<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Su&#8217;ul Khotimah</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/suul-khotimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 07:31:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Siapa Yang Bisa Menjamin Dirinya?</title>
		<link>http://abumushlih.com/siapa-yang-bisa-menjamin-dirinya.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/siapa-yang-bisa-menjamin-dirinya.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Husnul Khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul Khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah radhiyallahu&#8217;anhu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan penduduk surga dalam waktu yang sangat lama, namun kemudian akhir hidupnya ditutup dengan amalan penduduk neraka. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan penduduk neraka dalam &#8230; <a href="http://abumushlih.com/siapa-yang-bisa-menjamin-dirinya.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsiapa-yang-bisa-menjamin-dirinya.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsiapa-yang-bisa-menjamin-dirinya.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan penduduk surga dalam waktu yang sangat lama, namun kemudian akhir hidupnya ditutup dengan amalan penduduk neraka. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan penduduk neraka dalam waktu yang sangat lama, namun kemudian akhir hidupnya ditutup dengan amalan penduduk surga.”</em> (HR. Muslim, lihat <em>Syarh Muslim</em> [8/246])</p>
<p><span id="more-1570"></span></p>
<p>Dari Sahl bin Sa&#8217;ad as-Sa&#8217;idi <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan penduduk surga dalam pandangan manusia, namun sebenarnya dia adalah penduduk neraka. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan penduduk neraka dalam pandangan manusia, namun sebenarnya dia adalah penduduk surga.”</em> (HR. Muslim, lihat <em>Syarh Muslim</em> [8/246])</p>
<p>Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash <em>radhiyallahu&#8217;anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya hati anak keturunan Adam seluruhnya berada di antara dua jari di antara jari-jemari ar-Rahman, laksana hati yang satu, -sehingga dengan mudahnya- Allah palingkan hati itu sebagaimana yang dikehendaki-Nya.”</em> Kemudian Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berdoa, <em>“Wahai Yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami untuk berada di atas ketaatan kepada-Mu.”</em> (HR. Muslim, lihat <em>Syarh Muslim</em> [8/250])</p>
<p>Tiga hadits yang agung ini mengandung pelajaran:</p>
<ol>
<li>Hendaknya merasa takut terhadap su&#8217;ul khotimah dan mengharapkan      husnul khotimah</li>
<li>Iman terhadap surga dan neraka</li>
<li>Amalan yang telah sekian lama dilakukan tidak bisa menjamin      seseorang bahwa dirinya pasti selamat, karena di akhir hidupnya belum      tentu dia masih istiqomah</li>
<li>Tidak boleh tertipu oleh banyaknya amalan yang pernah dilakukan</li>
<li>Tidak boleh merasa aman dari makar Allah</li>
<li>Tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah</li>
<li>Hendaknya menyeimbangkan antara khauf (takut) dan roja&#8217;      (harapan)</li>
<li>Hendaknya menempuh sebab-sebab yang bisa menjadikan istiqomah</li>
<li>Hendaknya menjaga keikhlasan dalam beramal</li>
<li>Pentingnya memperhatikan dan menata amalan-amalan hati</li>
<li>Peringatan dari bahaya riya&#8217; dan kemunafikan</li>
<li>Ikhlas merupakan sebab utama keselamatan</li>
<li>Tidak boleh memvonis orang sebagai penduduk surga sehebat      apapun amalannya, karena kita tidak tahu bagaimana keadaan akhir hidupnya,      kecuali yang ada dalilnya secara jelas</li>
<li>Tidak boleh memvonis orang sebagai penduduk neraka seburuk      apapun amalannya, karena kita tidak tahu bagaimana keadaan akhir hidupnya,      kecuali yang ada dalilnya secara jelas</li>
<li>Nasib seseorang di akherat kelak ditentukan bagaimana keadaan      akhir hidupnya di alam dunia ini, apakah dia meninggal di atas keimanan      ataukah tidak?</li>
<li>Penetapan bahwa Allah memiliki jari yang sesuai dengan      keagungan dan kemuliaan-Nya, tidak seperti apa yang ada pada makhluk</li>
<li>Penetapan bahwa hati manusia itu berada di bawah kekuasaan      Allah</li>
<li>Penetapan sifat kasih sayang pada diri Allah, Allah tidak      berbuat semena-mena terhadap makhluk-Nya</li>
<li>Hendaknya selalu memohon taufik kepada Allah agar hatinya      berada di atas kebenaran</li>
<li>Ketaatan kepada Allah merupakan sumber keselamatan</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/siapa-yang-bisa-menjamin-dirinya.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

