nya. </span><em><span style="font-weight: normal;">Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin.</span></em></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">Wisma al-Ghuroba&#8217;, Pogung Dalangan</p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-weight: normal;">7 Jumadi Tsani 1431 H/21 Mei 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/keutamaan-puasa.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

