ARSIP
KATEGORI
Kajian.Net

Posts Tagged ‘Syirik’

PostHeaderIcon Sumber Kemaksiatan

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Sumber segala bentuk kemaksiatan yang besar ataupun yang kecil ada tiga: ketergantungan hati kepada selain Allah, memperturutkan kekuatan angkara murka, dan mengumbar kekuatan nafsu syahwat. Wujudnya adalah syirik, kezaliman, dan perbuatan-perbuatan keji. Puncak ketergantungan hati kepada selain Allah adalah kemusyrikan dan menyeru sesembahan lain sebagai sekutu bagi Allah. Puncak memperturutkan kekuatan angkara murka adalah terjadinya pembunuhan. Adapun puncak mengumbar kekuatan nafsu syahwat adalah terjadinya perzinaan.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Kunci Keamanan dan Hidayah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Tatkala turun ayat (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang akan mendapatkan rasa aman, dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. al-An’am: 82). Hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka pun berkata, “Siapakah di antara kami ini yang tidak menzalimi dirinya sendiri?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal itu bukan seperti yang kalian kira. Namun yang dimaksud adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Luqman kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar.’ (QS. Luqman: 13).” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [2/206])

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Keutamaan Ilmu Tauhid

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada yang sesembahan -yang benar- selain Allah, niscaya masuk surga.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [2/64])

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Dosa Terbesar di sisi al-Jabbar

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?”. Maka beliau menjawab, “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” Abdullah berkata, “Kukatakan kepadanya; Sesungguhnya itu benar-benar dosa yang sangat besar.” Abdullah berkata, “Aku katakan; Kemudian dosa apa sesudah itu?”. Maka beliau menjawab, “Lalu, kamu membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu.” Abdullah berkata, “Aku katakan; Kemudian dosa apa sesudah itu?”. Maka beliau menjawab, “Lalu, kamu berzina dengan istri tetanggamu.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [2/153])

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Membongkar Kedustaan Wali Syaitan

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, beliau berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dukun-dukun itu biasa menuturkan kepada kami lantas kami jumpai bahwa apa yang mereka katakan itu benar/terbukti, -bagaimana ini-.” Maka Nabi menjawab, “Itu adalah ucapan benar yang dicuri dengar oleh jin (syaitan) kemudian dia bisikkan ke telinga walinya (dukun) dan dia pun menambahkan seratus kedustaan di dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [7/334])

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Keagungan Sabar

Ibrahim al-Khawwash rahimahullah berkata, “Hakekat kesabaran itu adalah teguh di atas al-Kitab dan as-Sunnah.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [3/7]). Ibnu ‘Atha’ rahimahullah berkata, “Sabar adalah menyikapi musibah dengan adab/cara yang baik.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [3/7]). Abu Ali ad-Daqqaq rahimahullah berkata, “Hakekat dari sabar yaitu tidak memprotes sesuatu yang sudah ditetapkan dalam takdir. Adapun menampakkan musibah yang menimpa selama bukan untuk berkeluh-kesah -kepada makhluk- maka hal itu tidak meniadakan kesabaran.” (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [3/7])

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Dakwah Yang Terlupakan

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh hafizhahullah berkata,

“Dakwah kepada tauhid merupakan warisan para nabi dan rasul. Akan tetapi dakwah ini, barangsiapa yang tidak hidup di atasnya dan tidak mendalaminya niscaya dia tidak akan memahami bagaimana cara mengajak kepada tauhid. Bahkan, terkadang ada saja orang yang menyangka bahwa hal itu -dakwah tauhid- tidak dibutuhkan lagi. Padahal, penghambaan makhluk kepada Allah jalla wa ‘ala -yang hal itu merupakan tujuan keberadaan makhluk- hanya akan bisa terwujud apabila mereka diseru untuk mengabdi kepada Allah jalla wa ‘ala dengan mentauhidkan-Nya, dengan memahaminya, mengetahui ilmunya serta berusaha untuk menerapkannya. Apabila anda membimbing manusia untuk mentauhidkan Allah dalam hal ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan mereka serta dalam apa saja yang diyakini oleh hati mereka, maka keyakinan dan tauhid itulah yang akan membangkitkan amal salih dan menempa jiwa yang tunduk dan kembali kepada Allah jalla wa ‘ala.”

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Innamal A’malu Bin Niyat

Diriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu beliau mengatakan : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [Kitab Bad'i al-Wahyi, hadits no. 1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907]).

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Menjadi Musyrik Gara-Gara Taklid

Allah ta’ala berfirman,

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلٰهًا وَاحِدًا لَّا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka -ahli kitab- menjadikan pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai sesembahan selain Allah, demikian juga al-Masih putra Maryam. Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada sesembahan yang satu, tidak ada sesembahan -yang benar- kecuali Dia. Maha suci Dia dari perbuatan syirik yang mereka lakukan.” (QS. at-Taubah: 31)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Merebaknya Komunitas Pemuja Berhala

Latta, Uzza, dan Manat adalah nama-nama berhala yang dipuja oleh kaum paganis Arab  ratusan tahun yang silam. Kisah itu barangkali tidak terlalu memusingkan kita. Namun, ternyata pada masa sekarang ini kita masih tetap saja menjumpai ’sesembahan’ lain yang diangkat oleh manusia layaknya berhala. Apabila mau ditelusuri, sebenarnya penghambaan semacam ini telah mengurat dan mengakar sejak dulu kala, dan telah menelan ribuan mangsa…

Read the rest of this entry »