<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH TAUHID &#187; Umat Islam</title>
	<atom:link href="http://abumushlih.com/tag/umat-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abumushlih.com</link>
	<description>Sembahlah Allah, Jauhilah Thaghut!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 08:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Surat Dari Garis Depan</title>
		<link>http://abumushlih.com/surat-dari-garis-depan.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/surat-dari-garis-depan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2010 17:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'i]]></category>
		<category><![CDATA[Donasi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Jamilurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[YPIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=2138</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, malam ini ada sebuah surat istimewa singgah di atas pintu markaz Tim Tanggap Merapi YPIA. Sebuah surat yang ditulis di atas selembar kertas kardus dari seorang pemberani yang berada di garis depan medan dakwah pengungsian di Stadion Maguwoharjo. Surat &#8230; <a href="http://abumushlih.com/surat-dari-garis-depan.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsurat-dari-garis-depan.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsurat-dari-garis-depan.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Bismillah</em>, malam ini ada sebuah surat istimewa singgah di  atas pintu markaz Tim Tanggap Merapi YPIA. Sebuah surat yang ditulis di  atas selembar kertas kardus dari seorang pemberani yang berada di garis  depan medan dakwah pengungsian di Stadion Maguwoharjo. Surat ini pun  diberi judul yang unik oleh penulisnya <strong>&#8216;POSKO Rumah Sakit TAUHID&#8217;</strong> yang mewakili masukan dari sebuah posko relawan dakwah di TPS (Tempat  Pengungsian Sementara) Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta.</p>
<p><span id="more-2138"></span></p>
<p>Sebuah  posko yang lebih tepat disebut sebagai musholla darurat peduli  pengungsi. Sebuah posko yang sarat dengan jama&#8217;ah di waktu-waktu sholat  terutama di saat jama&#8217;ah sholat maghrib dan &#8216;isyak. Di sela-sela itulah  siraman rohani diberikan oleh para da&#8217;i utusan warga kompleks Ma&#8217;had  Jamilurrahman Bantul dan da&#8217;i-da&#8217;i lain yang ikut berperan serta. Sudah  cukup lama posko ini berdiri dan menjalani aktifitas dakwahnya di tengah  berbagai komunitas manusia yang ingin berperan serta dalam meringankan  duka para pengungsi.</p>
<p>Apabila banyak orang sangat perhatian  dengan urusan perut dan ekonomi, maka posko ini lebih menitikberatkan  pada sisi pembinaan rohani bagi para pengungsi. Berbagai bentuk motivasi  dan arahan diberikan dalam rangka membentengi kaum muslimin dari  kerusakan aqidah dan kelunturan mental akibat deraan musibah yang  bertubi-tubi.</p>
<p>Apabila anda berkunjung ke pengungsian ini  di kala-kala waktu sholat, maka anda akan melihat sosok seorang  pemberani yang mengajak kaum muslimin di pengungsian untuk segera  menghadiri sholat jama&#8217;ah, demi menyambut kehidupan yang lebih kekal dan  abadi. Musibah di dunia ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan  siksa neraka di akherat nanti. Itu kurang lebih pesan yang ingin beliau  sampaikan kepada para pengungsi dan juga mungkin sebagian relawan yang  lalai akan hal ini. Penampilan yang sederhana dan wajah yang ramah serta  sikap mudah bergaul membuat beliau dikenal oleh banyak orang di  pengungsian ini. Bahkan, Pak Camat Cangkringan pun &#8216;tunduk&#8217; ketika  berhadapan dengan diplomasi via telepon untuk pengadaan kajian umum bagi  pengungsi. Begitu pula Bupati yang tidak segan-segan untuk beliau temui  demi mengurus pengadaan Sholat Jum&#8217;at di lapangan utama namun pada  akhirnya keinginan itu tidak terpenuhi.</p>
<p>Sering beliau sampaikan, <em>&#8220;Nggawe posko ki gampang&#8230; Sing angel kuwi njogo posko ne&#8221;</em>.  Membuat posko itu mudah, yang sulit adalah memelihara keberlangsungan  kegiatan posko. Demikian katanya dengan bahasa yang santai. Inilah  ucapan yang dilandasi dengan realita. Betapa banyak orang membuat posko  dan memasang spanduk akan tetapi tidaklah berlangsung kegiatannya  kecuali sehari atau dua hari saja. Sehingga yang tersisa hanyalah tenda  dan bentangan spanduk di sana-sini. Istiqomah dan kontinyu dalam  beramal, itulah pesan agung yang tersimpan dalam ungkapan yang beliau  sampaikan.</p>
<p>Beliau juga pernah mengatakan, <em>&#8220;Kalau ustadznya datang dan pergi [artinya tidak siap di tempat] ya kasihan mad&#8217;unya bingung yang mana sih ustadznya?&#8221;</em>.  Maksudnya adalah ustadz yang bisa mengatasi permasalahan mereka  sehari-hari, ustadz yang turun ke lapangan dan memberikan solusi dan  motivasi bagi para pengungsi. Memang tidak semua ustadz harus demikian,  namun keberadaan seorang yang memiliki kapasitas keilmuan yang cukup dan  siap di lapangan tentunya sangat dibutuhkan. Inilah yang sulit untuk  ditemukan. Sebagian orang punya semangat, tapi minim ilmu. Sebagian lagi  banyak ilmu, tapi kurang semangat atau tidak sempat.</p>
<p>Anda  boleh percaya boleh tidak, hampir setiap malam di Maguwo ada pentas  musik yang digelar untuk menghibur para pengungsi. Namun, sebagian  pengungsi sendiri justru menyayangkan kegiatan ini. <strong>Pertama</strong>, karena hiburan ini tidak ada artinya, alias tidak memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi. <strong>Yang kedua</strong>,  karena yang banyak &#8216;menikmati&#8217; hiburan itu sebenarnya bukan para  pengungsi, akan tetapi orang-orang luar selain pengungsi. Belum lagi  jika kita tinjau dari sisi syari&#8217;at, bahwa hiburan semacam ini justru  masuk dalam kategori maksiat yang semakin lama akan mengotori dan  merusak hati nurani. Oleh sebab itu sang pemberani tadi, kerap  menyatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai pengganggu ketenangan para  pengungsi. Tidak jauh dari kenyataan, karena memang penenang hati insan  beriman adalah dengan mengingat dan mengabdi kepada ar-Rahman. <em>Ala bidzikrillahi tathma&#8217;innul quluub</em>&#8230; <em>&#8220;Ketahuilah, dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.&#8221;</em></p>
<p>Akhirnya,  kami pun bisa mengerti mengapa sang pemberani di garis depan itu  menuliskan surat unik ini, dan di dalamnya beliau menuliskan kebutuhan  para pengungsi, sebagai berikut:<br />
