Posts Tagged ‘Wahabi’
Cara Mudah Mempelajari Aqidah Ahlus Sunnah (1)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Bab 1. Pengantar Aqidah Ahlus Sunnah
Bab ini mencakup tujuh pembahasan:
-
Makna Aqidah
-
Urgensi Aqidah
-
Makna as-Sunnah
-
Ahlus Sunnah wal Jama’ah
-
Nama Lain Ahlus Sunnah wal Jama’ah
-
Makna Salaf
-
Kewajiban Mengikuti Manhaj Salaf
Meraih Kesempurnaan Tauhid (Kajian Umum)
Hadirilah Kajian Umum Bersama Ustadz Abu Qotadah (murid Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i) di Yogyakarta
1. Tema : Meraih Keutamaan Kesempurnaan Tauhid
Tempat : Masjid Jamilurrohman
Waktu : 08.00-selesai
Tanggal : Ahad, 16 Mei 2010
Putra-putri
Tokoh Di Balik Radikalisme dan Terorisme
Oleh
Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA -hafizhahullah-
Dunia internasional secara umum dan negeri-negeri Islam secara khusus, telah digegerkan oleh ulah segelintir orang yang menamakan dirinya sebagai pejuang kebenaran. Dahulu, banyak umat Islam yang merasa simpatik dengan ulah mereka, karena sasaran mereka adalah orang-orang kafir, sebagaimana yang terjadi di gedung WTC pada 11 September 2001. Akan tetapi, suatu hal yang sangat mengejutkan, ternyata sasaran pengeboman dan serangan tidak berhenti sampai di situ. Sasaran terus berkembang, sampai akhirnya umat Islam pun tidak luput darinya. Kasus yang paling aktual ialah yang menimpa Pangeran Muhammad bin Nayif Alus Sa’ûd, Wakil Menteri Dalam Negeri Kerajaan Saudi Arabia.
Antara Wahabi Dan Teroris
Terorisme seringkali ditudingkan kepada umat Islam, terutama golongan Wahabi/Salafi. Sebagian orang mengira bahwa tudingan itu hanya sekedar propaganda barat untuk menjatuhkan harga diri kaum muslimin di mata dunia internasional. Sehingga mereka senantiasa menuduh barat (baca: Amerika) sebagai dalang di balik munculnya fenomena radikal semacam itu. Sebagian lagi sebaliknya, mengira bahwa terorisme -dengan melakukan pengeboman di tempat-tempat umum- merupakan bagian dari jihad fi sabilillah dan tergolong amal salih yang paling utama. Sehingga mereka beranggapan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah sosok mujahid dan mati syahid.
Kajian Liburan Tematik 2 in 1
2 kajian dalam 1 bulan Januari
Kajian 1
“Landasan Membangun Jalan Selamat”
Kitab rujukan : Sittu Duror
Karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani
Hari : Sabtu-Senin, 16-18 Januari 2010
Waktu : 08.30-13.30 WIB
Tempat : Masjid Al-Ashri, Pogung Rejo
Pemateri : Ustadz Afifi Abdul Wadud
Kajian 2
“10 Nasihat untuk Pemuda Ahlus Sunnah”
Kitab Rujukan : Nashihatun li Syabaab
Karya : Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily
Hari : Rabu-Ahad, 20-24 Januari 2010
Tempat/Waktu :
Masjid Al-Ashri, 20-21 Januari 2010 / 16.00-17.30 WIB
Masjid Pogung Raya (MPR), 22 Januari 2010 / 16.00-17.30 WIB
Masjid Pogung Raya (MPR), 23-24 Januari 2010 / 08.30-11.30 WIB
Pemateri : Ust. Aris Munandar, S.S.
Nb. Wajib bagi santri Ma’had Al-Ilmi
Informasi :
Kajian 1 : 085228558344
Kajian 2 :
Putra : 0816639211
Putri : 085292995015
Penyelenggara :
Kajian 1 : Forum Kajian Islam Mahasiswa (fkim.org)
Kajian 2 : Mahad Al-Ilmi Yogyakarta (mahadilmi.wordpress.com)
Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA)
Meluruskan Sejarah Wahhabi (Kajian)
Bismillah, berikut ini link halaman web yang menyajikan kajian menarik dengan tema ‘Meluruskan Sejarah Wahhabi’ dengan pembicara Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi hafizhahullah, selamat menyimak. Semoga bermanfaat…
Mengapa Kupilih Manhaj Salaf (Kajian)
Hadirilah, kajian umum dengan tema:
Mengapa Kupilih Manhaj Salaf?
Pemateri:
Ustadz Afifi Abdul Wadud
Download ‘Kajian Kitab Tauhid’ Syaikh Ibnu Baz
Bismillah, berikut ini link download kajian Kitab Tauhid (berbahasa Arab) yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz rahimahullah, mantan mufti agung Kerajaan Saudi Arabia. Sumber: alathar.net.
Semoga bermanfaat.
Enam Ayat Tentang Tauhid
Suatu ketika, Syaikh Walid Saifun Nashr -hafizhahullah- mengisahkan bahwa pernah ada seseorang yang bertanya kepada Syaikh al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengenai kitab apa yang terbaik dalam masalah tauhid/akidah, maka beliau menjawab bahwa kitab terbaik dalam tauhid adalah Kitabullah atau al-Qur’an. Kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya mengkaji ilmu akidah dari sumber aslinya yaitu al-Qur’an maupun as-Sunnah, dan agar kita tidak menempatkan rujukan apa pun selain keduanya sebagai sesuatu yang diagung-agungkan secara berlebihan.