- Plastik hijab yang tebal<br />
- Kurma<br />
- Banyak jama&#8217;ah yang minta; 1. Jilbab, 2. Sarung, 3. Mukena, 4. Al-Qur&#8217;an terjemah<br />
- Hadits Arba&#8217;in (yang kecil)<br />
- Galon Air<br />
- Nasi plus air minum diperbaiki menunya (konsumsi kajian ba&#8217;da maghrib, pen)<br />
- Pinjaman (buku) Riyadhus Shalihin</p>
<p>Ini  artinya, perjuangan belum berhenti [!] Masih panjang jalan yang harus  ditempuh demi menebarkan dakwah yang haq ini ke relung-relung kehidupan  para pengungsi dan korban bencana erupsi Merapi. Insya Allah dalam  beberapa hari ke depan ini Tim Tanggap Merapi akan kembali berkoordinasi  untuk memasuki tahap rehabilitasi pasa bencana erupsi Merapi. Apakah  anda tidak prihatin, tatkala masjid-masjid kaum muslimin di lereng  Merapi telah &#8216;digarap&#8217; oleh para aktifis umat lain, sementara sebagian  kaum muslimin belum bisa berbuat apa-apa untuk mengurusi nasib tempat  ibadah saudara-saudara mereka sendiri&#8230;? Lalu dimanakah <em>ukhuwwah</em> dan kecintaan itu?</p>
<p>Di  sisi lain, ada kabar yang cukup menggembirakan, bahwa pagi hari tadi  (Sabtu, 4 Des&#8217; 2010) kami diundang oleh Prof. Hasanu Simon (mantan dekan  Fak. Kehutanan UGM, ketua takmir Masjid Al-Kautsar Pogung Baru) di  Masjid Al-Kautsar untuk membicarakan rencana program rehabilitasi ini.  Di saat itu kami dipertemukan dengan Ustadz Lasiman (yang biasa  dipanggil dengan Pak Willy) yang mengasuh sebuah Pondok Diklat keagamaan  di Desa Wukirsari Cangkringan (salah satu daerah yang terlanda  bencana). Sebuah momen yang tidak kami duga sebelumnya, dan ternyata  dari pertemuan ini ada celah baru yang bisa kami masuki.<em> Semuanya berkat taufik dari Allah&#8230;</em></p>
<p>Ke  depan, bersama tim ini -Masjid Al-Kautsar dan Pondok Diklat  Al-Hawariyyun asuhan Bapak Lasiman, kami -walaupun tidak secara resmi  tertulis dalam program kerjasama ini- akan ikut memikirkan proses  rehabilitasi masjid dan masyarakat pasca bencana erupsi Merapi, di desa  Wukirsari kecamatan Cangkringan pada khususnya dan semoga bisa  berkembang ke wilayah yang lainnya. Kami telah sepakat, bahwa kami tidak  akan menggunakan bendera partai atau kelompok tertentu yang justru akan  mengacaukan proses pembangkitan keadaan umat ini.</p>
<p>Bimbingan  dan dukungan dari para asatidz jelas kami butuhkan. Selain itu, bantuan  pikiran dan nasehat dari segenap relawan serta dukungan dana dari para  dermawan tidak bisa disepelekan. Kita masih ingat ucapan emas Abdullah  Ibnul Mubarak <em>rahimahullah</em>, <em>&#8216;Rubba &#8216;amalin shaghirin tu&#8217;azhzhimuhun niyyah, wa rubba &#8216;amalin kabiirin tushaghghiruhun niyyah&#8217;</em> artinya; <em>&#8220;Betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niatnya, dan betapa banyak amal besar menjadi kecil karena niatnya.&#8221;</em></p>
<p>Semoga  upaya ini bisa menjadi ladang pahala dan menjadi sarana bagi  tersebarnya dakwah tauhid dan sunnah kepada saudara-saudara kita di  lereng Merapi yang konon katanya dulu adalah daerah binaan komunis dan  masih kurang tersentuh oleh tangan para da&#8217;i. Beberapa hari yang lalu  sempat saya bertanya kepada seorang anak kecil di barak pengungsian  Maguwoharjo, <em>&#8220;Apa agamamu?&#8221;</em>. Apa jawabnya?&#8230; Ternyata dia menjawab, <em>&#8220;Tidak tahu.&#8221; Allahul musta&#8217;aan&#8230;. </em></p>
<p>Uluran  tangan dan kepedulian anda sangatlah berarti bagi keberlanjutan hidup  generasi penerus perjuangan umat ini. <em>In tanshurullaaha yanshurkum wa  yutsabbit aqdaamakum</em>. Apabila kalian membela agama Allah, niscaya Allah  akan membela kalian dan mengokohkan kaki-kaki kalian. <em>Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin</em>.</p>
<p>Menjelang tengah malam, di markaz Tim Tanggap Merapi<br />
<strong>Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari</strong><br />
- <em>semoga Allah membimbing kami di atas jalan pendahulu kami yang salih</em> -</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.muslim.or.id/" target="_blank">www.muslim.or.id</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.muslimah.or.id/" target="_blank">www.muslimah.or.id</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.ypia.or.id/" target="_blank">www.ypia.or.id</a></p>
<p>Bantuan dapat disalurkan ke:</p>
<p><strong>Rekening BNI UGM Yogyakarta </strong><strong> </strong><br />
Nomor rekening 0125792540 a.n. Devi Novianti</p>
<p><strong>Rekening Bank Syari’ah Mandiri Cabang 094 Kaliurang Yogyakarta</strong><br />
Nomor rekening 0947008920 a.n. Ginanjar Indrajati Bintoro</p>
<p><strong>Rekening Bank Mandiri Cabang Yogyakarta Gedung Magister 13705</strong><br />
Nomor rekening 137-00-065.4879-2 a.n. Bintoro</p>
<p><strong>Rekening BCA</strong><br />
Nomor rekening 0130537146 a.n. Hanif Nur Fauzi</p>
<p>Bagi anda yang telah berpartisipasi, harap mengkonfirmasikan diri   kepada kami melalui sms dengan format sebagai berikut:<br />
<strong>Nama</strong><strong>/Alamat</strong><strong>/TanggalKirim</strong><strong>/JumlahUang</strong><strong>/RekeningTujuan</strong><strong>/Merapi</strong></p>
<p>Ke nomor :<br />
<strong>0852</strong><strong> 5205</strong><strong> 2345</strong> (Wiwit Hardi P.)<br />
atau<br />
<strong>0856</strong><strong> 4305</strong><strong> 2159</strong> (Nizamul Adli)</p>
<p>YM: ypiapeduli@yahoo.com</p>
<p>Atas partisipasi dan perhatian anda kami ucapkan <em>jazaakumullahu   khairaa</em>n.﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/surat-dari-garis-depan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat Untuk Sesama Kaum Muslimin</title>
		<link>http://abumushlih.com/nasehat-untuk-sesama-kaum-muslimin.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/nasehat-untuk-sesama-kaum-muslimin.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jarh wa Ta'dil]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1718</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat merupakan pilar ajaran Islam. Di antara bentuk nasehat yang wajib dilakukan oleh setiap muslim adalah memberikan nasehat kepada saudaranya sesama muslim. Namun, nasehat ini tidak sempit sebagaimana yang diduga oleh sebagian orang. Karena hakekat dari nasehat adalah menghendaki kebaikan &#8230; <a href="http://abumushlih.com/nasehat-untuk-sesama-kaum-muslimin.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fnasehat-untuk-sesama-kaum-muslimin.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fnasehat-untuk-sesama-kaum-muslimin.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Nasehat merupakan pilar ajaran Islam. Di antara bentuk nasehat yang wajib dilakukan oleh setiap muslim adalah memberikan nasehat kepada saudaranya sesama muslim. Namun, nasehat ini tidak sempit sebagaimana yang diduga oleh sebagian orang. Karena hakekat dari nasehat adalah menghendaki kebaikan bagi saudaranya. Lawan dari nasehat adalah melakukan penipuan. Sementara menipu merupakan dosa besar yang merusak keimanan seorang hamba. Maka sudah semestinya setiap muslim bersemangat untuk menunaikan nasehat kepada sesama saudaranya demi terjaganya iman di dalam dirinya dan demi kebaikan saudaranya.</p>
<p><span id="more-1718"></span></p>
<p><strong>عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ</strong><strong> </strong><strong>بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى إِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ</strong><strong> </strong></p>
<p>Dari  Jarir bin Abdillah <em>radhiyallahu’anhu</em>, dia berkata: <em>“Aku berbai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk senantiasa mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan nasehat (menghendaki kebaikan) bagi setiap muslim.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p><strong>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ</strong><strong> </strong><strong>أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” </em>Lalu ada yang bertanya, <em>“Apa itu ya Rasulullah.”</em> Maka beliau menjawab,<em> “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia -dengan bacaan yarhamukallah-, apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>an-Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata:</p>
<p><strong>فَمَعْنَاهُ طَلَبَ مِنْك النَّصِيحَة ، فَعَلَيْك أَنْ تَنْصَحهُ ، وَلَا تُدَاهِنهُ ، وَلَا تَغُشّهُ ، وَلَا تُمْسِك عَنْ بَيَان النَّصِيحَة</strong></p>
<p><em>“Maknanya: -apabila- dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya, dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat –kepadanya-.”</em> (<em>Syarh Muslim</em> [7/295] asy-Syamilah)</p>
<p><strong>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ</strong><strong> </strong><strong>قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ</strong><strong> </strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu’anhu</em>, dia berkata: Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ada enam kewajiban seorang muslim kepada mukmin yang lain. Apabila saudaranya sakit hendaknya dia jenguk. Apabila dia akan meninggal hendaknya dia ikut menyaksikannya. Apabila bertemu maka hendaknya dia ucapkan salam kepadanya. Apabila dia bersin hendaknya mendoakannya. Dan apabila dia pergi/tidak ada atau sedang hadir -ada di hadapannya- maka hendaknya dia bersikap nasehat kepadanya.”</em> (<strong>HR. Tirmidzi</strong>, beliau berkata hadits hasan sahih)</p>
<p>al-Mubarakfuri <em>rahimahullah</em> berkata:</p>
<p><strong>وَحَاصِلُهُ أَنَّهُ يُرِيدُ خَيْرَهُ فِي حُضُورِهِ وَغَيْبَتِهِ ، فَلَا يَتَمَلَّقُ فِي حُضُورِهِ وَيَغْتَابُ فِي غَيْبَتِهِ فَإِنَّ هَذَا صِفَةُ الْمُنَافِقِينَ</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Kesimpulannya adalah hendaknya seorang muslim senantiasa menginginkan kebaikan bagi saudaranya, baik ketika dia ada ataupun tidak ada, dan janganlah dia hanya senang mencari muka ketika berada di hadapannya dan menggunjingnya apabila saudaranya itu tidak ada di hadapannya, karena sesungguhnyahal  ini termasuk ciri orang-orang munafik.”</em> (<em>Tuhfat al-Ahwadzi</em> [7/44] asy-Syamilah) <strong></strong></p>
<p><strong>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ</strong><strong> </strong><strong>أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> suatu ketika melalui setumpuk makanan -yang dijual- kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalamnya lalu jari beliau menemukan basah-basah di dalamnya. Maka beliau berkata, <em>“Wahai pemilik/penjual makanan, kenapa ini?”</em>. Dia menjawab, <em>“Terkena air hujan ya Rasulullah.”</em> Maka Nabi berkata, <em>“Mengapa kamu tidak meletakkannya di atas tumpukan makanan itu supaya orang-orang bisa melihatnya. Barangsiapa yang menipu maka dia bukan termasuk golongan kami.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>ash-Shan’ani <em>rahimahullah</em> berkata:</p>
<p><strong>وَالْحَدِيثُ دَلِيلٌ عَلَى تَحْرِيمِ الْغِشِّ وَهُوَ مُجْمَعٌ عَلَى تَحْرِيمِهِ شَرْعًا مَذْمُومٌ فَاعِلُهُ عَقْلًا</strong></p>
<p><em>“Hadits ini merupakan dalil yang menunjukkan diharamkannya penipuan, dan hal itu adalah perkara yang telah disepakati keharamannya berdasarkan syari’at dan dicela pelakunya menurut logika.”</em> (<em>as-Subul as-Salam</em> [4/134] asy-Syamilah)</p>
<p>Syaikh Ibnu Utsaimin <em>rahimahullah</em> berkata:</p>
<p><strong>ومن حقوق المسلم على المسلم أن تنصحه إذا استنصحك ، فتشير عليه بما تحبه لنفسك ، فإن من غش فليس منا ، فإذا شاورك في معاملة شخص أو في تزويجه أو غيره ، فإن كنت تعلم منه خيرا فأرشده إليه ، وإن كنت تعلم منه شرا ، فحذره ، وإن كنت لا تدري عنه ، فقل له : لا أدري عنه ، وإن طلب أن تبين له شيئا من الأمور التي تقتضي البعد عنه ، فبينه له</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Di antara kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain adalah kamu harus menasehatinya jika dia meminta nasehat kepadamu, sehingga kamu akan menunjukkan kepadanya apa yang kamu senangi untuk dirimu sendiri, karena orang yang menipu bukan termasuk golongan kita. Apabila dia bermusyawarah kepadamu -meminta saran- ketika berhubungan dengan seseorang atau dalam urusan pernikahannya atau urusan yang lain, maka apabila kamu mengetahui kebaikan darinya maka arahkanlah ia kepadanya. Apabila kamu mengetahui keburukan darinya maka peringatkanlah dia darinya. Apabila kamu tidak mengetahui tentangnya maka katakanlah kepadanya; aku tidak tahu tentangnya. Apabila dia meminta kamu untuk menerangkan sesuatu perkara yang semestinya dia menjauh darinya maka terangkanlah hal itu kepadanya.”</em> (<em>adh-Dhiya’ al-Lami’ min al-Khuthab al-Jawami’</em> [1/233] asy-Syamilah)</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Jarullah berkata:</p>
<p><strong>وإذا استنصحك فانصح له أي إذا استشارك في عمل من الأعمال هل يعمله أم لا ؟ فانصح له بما تحب لنفسك فإن كان العمل نافعا من كل وجه فحثه على فعله وإن كان مضرا فحذره منه وإن احتوى على نفع وضر فاشرح له ذلك ووازن بين المنافع والمضار والمصالح والمفاسد وكذلك إذا شاورك في معاملة أحد من الناس أو التزوج منه أو تزويجه فأظهر له محض نصحك واعمل له من الرأي ما تعمله لنفسك وإياك أن تغشه في شيء من ذلك فمن غش المسلمين فليس منهم وقد ترك واجب النصيحة ، وهذه النصيحة واجبة على كل حال ولكنها تتأكد إذا استنصحك وطلب منك الرأي النافع</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, artinya apabila dia meminta masukan kepadamu mengenai suatu pekerjaan apakah dia sebaiknya melakukannya atau tidak? Maka nasehatilah dia dengan sesuatu yang kamu sukai bagi dirimu. Apabila pekerjaan itu bermanfaat dari berbagai sisi maka doronglah dia untuk melakukannya. Apabila hal itu berbahaya maka peringatkanlah dia darinya. Apabila hal itu mengandung manfaat dan madharat maka jelaskanlah kepadanya hal itu, dan bandingkanlah untuknya antara manfaat dan madharat, atau maslahat dan mafsadat yang ada. Demikian juga apabila dia meminta saran kepadamu dalam urusan muamalah dengan seseorang atau hendak menikah dengannya maka tunjukkanlah kepadanya sikap tulusmu dalam memberikan nasehat. Gunakanlah pendapat dalam menasehatinya dengan pendapat yang kamu sukai bagi dirimu. Janganlah kamu menipunya dalam perkara itu. Karena barangsiapa yang menipu kaum muslimin maka dia bukan termasuk golongan mereka dan dia telah meninggalkan kewajiban nasehat. Nasehat ini hukumnya wajib -secara mutlak- dalam kondisi apapun, akan tetapi kewajiban ini semakin ditekankan tatkala dia meminta nasehat kepadamu dan meminta saran yang bermanfaat kepadamu.” (Kamal ad-Din al-Islami wa Haqiqatuhu wa Mazayahu</em>, hal 77. lihat juga <em>Bahjat al-Qulub al-Abrar</em>, hal 114 asy-Syamilah)  <strong></strong></p>
<p><strong>عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ</strong><strong> </strong><strong>أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ وَأَبَا جَهْمٍ خَطَبَانِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ فَكَرِهْتُهُ ثُمَّ قَالَ انْكِحِي أُسَامَةَ فَنَكَحْتُهُ فَجَعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا </strong></p>
<p>Dari Fathimah binti Qais <em>radhiyallahu’anha</em>, dia menuturkan bahwa suatu ketika Mu’waiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm ingin melamarku, maka Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Adapun Abu Jahm, dia itu tidak pernah meletakkan tongkatnya dari  bahunya. Adapun Mu’awiyah adalah orang yang miskin, tak berharta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.”</em> Namun aku tidak menyukainya. Lalu beliau bersabda, <em>“Menikahlah dengan Usamah.” </em>Maka akupun menikah dengannya sehingga Allah menjadikan kebaikan padanya (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p>an-Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata:</p>
<p><strong>وَفِيهِ دَلِيل عَلَى جَوَاز ذِكْر الْإِنْسَان بِمَا فِيهِ عِنْد الْمُشَاوَرَة وَطَلَب النَّصِيحَة وَلَا يَكُون هَذَا مِنْ الْغِيبَة الْمُحَرَّمَة بَلْ مِنْ النَّصِيحَة الْوَاجِبَة . وَقَدْ قَالَ الْعُلَمَاء إِنَّ الْغِيبَة تُبَاح فِي سِتَّة مَوَاضِع أَحَدهَا الِاسْتِنْصَاح</strong><strong></strong></p>
<p><em>“Di dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bolehnya menyebutkan apa-apa yang terdapat pada diri seseorang ketika bermusyawarah dan meminta nasehat, dan hal ini tidak termasuk dalam perbuatan ghibah/menggunjing yang diharamkan, bahkan hal ini adalah nasehat yang wajib. Para ulama mengatakan bahwa ghibah diperbolehkan pada enam keadaan, salah satunya adalah ketika dimintai nasehat  -pendapat tentang orang lain yang hendak dinikahi atau menjadi rekan bisnis dan semacamnya, pent-.”</em> (<em>Syarh Muslim</em> [5/240] asy-Syamilah)<strong></strong></p>
<p><strong>وقد سمع أبو تراب النخشبي أحمد بن حنبل وهو يتكلم في بعض الرواة فقال له: أتغتاب العلماء؟! فقال له: ويحك! هذا نصيحة، ليس هذا غيبة.</strong></p>
<p>Abu Turab an-Nakhasyabi pernah mendengar Ahmad bin Hanbal ketika dia sedang membicarakan/mengkritik sebagian periwayat. Maka dia berkata kepadanya, <em>“Apakah kamu menggunjing para ulama?!”</em>. Maka beliau berkata kepadanya, <em>“Celaka kamu! Ini adalah nasehat, ini bukan ghibah.”</em> (disebutkan dalam <em>al-Ba’its al-Hatsits</em>, hal. 36 asy-Syamilah)</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang bisa menunaikan kewajiban yang agung ini dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang saling memberikan nasehat dengan ikhlas karena-Nya. <em>Wallahul muwaffiq. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/nasehat-untuk-sesama-kaum-muslimin.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ya Allah, Umatku, Umatku&#8230;</title>
		<link>http://abumushlih.com/ya-allah-umatku-umatku.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/ya-allah-umatku-umatku.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 05:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=1623</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abdullah bin Amr bin al-&#8217;Ash radhiyallahu&#8217;anhuma, beliau menceritakan: Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam membaca firman Allah &#8216;azza wa jalla mengenai Ibrahim (yang artinya), “Wahai Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah banyak menyesatkan manusia, barangsiapa yang mengikutiku maka sesungguhnya dia adalah &#8230; <a href="http://abumushlih.com/ya-allah-umatku-umatku.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fya-allah-umatku-umatku.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fya-allah-umatku-umatku.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-weight: normal;">Dari Abdullah bin Amr bin al-&#8217;Ash </span><em><span style="font-weight: normal;">radhiyallahu&#8217;anhuma</span></em><span style="font-weight: normal;">, beliau menceritakan: Nabi </span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-weight: normal;"> membaca firman Allah </span><em><span style="font-weight: normal;">&#8216;azza wa jalla</span></em><span style="font-weight: normal;"> mengenai Ibrahim (yang artinya), </span><em><span style="font-weight: normal;">“Wahai Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah banyak menyesatkan manusia, barangsiapa yang mengikutiku maka sesungguhnya dia adalah termasuk golonganku.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (QS. Ibrahim: 36). &#8216;Isa </span><em><span style="font-weight: normal;">&#8216;alaihis salam</span></em><span style="font-weight: normal;"> juga berkata (yang artinya), </span><em><span style="font-weight: normal;">“Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka itu adalah hamba-hamba-Mu, dan apabila Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (QS. al-Ma&#8217;idah: 118). Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Ya Allah, umatku, umatku.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> Dan beliaupun menangis. Allah</span><em><span style="font-weight: normal;"> &#8216;azza wa jalla</span></em><span style="font-weight: normal;"> berkata, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad -sedangkan Rabbmu tentu lebih mengetahui- lalu tanyakan kepadanya, apa yang membuatmu menangis?”</span></em><span style="font-weight: normal;">. Maka Jibril </span><em><span style="font-weight: normal;">&#8216;alaihis sholatu was salam</span></em><span style="font-weight: normal;"> pun menemui beliau dan bertanya kepadanya, lalu Rasulullah </span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-weight: normal;"> memberitakan kepadanya tentang apa yang telah diucapkannya -dan Dia (Allah) tentu lebih mengetahuinya-. Lantas Allah berkata, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad, dan katakan kepadanya, &#8216;Sesungguhnya Kami pasti akan membuatmu ridha berkenaan dengan nasib umatmu, dan Kami tidak akan membuatmu bersedih.&#8217;.”</span></em><span style="font-weight: normal;"> (HR. Muslim, lihat </span><em><span style="font-weight: normal;">Syarh Muslim</span></em><span style="font-weight: normal;"> [2/344-345])</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-weight: normal;"><span id="more-1623"></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;">Hadits yang agung ini mengandung pelajaran berharga, di antaranya:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-weight: normal;">Keterangan 	mengenai betapa sempurna rasa kasih sayang Nabi </span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu 	&#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-weight: normal;"> terhadap umatnya dan perhatian beliau yang sangat besar terhadap 	kemaslahatan umatnya (lihat </span><em><span style="font-weight: normal;">Syarh 	Muslim</span></em><span style="font-weight: normal;"> [2/345])</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-weight: normal;">Dianjurkan 	untuk mengangkat kedua belah tangan ketika berdoa (lihat </span><em><span style="font-weight: normal;">Syarh 	Muslim</span></em><span style="font-weight: normal;"> [2/345])</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-weight: normal;">Kabar 	gembira bagi umat ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, </span><em><span style="font-weight: normal;">“Sesungguhnya Kami 	pasti akan membuatmu ridha berkenaan dengan nasib umatmu, dan Kami 	tidak akan membuatmu bersedih.&#8217; </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">(lihat</span></span><em><span style="font-weight: normal;"> Syarh Muslim </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">[2/345])</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Keterangan 	mengenai keagungan posisi Nabi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu 	&#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> di sisi Allah </span></span><em><span style="font-weight: normal;">ta&#8217;ala </span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">dan 	betapa lembut sikap Allah kepada beliau </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu 	&#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> (lihat </span></span><em><span style="font-weight: normal;">Syarh 	Muslim</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> [2/345])</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Hikmah 	diutusnya Jibril untuk bertanya kepada Nabi adalah demi menampakkan 	kemuliaan yang ada pada diri Nabi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">shallallahu 	&#8216;alaihi wa sallam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">, 	yang mana beliau berada di sebuah kedudukan -makhluk- yang tertinggi 	sehingga layak untuk dimuliakan dengan bentuk memperoleh apa yang 	bisa membuatnya ridha dari Allah </span></span><em><span style="font-weight: normal;">ta&#8217;ala</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> (lihat </span></span><em><span style="font-weight: normal;">Syarh 	Muslim</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> [2/345])</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;">Bolehnya menangis, bahkan itu mencerminkan sifat kasih sayang yang 	ada pada diri seorang hamba. Selama tangisan itu muncul dari 	ketulusan hati, bukan karena pura-pura.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal; font-weight: normal;">Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa, Allah tidak membutuhkan 	makhluk-Nya, bahkan para malaikat sekalipun.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Para 	Nabi </span></span><em><span style="font-weight: normal;">&#8216;alaihimus 	sholatu was salam</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"> adalah orang-orang yang sangat menaruh perhatian terhadap nasib 	umatnya dan begitu menyayangi mereka, dan bukti terbesar atas hal 	itu adalah dakwah yang mereka serukan agar manusia kembali ke jalan 	Allah </span></span><em><span style="font-weight: normal;">ta&#8217;ala</span></em><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">, 	beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya serta taat 	kepada utusan-Nya</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Semestinya 	seorang da&#8217;i merasa sedih dan prihatin dengan keburukan yang menimpa 	masyarakatnya dan berusaha untuk mencari jalan keluar bagi 	permasalahan mereka tersebut. </span></span><span style="font-weight: normal;"> </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;">Penetapan 	bahwa Allah berbicara</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;">Iman terhadap 	keberadaan Malaikat, bahwa mereka itu ada dan bukan sekedar kiasan 	sebuah kekuatan baik yang abstrak/tidak ada wujudnya</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm; font-weight: normal;">Hakekat 	kepedulian kepada umat adalah kepedulian terhadap agama mereka dan 	bagaimana nasib mereka kelak di akherat. Maka orang yang paling 	peduli terhadap nasib umat adalah para da&#8217;i tauhid, karena upaya 	mereka demi &#8216;menyelamatkan&#8217; orang dari kekalnya siksa neraka&#8230;</p>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/ya-allah-umatku-umatku.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dakwah sudah menjadi wajib &#039;ain?</title>
		<link>http://abumushlih.com/dakwah-sudah-menjadi-wajib-ain.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/dakwah-sudah-menjadi-wajib-ain.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 04:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelajaran Berharga]]></category>
		<category><![CDATA[Amar ma'ruf]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahi Mungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya amar ma&#8217;ruf nahi mungkar merupakan bagian yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebuah ajaran yang pada saat sekarang ini telah banyak dilalaikan oleh manusia, di desa maupun di kota, di kalangan orang-orang miskin apalagi di kalangan orang-orang kaya. &#8230; <a href="http://abumushlih.com/dakwah-sudah-menjadi-wajib-ain.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdakwah-sudah-menjadi-wajib-ain.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fdakwah-sudah-menjadi-wajib-ain.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sesungguhnya amar ma&#8217;ruf nahi mungkar merupakan bagian yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebuah ajaran yang pada saat sekarang ini telah banyak dilalaikan oleh manusia, di desa maupun di kota, di kalangan orang-orang miskin apalagi di kalangan orang-orang kaya.</p>
<p><span id="more-707"></span>Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), &#8220;Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyerukan kebaikan, memerintahkan yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itu sajalah orang-orang yang beruntung.&#8221; (QS. Ali Imran : 104). Inilah karakter umat terbaik yang Allah ciptakan untuk peradaban umat manusia. Allah ta&#8217;ala berfirman (yang artinya), &#8220;Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan bagi manusia;kalian memerintahkan yang ma&#8217;ruf dan melarang dari yang mungkar, dan kalian beriman kepada Allah.&#8221; (QS. Ali Imran : 110).</p>
<p>Terlepas dari wajib kifayah atau wajib &#8216;ain status hukumnya, maka sesungguhnya para ulama telah menerangkan berbagai kondisi yang menjadikan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar menjadi dihukumi wajib &#8216;ain bagi setiap orang. Syaikh Sulaiman bin Abdurrahman al-Huqail menjelaskan hal itu di dalam kitabnya &#8216;al-Amru bil ma&#8217;ruf wan nahyu &#8216;anil mungkar fi dhau&#8217;i Kitabillah&#8217; (hal.52-53, as-Syamilah). Di antara keadaan tersebut adalah :</p>
<p><strong>Pertama</strong> :<br />
Bagi orang-orang yang ditunjuk oleh pemerintah Islam untuk mengurusi hal itu. al-Mawardi rahimahullah mengatakan, &#8220;Sesungguhnya kewajiban hal itu adalah fardhu &#8216;ain bagi petugas amar ma&#8217;ruf nahi mungkar yang ditetapkan oleh pemerintah, sedangkan kewajiban hal itu bagi orang selain dirinya adalah termasuk dalam kelompok fardhu kifayah.&#8221; (al-Ahkam as-Sulthaniyah, hal. 20)</p>
<p>Penyusun berkata :<br />
Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa keberadaan sebuah lembaga khusus untuk menegakkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh para pemerintah kaum muslimin demi terjaganya keselamatan umat. Sebuah lembaga yang akan mendakwahkan tauhid, sunnah dan ketaatan serta memperingatkan dan menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang dengan terang-terangan mengajak kepada syirik, kekafiran, bid&#8217;ah dan kemaksiatan. Semoga Allah ta&#8217;ala memberikan taufik kepada para pemimpin kita untuk mewujudkan hal itu.</p>
<p><strong>Kedua</strong> :<br />
Apabila suatu perkara yang ma&#8217;ruf sudah tidak lagi diketahui oleh banyak orang dan suatu perkara yang mungkar pun telah merajalela sementara tidak ada orang lain yang mengetahuinya selain orang tersebut, maka baginya hukum amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar menjadi fardhu &#8216;ain. an-Nawawi rahimahullah mengatakan, &#8220;Sesungguhnya hukum amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar adalah fardhu kifayah, kemudian terkadang hal itu berubah menjadi fardhu &#8216;ain apabila dalam suatu keadaan atau tempat di mana tidak ada yang mengetahui hukumnya selain dia.&#8221; (Syarh Nawawi [2/23])</p>
<p>Penyusun berkata :<br />
Hal ini mengisyaratkan kepada kita tentang pentingnya peranan media informasi untuk menyebarkan dakwah kepada masyarakat. Termasuk di dalamnya penggunaan penerbitan buku, majalah, buletin, dan lain sebagainya untuk menerangkan kepada masyarakat mengenai hukum dan ajaran Islam,  dengan media internet, percetakan maupun penyiaran.</p>
<p><strong>Ketiga</strong> :<br />
Apabila untuk menegakkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar diperlukan diskusi dan dialog serta penjelasan argumentasi maka hal itu menjadi fardhu &#8216;ain bagai setiap orang yang pantas dan layak untuk melakukannya. Ibnu al-&#8217;Arabi al-Maliki rahimahullah mengatakan, &#8220;Beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar adalah fardhu kifayah&#8230; dan terkadang ia menjadi fardhu &#8216;ain bagi orang yang menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan diskusi dan perdebatan, atau ketika orang lain sudah mengenalnya ahli di dalam bidang tersebut.&#8221; (Ahkam al-Qur&#8217;an [1/122]).</p>
<p>Penyusun berkata :<br />
Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa melakukan diskusi, dialog dan perdebatan merupakan salah satu cara dalam berdakwah namun harus dilakukan dengan cara yang benar dan oleh pihak yang berkemampuan bukan oleh sembarang orang. Oleh sebab itulah para ulama salaf tidak bermudah-mudahan untuk menerima tantangan debat atau mengajak orang lain untuk bergabung dalam ajang diskusi, karena untuk melakukannya benar-benar diperlukan bekal yang tidak sedikit dan dibutuhkan kesabaran dan sikap yang bijak serta ketulusan niat untuk mencari kebenaran.</p>
<p><strong>Keempat</strong> :<br />
Apabila seseorang memiliki kemampuan untuk beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar sementara orang selain dirinya tidak melakukannya maka hal itu menjadi fardhu &#8216;ain baginya. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, &#8220;Dan hal itu -amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar- adalah fardhu kifayah dan berubah menjadi fardhu &#8216;ain bagi orang yang mampu melakukannya sementara orang lain tidak melakukan hal itu.&#8221; (al-Hisbah fi al-Islam, hal. 37).</p>
<p>Penyusun berkata :<br />
Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap masyarakat atau kampung memerlukan orang-orang yang menegakkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar, dan oleh sebab itu maka diperlukan sebuah sistem pendidikan Islam yang mengajarkan kepada mereka perkara-perkara yang ma&#8217;ruf dalam Islam dan menerangkan perkara-perkara yang mungkar menurut syari&#8217;at Islam. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p><strong>Kelima</strong> :<br />
Pada saat berbagai kemungkaran merajalela dan para da&#8217;i yang mengajak kepada kebaikan dan melarang dari yang mungkar berjumlah sedikit maka hal itu akan dapat berubah menjadi fardhu &#8216;ain. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, &#8220;Maka pada saatnya sedikitnya jumlah para da&#8217;i, dan banyaknya kemungkaran yang bertebaran, terlebih ketika kebodohan telah mendominasi sebagaimana kondisi kita pada hari ini maka hukum berdakwah itu menjadi fardhu &#8216;ain bagi setiap orang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.&#8221; (ad-Da&#8217;wah ila Allah, hal.16).</p>
<p>Penyusun berkata :<br />
Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa pada zaman sekarang ini amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban agung yang terletak di atas pundak para pemuda Islam sebab merekalah para penerus perjuangan di masa depan dan karena mereka adalah kalangan masyarakat yang lebih mudah untuk menerima perubahan. Kalau kaum muda sudah hanyut dalam berbagai penyimpangan maka itu artinya masa depan umat Islam akan terancam mengalami kehancuran. Sekarang saja, kemungkaran itu sudah merajalela dan terpampang di depan mata manusia tanpa ada rasa malu lagi, maka bagaimanakah lagi ketika di masa depan kaum muda yang sekarang larut dalam foya-foya dan jauh dari bimbingan agama bisa diharapkan untuk menjadi generasi penerus perjuangan umat Islam? Oleh sebab itu wajib bagi mereka untuk kembali kepada agama Islam dan menekuni al-Kitab dan as-Sunnah dengan pemahaman yang benar yaitu sebagaimana yang dipahami oleh para ulama salaf as-Shalih sebelum nantinya mereka bergerak dan bertindak untuk menegakkan amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar dengan landasan ilmu yang benar di tengah-tengah masyarakat yang kian hari kian bertambah sakit dan terus menerus menjerit. Wallahul musta&#8217;aan.</p>
<p>Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua. Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin.</p>
<p>Yogyakarta, Ahad 16 Rabi&#8217;ul Akhir 1430 H<br />
Hamba yang fakir kepada Rabbnya</p>
<p>Abu Mushlih Ari Wahyudi<br />
Semoga Allah mengampuninya dan kedua orang tua<br />
serta kaum muslimin semua</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/dakwah-sudah-menjadi-wajib-ain.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Anda, dan Siapa Ibrahim?</title>
		<link>http://abumushlih.com/siapakah-anda-dan-siapa-ibrahim.html/</link>
		<comments>http://abumushlih.com/siapakah-anda-dan-siapa-ibrahim.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 01:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Mushlih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersih Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abumushlih.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba&#8217;du. Di antara nikmat teragung, bahkan nikmat paling besar yang diperoleh seorang hamba adalah berjalan di atas jalan ahli tauhid. Bukankah setiap hari kita memohon hal itu dalam &#8230; <a href="http://abumushlih.com/siapakah-anda-dan-siapa-ibrahim.html/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsiapakah-anda-dan-siapa-ibrahim.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fsiapakah-anda-dan-siapa-ibrahim.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba&#8217;du.<br />
Di antara nikmat teragung, bahkan nikmat paling besar yang diperoleh seorang hamba adalah berjalan di atas jalan ahli tauhid. Bukankah setiap hari kita memohon hal itu dalam doa kita, &#8216;Ihdinash shirathal mustaqim&#8217;.</p>
<p><span id="more-608"></span>Jalan yang lurus adalah jalannya kaum muwahhidin, bukan jalannya kaum musyrikin. Inilah titik perbedaan dan jurang pemisah yang akan selalu menghalangi persatuan antara hizbullah dengan hizbu syaithan. &#8220;Ingatlah sesungguhnya hizbullah itu sajalah kelompok yang akan beruntung.&#8221; Inilah sekat pembatas yang akan selalu mencerai beraikan antara wali Allah dengan wali syaithan. &#8220;Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah itu tidak perlu merasa takut dan tidak merasa sedih, yaitu orang-orang yang beriman dan selalu menjaga ketakwaan mereka.&#8221;</p>
<p>Tidak bisa tidak, sunnatullah yang berlaku di muka bumi ini menuntut kebenaran harus senantiasa menyempal dari barisan dan teriakan ahlul bathil. Di tengah gelapnya awan fitnah yang meliputi atmosfer kejiwaan umat, para ulama hadir memberikan pencerahan dengan cahaya Kitabullah dan panduan dari sinar Sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. &#8220;Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya.&#8221; &#8220;Maka bertanyalah kepada ahli ilmu apabila kalian tidak mengetahui.&#8221; &#8220;Sesungguhnya yang benar-benar merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.&#8221;</p>
<p>Saudaraku, kita hidup di masa yang penuh dengan kerancuan pemahaman dan sedikitnya teman di jalan kebenaran. Kita hidup di jaman penuh keasingan, di mana seorang muwahhid telah menemukan duri-duri tajam yang merintangi perjalanan dakwahnya. Saat di mana seorang pemegang bendera Sunnah telah menjumpai batu-batu karang yang menghalangi aliran segar Sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. &#8220;Islam datang dalam keadaan asing, dan dia pun akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.&#8221; Allah ta&#8217;ala telah menetapkan bahwa keberuntungan hanya bagi mereka yang kuat di tengah gempuran fitnah dengan tetap memegang ilmu, beramal, dakwah dan sabar di atasnya. &#8220;Demi masa, sesungguhnya setiap orang benar-benar mengalami kerugian, selain orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.&#8221;</p>
<p>Saudaraku, ingatlah bahwa hidup kita di alam dunia ini untuk tunduk beribadah kepada-Nya, bukan untuk memperturutkan hawa nafsu dan memuja akal pikiran kita. &#8220;Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.&#8221; Inilah cita-cita dan target dakwah kita kepada segenap lapisan masyarakat di berbagai penjuru kota dan pelosok desa, bukan banyaknya suara atau bendera-bendera golongan yang mencerai-beraikan kesatuan umat Islam. &#8220;Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang telah memecah belah agama mereka menjadi bergolong-golongan, setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada diri mereka.&#8221; &#8220;Berpegang teguhlah dengan tali Allah secara bersama-sama, dan janganlah kalian berpecah belah.&#8221; &#8220;Dan sesungguhnya inilah jalanku yang lurus, ikutilah dia dan jangan kalian ikuti jalan-jalan yang lain itu, karena hal itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.&#8221; Islam telah sempurna, tidak butuh pada koreksi dan tambahan dari akal pikiran dan hawa nafsu manusia. &#8220;Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah ridha Islam sebagai agama bagi kalian.&#8221; Maka para sahabat mewasiatkan kepada kita untuk senantiasa konsisten di atas sunnah dan menjauhi segala bentuk kebid&#8217;ahan. Mengapa? Sebab kita telah dicukupkan dengan sunnah tersebut. Barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan Sunnah Nabi maka semoga Allah tidak memberikan kecukupan padanya.</p>
<p>Saudaraku, engkau telah tahu bahwa syirik merupakan kezaliman terbesar di jagad raya, bukan sembarang penganiayaan. Bahkan ia merupakan bentuk pelecehan kepada Rabb tabaraka wa ta&#8217;ala. &#8220;Hai umat manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.&#8221; &#8220;Sembahlah Allah dan janganlah kamu persekutukan Dia dengan apa pun.&#8221; &#8220;Hak Allah atas hamba yaitu hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun.&#8221; Inilah keadilan tertinggi, inilah keadilan yang termulia, ingatlah wahai para penyeru keadilan!!! &#8220;Berbuat adillah, sesungguhnya keadilan itu lebih dekat kepada takwa.&#8221; &#8220;Dosa besar yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia lah yang menciptakan dirimu.&#8221; Engkau tentu telah mengenal dalil-dalil ini semua, tanpa perlu aku sebutkan sumber-sumbernya. Namun di manakah posisi kita? Siapakah kita? Apakah kita adalah seorang sosok pendekar tauhid sekelas Ibrahim &#8216;alaihis salam yang rela mengorbankan anaknya demi menjalankan perintah Rabbnya, yang berani meluluh lantakkan berhala pujaan kaumnya, dan dilemparkan ke dalam kobaran api tanpa sedikit pun goyah dari aqidah yang diyakininya? Ataukah kita adalah para pemula yang baru kemarin sore mengenal tauhid dan belajar tentang hakikat islam, iman, dan ihsan? Ibrahim dengan segenap kesolehan dan keutamaan yang dimilikinya berdoa denga penuh harap dan cemas kepada Rabbnya Yang Maha tinggi, &#8220;Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah berhala. Wahai Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia.&#8221; Aduhai, apakah engkau adalah seorang Khalilur Rahman sebagaimana halnya Ibrahim &#8216;alaihis salam?&#8230;</p>
<p>Lantas di manakah rasa takut kita terjerumus dalam kesyirikan yang kini telah mewabah dan meruyak di segala sudut Nusantara melalui berbagai media dan sarana, adakah engkau merasa aman dari fitnah maha dahsyat yang mendera dan memporak-porandakan aqidah ribuan anak negeri ini sehingga mereka pun terseret dalam tipu daya Yahudi dan antek-anteknya? Kita sedang menyedihkan musibah besar ini, untuk mengingatkan kepada segenap pemuda yang cemburu kepada agamanya dan setiap da&#8217;i yang merasa gerah terhadap kemusyrikan yang membudaya di masyarakatnya. Janganlah engkau menutup mata! Allah ta&#8217;ala telah memberikan tahdziran -peringatan- keras bagi umat manusia, &#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia masih berkenan untuk mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatannya yaitu bagi orang yang dikehendaki-Nya.&#8221; &#8220;Barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah telah haramkan surga atasnya, dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.&#8221;</p>
<p>Ingatlah, jalan yang lurus ini tidak membutuhkan para pengekor hawa nafsu dan pemuja akalnya, yang dibutuhkan di jalan ini adalah hamba-hamba Allah yang berilmu dan teguh di atas kebenaran yang diketahuinya dari para salafush shalih pendahulu kita. Siapa saja yang menyempal dari garis ini, sungguh kita khawatirkan akan keadaan dirinya.. Tidakkah engkau ingat nasihat ulama kita, &#8220;Apabila engkau mengambil rukhshah/keringanan setiap alim niscaya akan terkumpul padamu semua keburukan.&#8221; Tidakkah engkau khawatirkan akan keadaan dirimu ketika Allah bertanya kepadamu tentang ucapanmu dengan mengatasnamakan Allah dan Rasul-Nya guna membela pendapat manusia yang kau kagumi dan menepikan dali-dalil yang jelas dan tegas. Padahal, engkau juga tahu bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak pernah mengajarkan kepada kita jalan-jalan mubtada&#8217;ah/yang diada-adakan semacam ini. Bukankah Allah tidak akan memberikan kesembuhan pada umat ini pada sesuatu yang haram? Bukankah air yang najis tidak akan bisa menyucikan pakaian walaupun dicuci dengannya sebanyak tujuh kali? Bukankah kau juga tahu, &#8220;Barangsiapa yang tergesa-gesa untuk mendapatkan sesuatu sebelum saatnya maka dia justru akan terhalang dari mendapatkannya.&#8221; Sabar, bukankah itu yang terbaik, meskipun mereka memukul punggungmu dan mengambil hartamu&#8230;Tidak ada ketaatan kepada manusia untuk durhaka kepada Rabb mereka. Kemenangan bukan untuk mereka yang menyelisihi perintah Nabi-Nya. Bukankah engkau juga ingat pesan dan ancaman keras dari beliau, &#8220;Akan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi setiap orang yang menyelisihi urusanku.&#8221;</p>
<p>Perjuangan ini memang panjang, dan jelas membutuhkan pengorbanan. Tidakkah kau ingat tetesan darah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, tidakkah kau ingat tetes darah Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan para Imam Ahlus Sunnah di sepanjang perjalanan sejarah semacam Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah? Mereka teguh dan tegar di atas Sunnah, rela untuk meninggalkan semua firqah yang ada kecuali al-Firqah an-Najiyah, at-Tha&#8217;ifah al-Manshurah, Ahlul hadits wal atsar&#8230; Inilah hizbullah yang akan menuai kemenangan hakiki &#8220;Pada hari tidak lagi bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.&#8221; Abu Utsman an-Naisaburi mengatakan, &#8220;Yaitu hati yang bersih dari bid&#8217;ah dan tentram dengan Sunnah.&#8221; Semoga Allah memberikan bimbingan-Nya kepadaku dan kepadamu serta kaum muslimin di negeri ini. Inilah wujud rasa cintaku kepadamu, semoga Allah mempersatukan kita di atas jalan-Nya. Wa shallallahu &#8216;ala Nabiyyina Muhammadin wa &#8216;ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamin.</p>
<p>Yogyakarta, akhir Rabi&#8217;ul Awwal 1430 H</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abumushlih.com/siapakah-anda-dan-siapa-ibrahim.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

